Berita Terkini

SAMPAI AKHIR BULAN PUASA, 34 KPU KABUPATEN/KOTA AKAN ADAKAN BIMTEK JURNALISTIK

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Sampai dengan akhir bulan puasa tahun ini dijadwalkan di 34 Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/ kota di Jawa Timur akan mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Jurnalistik. Agenda ini merupakan salah satu kesepakatan Rencana Tindak Lanjut (RTL) workshop jurnalistik di KPU Jatim, pada hari Kamis tanggal 26 Mei 2016. Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Pengembangan Informasi KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro mengutarakan alasan bimtek hanya akan diadakan di 34 KPU kabupaten/ Kota di Jawa Timur padahal di Jawa Timur ada 38 KPU kabupaten/ kota. “Bimtek akan berlangsung di 34 KPU kabupaten/ kota di Jawa Timur. Sedangkan 4 KPU kabupaten/ kota tidak mengadakan, karena keempatnya telah mengawali mengadakan di tempatnya,” ujar Gogot (30/5/2016). Empat KPU kabupaten/ kota yang telah mengadakan bimtek jurnalistik adalah Banyuwangi, Bondowo, Probolinggo, dan Kota Malang. Selanjutnya dalam bimtek yang akan diadakan sampai akhir bulan Puasa, Gogot menyampaikan bahwa akan melibatkan audience dari komisioner dan seluruh staf KPU kabupaten/ kota masing-masing. “Dalam bimtek jurnalistik, akan melibatkan audience komisioner dan staf KPU kabupaten/ kota yang bersangkutan. Harapannya dengan melibatkan seluruh keluarga besar masing-masing KPU kabupaten/ kota, akan semakin meningkatkankualitas pelayanan informasi di masing-masing lembaga,” pungkas Gogot. (AACS)

KARAKTER DASAR PEMBACA MEDIA ONLINE TAK SETIA

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Karakter dasar pembaca media online tak setia. Pernyataan menarik yang disampaikan Penanggungjawab Beritajatim.com, Ainur Rohim saat mengisi materi Teknik Dasar Penulisan Online pada Workshop Jurnalistik di kantor Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim), kemarin (26/5/2016). Menurut Penanggungjawab Beritajatim.com, Ainur Rohim karakter dasar pembaca media online tak setia karena pembaca sibuk dan dinamis. “Pembaca media online itu sibuk dan dinamis, ketika membaca berita dari smarphone, mereka akan membaca berita yang menarik perhatian mereka. Berbeda dengan pembaca media cetak yang akan meluangkan waktu khusus untuk membaca berita,” jelas Rohim. Melihat karakter dasar yang yang dimiliki pembaca media online, Rohim berbagi tips kepada Divisi Sosialisasi KPU kabupaten/ kota di Jawa Timur. “ Karena itu ada tips menulis berita online yaitu, rebut perhatian pembaca, buat judul yang bagus yang mencerminkan isi berita, berita jangan terlalu panjang dan tak lebih dari 800 kata, berita harus lebih hidup dan lebih berwarna untuk itu dilengkapi teks;gambar;audio; dan audio visual, menulis ulang, penampilan berita gunakan foto yang kuat; grafis berupa data; dan kutipan penting, terakhir analisis dan komparasi berita,” papar Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Jatim ini. Menanggapi materi yang telah disampaikan Rohim dan narasumber lainnya, Divisi Sosialisasi; Pendidikan Pemilih dan Pengembangan Informasi KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro menyampaikan keada peserta workshop agar jangan bertambah bingung dalam menulis. “Agar lebih mudah dalam menulis berita, untuk mengawalinya bisa melihat berita-berita yang telah dimuat di website KPU RI atau KPU Jatim. Sambil pelan-pelan menpelajari apa yang telah disampaikan narasumber,” kata Gogot. (AACS)

