Berita Terkini

KPU Jatim Gelar Media Briefing Pelaksanaan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pilgub Jatim 2024

Surabaya, jatim.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) menggelar Media Briefing Pelaksanaan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Provinsi Jawa Timur Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun 2024. Media briefing dilaksanakan di Hotel Double Tree, Jalan Tunjungan nomor 12, Genteng, Surabaya, Sabtu, 7 Desember 2024. Anggota KPU Jatim Divisi Teknis Penyelenggaraan, Choirul Umam menjelaskan, pelaksanaan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pilgub Jatim 2024 di tingkat provinsi dilaksanakan pada 8-9 Desember 2024. Dimana pada pelaksanaannya, KPU dari 38 kabupaten/ kota akan bergantian membacakan hasil rekapitulasi, mulai dari jumlah DPT, partisipasi pemilih, perolehan masing-masing pasangan calon, hingga kejadian khusus yang dialami. "Setiap KPU kabupaten/ kota akan memaparkan hasil rekapitulasinya, mulai dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT), partisipasi pemilih, hingga perolehan suara masing-masing pasangan calon," kata Umam. Umam melanjutkan, setelah rekapitulasi selesai, hasilnya akan dituangkan dalam berita acara untuk kemudian ditetapkan dan diumumkan. Nantinya, pasangan calon yang merasa keberatan dengan hasil rekapitulasi tersebut dapat mengajukan sengketa ke Mahkamah Konstitusi (MK).  Mereka diberi waktu tiga hari untuk mendaftarkan Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah (PHP Kada) kepada MK. Jika dalam tiga hari tidak ada pasangan calon yang mendaftarkan PHP Kada ke MK, maka KPU Jatim akan menetapkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2024 terpilih.  Namun, jika dalam tiga hari tersebut terdapat pasangan calon yang mengajukan PHP Kada ke MK, maka penetapan dilakukan setelah proses persidangan di MK tuntas. Jika ternyata nanti ada pengajuan sengketa, penetapan dilakukan setelah putusan MK," ujar Umam. Anggota KPU Jatim Divisi Sosdiklih Parmas, Nur Salam menjelaskan terkait teknik peliputan saat pelaksanaan rekapitulasi berlangsung. Dimana jumlah media yang masuk ke dalam ruangan tempat berlangsungnya rekapitulasi akan disesuaikan dengan kapasitas ruangan tersebut. "Prioritas utama bagi teman-teman fotografer dan kameramen. Yang lain ada monitor di luar, silahkan disesuaikan," ucapnya. (FIT)

KPU Jatim Resmi Tutup Data Center Pilkada Serentak Tahun 2024

Surabaya, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) resmi menutup operasional Data Center Pilkada Serentak Tahun 2024 setelah beroperasi selama sepekan. Penutupan dilaksanakan di Hotel Double Tree, Jalan Tunjungan nomor 12, Genteng, Surabaya, Minggu, 01 Desember 2024. Divisi Data dan Informasi KPU Jatim, Insan Qoriawan mengatakan, sejak diresmikan pada 25 November 2024, hampir tidak ada laporan signifikan yang bisa dianggap sebagai hal yang mengecewakan dalam proses pemungutan dan penghitungan suara Pilkada serentak 2024 di Jatim. Artinya, kata dia, pelaksanaan pemungutan dan rekapitulasi suara secara berjenjang di Jawa Timur relatif berjalan dengan baik. "Alhamdulillah, meskipun ada beberapa kendala kecil, seluruh proses rekapitulasi dan pemungutan suara tetap berjalan lancar dan terkoordinasi dengan baik," kata Insan. Insan melanjutkan, sebagian besar kecamatan di Jatim telah menuntaskan proses rekapitulasi suara. Di sejumlah kabupaten/ kota bahkan telah 100 persen kecamatan merampungkan rekapitulasi tersebut. Setelah ini, rekapitulasi akan dilanjutkan di tingkat kabupaten/ kota. Insan mengungkapkan, ada beberapa kabupaten/ kota yang telah siap melaksanakan rekapitulasi suara pada 2 Desember 2024. Salah satunya adalah Kabupaten Tuban. "Kemungkinan sudah dimulai besok, seperti di Tuban. Setelah rekapitulasi di tingkat kabupaten/ kota selesai, proses selanjutnya adalah rekapitulasi di tingkat provinsi," ujar Insan. Insan melanjutkan, dalam upaya pemantauan dan mitigasi, kontribusi para pihak yang terlibat telah berjalan dengan baik. Namun, ia juga menekankan pentingnya langkah-langkah berikutnya untuk menuntaskan berbagai kekurangan yang masih ada. "Kontribusi seluruh pihak menjadikan Pilgub di Jawa Timur ini berjalan dengan baik," ucap Insan. Anggota KPU Jatim Divisi SDM dan Litbang, Eka Wisnu Wardana mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian luar biasa yang telah diraih dengan hasil rekapitulasi mencapai 99,77 persen. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh tim yang telah bekerja tanpa kenal lelah untuk menyelesaikan tugas ini. Berkat dedikasi yang tinggi, tim berhasil memantau sebanyak 60.751 TPS sebagai bagian dari upaya mencegah potensi kecurangan. Eka berharap, dengan publikasi C Hasil, semua pihak dapat memantau dan memastikan keabsahannya, sehingga potensi kecurangan oleh oknum dapat diantisipasi secara efektif. "Saat C Hasil terpublikasi, semua orang bisa memantau dan memastikan keabsahannya, sehingga potensi kecurangan oleh oknum bisa diantisipasi," kata Wisnu. (FIT)

