Berita Terkini

REFLEKSI HARDIKNAS & WACANA KURIKULUM PENDIDIKAN POLITIK

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Hari ini tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), guna mengenang jasa Ki Hadjar Dewantara dan seluruh pejuang pendidikan. Selain itu poin utamanha ialah merefleksikan kembali makna dari peringatan Hardiknas, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia bangsa ini. Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam hal peningkatan kualitas sumber daya manusia, selama ini telah ikut serta memberikan pendidikan politik lebih dini kepada pemilih pemula. Demikian penyampaian Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Pengembangan Informasi KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro, Senin (2/5/2016). “Upaya memberikan pendidikan politik dilakukan agar pemilih pemula dapat melek politik dan tumbuh rasa patriotisme serta nasionalisme dalam dirinya,” ujar Gogot. Disampaikan pula oleh pria kelahiran Magetan ini, bahwa dengan semangat patriotisme dan nasionalisme, para pemilih pemula memiliki kesadaran akan pentingnya partisipasi mereka dalam setiap pesta demokrasi yang ada di negara ini. “Dengan partisipasi pemilih pemula diharapkan akan semakin mengurangi angka ketidakhadiran pemilih (Golput-red) pada setiap pemilu. Namun, upaya memberikan pendidikan politik pada pemilih pemula sejauh ini memang masih menggunakan metode sosialisasi, dan ini dirasa belum cukup. Sudah saatnya Kita memikirkan perlunya mata pelajaran Pendidikan Politik dalam kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA),” papar mantan wartawan ini. Di akhir wawancara Gogot mengutarakan bahwa mengapa kurikulum ini untuk siswa SMA, karena siswa SMA merupakan pemilih pemula di tingkat awal. Semakin dini memberikan pendidikan politik, maka akan semakin cepat tumbuhnya kesadaran bangsa Indonesia untuk ikut berpartisipasi bangsa dan negara ini. (AACS)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 693 kali