KETUA KPU RI APRESIASI WORKSHOP JURNALISTIK KPU JATIM

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), Husni Kamil Manik berikan apresiasi untuk kegiatan workshop dan pelatihan jurnalistik yang diadakan KPU Jawa Timur pada hari ini, Kamis (26/5/2016). Ketua KPU RI menyampaikan, inisiatif kegiatan ini bagus untuk meningkatkan kualitas website KPU. Website ini merupakan media komunikasi yang mudah, murah, efektif dan efisien. Inisiasi kegiatan pelatihan seperti ini perlu dilakukan, karena jika menunggu dana dari pusat akan lama. Dalam pengembangan website ke depan, KPU Provinsi bisa saja menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah setempat dalam menyediakan fasilitas, mengingat anggaran pusat saja tidak cukup. Peran KPU Provinsi juga dibutuhkan untuk mengkoordinir KPU kabupaten/ kota untuk melakukan pola yang sama (menjalin kemitraan-red),” jelas Husni (24/5). Website yang dimiliki KPU menurut Husni sangat penting untuk menyebarluaskan informasi yang ada. “Sebab ada sisi-sisi yang semestinya diketahui publik, tapi tidak terfasilitasi jurnalis karena kepentingan peliputnya tidak menjangkau peristiwa itu. Misalnya, seorang petugas PPDP mencari seorang pemilih yang tinggal di sebuah rumah yang bertembok tinggi berduri dan dilengkapi dengan anjing herder. Ketika petugas memanggil-manggil yang keluar bukan orangnya tapi anjingnya. Dan petugas Kita datang berkali-kali, sampai datang bersama RT-nya juga, tapi tetap tidak bertemu. Hal ini tidak hanya terjadi pada satu atau dua orang pemilih saja.Bagaimana kalau nanti data yang bersangkutan tidak valid.Apakah ini kesalahan dari orang yang didata atau petugas PPDP. Padahal kondisinya memang tidak bisa. Peristiwa-peristiwa semacam ini dimata jurnalis tidak memiliki nilai jual berita. Tetapi bagi KPU tidak mendukung kinerja KPU. Hal ini layak untuk dipublikasikan bagi Kita, karena mungkin tidak hanya terjadi di satu tempat saja. Dan dengan publikasi yang Kita lakukan, akan muncul kesadaran dari masyarakat. Selain itu, nilai-nilai yang ada menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi yang lain juga,” papar Ketua KPU RI. Menanggapi yang diasampaikan oleh Ketua KPU RI, Divisi Sosialisasi; Pendidikan Pemilih dan Pengembangan Informasi KPU Jawa Timur, Gogot Cahyo Baskoro, mengutarakan akan terus berkomitmen meningkatkan peran, fungsi, dan kualitas website maupun media sosial KPU di Jawa Timur. “Sebagai rencana tindak lanjut dari pelatihan jurnalistik hari ini, salah satunya pelaksanaan forum bimtek menulis berita online dan artikel di kabupaten/ kota masing-masing, dengan peserta komisioner dan seluruh staf. Kemudian akan disampaikan pula terkait gagasan dari Ketua KPU RI untuk mencoba membangun kemitraan dengan pemerintah daerah setempat,” ujar Gogot (26/5). (AACS)

KETUA KPU RI: INDONESIA PALING BESAR MENERAPKAN PRINSIP DEMOKRASI

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Negara Indonesia merupakan negara demokratis dengan penduduk terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan India. Menariknya, dari segi prinsip demokrasi, Indonesia paling besar menerapkan prinsip demokrasi. Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), Husni Kamil Manik menyampaikan bahwa Indonesia paling besar menerapkan prinsip demokrasi karena mengedepankan prinsip konsep demokrasi ‘one man, one vote, one value’. “Negara Kita paling besar yang menerapkan prinsip demokrasi one man, one vote, one value. Artinya setiap orang memiliki hak yang sama untuk bersuara tanpa memandang siapa dan darimana orang itu,” ujar Husni saat diwawancarai khusus di kantor KPU Jawa Timur, Jalan Tenggilis Nomor 1 Surabaya, Selasa (24/5/2016). Indonesia sebagai negara demokrasi menggunakan sistem pemilu popular vote, satu orang satu suara. “Sementara itu di Amerika Serikat masih menggunakan electoral college. Setiap negara bagian memiliki jumlah electoral college yang berbeda. Jatah electoral college ditentukan oleh banyaknya alokasi kursi Senat dan DPR yang dimiliki tiap-tiap negara bagian. Jumlah suara electoral college yang dihitung untuk menjadi pemenang pemilu bukan berdasarkan jumlah suara pemilih. Sehingga belum tentu jumlah penduduknya banyak, wakilnya banyak. Sementara itu di India jumlah pemilihnya yang besar menggunakan sistem parlementer untuk memilih kepala pemerintahan. Memperhitungkan jumlah kursi partai-partainya, lalu dikonversi ke Perdana Menterinya. Yang menentukan bukan langsung rakyat,” jelas Ketua KPU RI. Konsekuensi Indonesia memilih jalan demokratis ini, menurut Husni harus terimplementasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hasil-hasil pemilu yang menempati legislatif dan eksekutif, harus menjalankan nilai-nilai demokratis dalam menjalankan tugasnya. Kepentingan umum harus dikedepankan. (AACS)