KPU Jatim Lanjutkan EVP Hari Ketiga, Peserta Election Visit Program Kunjungi Beberapa TPS

Surabaya, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur hari ini melanjutkan rangkaian Election Visit Program (EVP) berupa kunjungan di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kunjungan berlangsung pada Rabu, 27 November 2024, bertempat di tiga TPS yang berbeda, diantaranya TPS Khusus Panti Jompo St. Yosep, TPS Perumahan Elit Surabaya Barat, dan TPS di Taman Apsari. Pada kunjungan pertama di TPS Khusus Panti Jompo St. Yosep, Tabo, warga asal Afrika, menyampaikan bahwa sistem pemilu di Indonesia memiliki kemiripan dengan sistem di Afrika Selatan, meski terdapat beberapa perbedaan unik. Di Indonesia, terdapat TPS Khusus dan pemilih menggunakan paku untuk mencoblos kertas suara, sedangkan di Afrika prosesnya dilakukan dengan menggunakan pulpen.   "Kalau di Indonesia menggunakan paku untuk mencoblos, di Afrika menggunakan pulpen," terangnya. Selain itu, cara penandaan pemilih juga berbeda. Di Indonesia, pemilih yang telah menggunakan hak suaranya ditandai dengan tinta ungu di jari, sementara di Afrika nama pemilih yang sudah memilih dicoret menggunakan penggaris. Ia juga mengungkapkan kekagumannya terhadap cara-cara unik yang diterapkan dalam pemilu di Indonesia. "Kalo di Afrika nama pemilih yang sudah memilih dicoret dengan penggaris," ujar Tabo. Adapun jumlah pemilih di TPS khusus Panti Jompo St. Yosep kata Monica tercatat 146 orang, tetapi terdapat 7 lansia meninggal dunia dan 3 pindah pilih sehingga totalnya 136 pemilih.  Budi, lansia berusia 93 tahun, merasa sangat bahagia karena masih bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada Serentak. Ia mengungkapkan harapannya agar seluruh masyarakat turut memberikan suaranya demi terpilihnya pemimpin yang terbaik.   "Kalo bisa memilih, mengapa tidak? Dalam pemilihan ini, harus milih lah, itu yang saya harapkan," ujarnya. Setelah itu, peserta melanjutkan perjalanan menuju TPS Perumahan Elit Surabaya Barat,  Tsetrim Zangpo, peserta dari Bhutan, menyampaikan pandangannya bahwa pencalonan tiga perempuan dalam sebuah pemilu merupakan pertanda baik. Menurutnya, hal ini menunjukkan perubahan positif di era modern, di mana perempuan yang biasanya diidentikkan dengan peran melayani suami dan anak kini mampu membuktikan diri sebagai pemimpin. "Ketika seorang perempuan memiliki niat dan tekad untuk menjadi pemimpin, dia tetap bisa menjalankan perannya sebagai pemimpin," ujarnya.

KPU Jatim bersama Delegasi Internasional Saksikan Transparansi Pemilu di TPS Surabaya

Surabaya, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) melanjutkan rangkaian Election Visit Program - Indonesia's Simultaneous Regional Elections 2024 (EVP) dengan agenda hari ketiga Kunjungan Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Rabu, 27 November 2024.  Delegasi EVP melakukan kunjungan ke sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Surabaya, yakni TPS 05 Kampung Arab Ampel, TPS 014 Peneleh, dan TPS 006 Ketandan. Kunjungan ini bertujuan untuk menyaksikan langsung jalannya proses pemungutan dan penghitungan suara. Salah satu Warga Kampung Ampel, khodijah mengatakan antusiasme pilkada warga kampung Arab Ampel sangat ramai. Ia juga mengatakan pelayanan serta fasilitas di TPS 05 sudah bagus apalagi hari ini ada kunjungan dari turis asing yang mampir ke TPS  yang belum pernah dikunjungi.   “Pelayanannya bagus, dan saya senang ada turis asing yang mampir." ujarnya. Setelah mengunjungi TPS 05, delegasi melanjutkan perjalanan ke TPS 014 di Peneleh. Aein Drar Nwe, perwakilan dari Asian Network for Free Elections, mengungkapkan kekagumannya terhadap kawasan tersebut. Ia mengatakan bahwa bangunannya tertata rapi dan memiliki nilai sejarah yang istimewa. Sementara itu, menurut Aein kunjungan sebelumnya ke TPS 05 menurutnya meskipun tempat TPS nya kecil, tetapi partisipasi sebagian besar keturunan arab.  "TPS Peneleh memiliki tata bangunan yang bersejarah, sementara di TPS Kampung Arab, sebagian besar masyarakat berasal dari Arab." pungkasnya Petugas PPS Peneleh, Niscaya Annisa, juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap kunjungan ini, mengingat Peneleh dikenal sebagai kampung wisata yang menarik perhatian banyak wisatawan. Ia mengatakan bahwa pihaknya mempersiapkan lokasi dengan sangat baik untuk menyambut kunjungan delegasi, termasuk meletakkan denah sesuai arahan KPU dan menyesuaikan tempat dengan ikon Kampung Peneleh, yaitu Lodjie Besar. "Karena Peneleh adalah kampung wisata, kami sangat senang menerima tamu EVP WNA di TPS 05 Lodjie Besar." tutur Niscaya perwakilan dari Northern Illinois University. Eric Alan Jones, juga menyampaikan apresiasinya terhadap persiapan yang telah dilakukan di TPS. Menurutnya, KPU dan Bawaslu telah bekerja dengan aktif untuk memastikan kelancaran pemilu dan menjadikan kunjungan ini sukses. "Saya berfikir KPU dan Bawaslu sudah bekerja dengan baik untuk kelancaran dan menjadikan kunjungan ini sukses." pungkas Eric Agenda berikutnya adalah kunjungan ke TPS 006 Kampung Ketandan untuk menyaksikan proses penghitungan suara. Para delegasi internasional antusias melihat langsung bagaimana petugas TPS memproses surat suara dan menghitung hasilnya secara manual. Proses yang transparan ini mendapat apresiasi dari para pengamat lokal maupun internasional. Usai kunjungan ke TPS 006, delegasi menuju Media Center KPU Jawa Timur yang berlokasi di Hotel DoubleTree Hilton Surabaya. Di sana, mereka menerima pemaparan langsung dari Anggota Divisi Data dan Informasi, Insan Qoriawan, mengenai hasil pemungutan suara yang telah dihimpun dari berbagai TPS di Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi penutup yang menegaskan komitmen KPU Jatim dalam mewujudkan pemilu yang terbuka dan berkualitas.

Ketua KPU Jatim Gunakan Hak Pilih di TPS 03 Genteng Surabaya

Surabaya, jatim.kpu.go.id - Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) Aang Kunaifi beserta jajaran menggunakan hak pilihnya di TPS 03 Genteng, Jalan Blauran Kidul 1, Genteng, Surabaya, Rabu, 27 November 2024. Di antara jajaran yang juga menyalurkan hak pilih di TPS tersebut adalah Anggota KPU Jatim Divisi Sosdiklih Parmas Nur Salam, Anggota KPU Jatim Divisi Teknis Penyelenggaraan Choirul Umam, Anggota KPU Jatim Divisi Hukum dan Pengawasan Habib M Rohan, serta Sekretaris KPU Jatim Nanik Karsini. Aang memastikan, sebelum jam pencoblosan dibuka, kesiapan teknis penyelenggaraan dan distribusi logistik Pilkada serentak 2024 di wilayah setempat telah terpenuhi 100 persen. Aang juga memastikan, sejauh ini proses pencoblosan Pilkada serentak di Jatim berjalan tanpa kendala. "Tepat jam 7 pagi seluruh TPS yang kami dirikan itu sudah terpenuhi kebutuhan logistiknya dan sampai hari ini belum ada laporan dari kawan-kawan kami kabupaten/kota terkait dengan kendala penundaan pembukaan TPS," kata Aang. Aang pun mengapresiasi Panitia Pemungutan Suara (PPS) di sejumlah TPS yang menggunakan metode unik untuk menarik masyarakat agar datang ke TPS dan menyalurkan hak pilihnya. Seperti di TPS tempat ia memilih, dimana warga yang menyalurkan suaranya berhak mendapat peralatan rumah tangga seperti gayung, saringan, centong, hingga baskom kecil. "Seperti yang dilakukan PPS di TPS 03 Blauran Kidul 1 ini, mereka membagikan peralatan rumah tangga bagi warga yang sudah mencoblos," ujarnya. Aang pun menjelaskan alasan ia dan jajarannya menggunakan hak pilihnya di TPS tersebut. Itu tak lain karena TPS 03 Genteng lokasinya berdekatan dengan tempat dilangsungkannya Election Visit Program (EVP) yang dihadiri tamu dari 36 negara. Seusai menyalurkan hak pilih, jajaran komisioner KPU Jatim langsung menyebar untuk meninjau pencoblosan di sejumlah TPS. Seperti Choirul Umam yang meninjau pemungutan suara di TPS area Kampung Nelayan Kenjeran, Nur Salam ke TPS Liponsos Keputih, Habib M Rohan meninjau TPS di area Taman Apsari, dan Nanik Karsini meninjau TPS di Daerah Sidoarjo.

KPU Jatim Lanjutkan Rangkaian EVP, Peserta Election Visit Program Kunjungi Tempat Pemungutan Suara

Surabaya, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur hari ini melanjutkan rangkaian Election Visit Program (EVP) berupa kunjungan observasi Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kunjungan didi Kampung Ketandan, khususnya TPS 06 dan TPS 07 di Kelurahan Genteng, Kecamatan Genteng, pada Selasa, 26 November 2024. Anggota KPU Divisi Logistik dan Perencanaan, Miftahur Rozaq, menjelaskan bahwa sebagai tuan rumah, KPU Jawa Timur menggelar sejumlah rangkaian acara, salah satunya kunjungan ke beberapa TPS untuk memantau persiapan Pilkada serentak 2024. Di TPS tersebut terdapat simbol-simbol budaya yang turut menampilkan foto-foto pahlawan. Hal ini dimaksudkan sebagai pengingat bahwa Surabaya adalah Kota Pahlawan, sekaligus mengenang jasa besar para pejuang dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa.  “Kami mengunjungi TPS 6 dan TPS 7 di Kelurahan Genteng, Kecamatan Genteng, Surabaya. Suasana di sana cukup unik karena mengangkat aspek budaya lokal,” ungkapnya. Ia menambahkan, bahwa hari ini dan besok menjadi momen penting bagi masyarakat Jawa Timur sebagai bentuk musyawarah besar dalam proses pemungutan suara. Menurutnya, Pemilih akan menentukan calon terbaik yang akan memimpin selama lima tahun ke depan, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan rakyat, khususnya di wilayah Jawa Timur. "Masyarakat akan menentukan calon terbaik yang akan memimpin selama lima tahun ke depan," ungkap Rozaq. Salah satu peserta disabilitas, Dani dari komunitas Mata Hati, menyatakan kesan positifnya terhadap pelaksanaan EVP,  Ia merasa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga, khususnya dalam Pilkada Serentak yang akan digelar pada 27 November mendatang.   Dani juga merasa dihargai karena diberikan kesempatan untuk ikut serta dalam kegiatan ini. Ia juga menekankan pentingnya memastikan Pilkada mendatang dapat diakses oleh semua kalangan tanpa terkecuali, demi mewujudkan pemilu yang inklusif dan ramah disabilitas. " Saya sangat terkesan dengan adanya kegiatan ini," ujarnya. Jonas Pistor, salah satu peserta dari Jerman, mengungkapkan bahwa proses pemilihan di TPS Indonesia memiliki kesamaan dengan yang dilakukan di Jerman. Di Jerman, pemilihan juga dilakukan dengan cara masyarakat datang langsung ke TPS. Negaranya memiliki sistem pemerintahan federal, Ia menyebutkan bahwa masyarakat Jerman memiliki minat tinggi terhadap pemilu, dengan kampanye dan pendekatan yang memiliki ciri khas tersendiri dalam memilih pemimpin.   "Kami memiliki sistem pemerintahan federal, dan masyarakat di sana juga sangat antusias dengan pemilu," ujarnya. Ia juga menyatakan ketertarikannya untuk menyaksikan proses pemilihan di Indonesia secara langsung. Jonas menjelaskan bahwa di Jerman, pemilu dilakukan secara bergantian di berbagai daerah, sehingga tidak selesai dalam satu hari. Prosesnya dimulai dari daerah A, kemudian berlanjut ke daerah B, C, dan seterusnya.  "Saya sangat tertarik melihat pemilihan yang akan berlangsung besok," jelasnya.