Berita Terkini

PASTIKAN PENYELENGGARA PAHAM REKAPITULASI DI TINGKAT KECAMATAN, KPU JATIM ADAKAN BIMTEK & SIMULASI

  Kediri, jatim.kpu.go.id- Guna memastikan penyelenggaranya di tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten/ Kota memahami rekapitulasi di tingkatan kecamatan atau Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), KPU Jatim mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Simulasi Rekapitulasi Perolehan Suara dalam Pemilu Tahun 2019. Bimtek dan simulasi digelar hari ini sampai dengan besok (18 s.d 19 Maret 2019), di hotel Grand Surya Kediri. Ketua Kegiatan, Suharto melaporkan dalam kegiatan ini dihadiri oleh Divisi Teknis Penyelenggaraan serta Kasubbag Teknis dan Hupmas dari 38 KPU Kabupaten/ Kota di Jawa Timur. Sementara itu, dari KPU Jatim, hadir Komisioner, Choirul Anam, Gogot Cahyo Baskoro, Insan Qoriawan, Miftahur Rozaq, dan Nurul Amalia. Dari Sekretariat KPU Jatim, ada Sekretaris, Muhammad Eberta Kawima, serta staf subbag Teknis dan Hupmas. Suharto melanjutkan, “Pada acara ini, Kita juga akan melakukan simulasi rekapitulasi di tingkat TPS. Untuk itu, sengaja Kami hadirkan PPK dari beberapa Kecamatan di Kabupaten Kediri, yakni diantaranya dari Kecamatan Kras, Badas, Pare, Kepung, Mojo, Ringinrejo, Gurah, Plemahan, Ngasem, Kendat, serta Kayen Kidul”. Berikutnya, Ketua KPU Jatim, Choirul Anam menjelaskan simulasi dan bimtek ini penting diselenggarakan agar dapat memastikan pemahaman penyelenggara terkait proses rekapitulasi di tingkat PPK ini aturannya sama. “Maka harapannya prosedur di tingkatan PPK ini sama. Jangan sampai PKPU-nya dan bimteknya sama, tapi di lapangan berbeda. Kalau ada yang kurang jelas, bisa langsung disampaikan ke Provinsi. Provinsi pun jika kurang bisa menjawab dengan jelas, juga akan bertanya ke KPU RI,” tutur Anam dalam sambutannya (18/3/2019). Terakhir, Ketua KPU Jatim berharap bimtek dan simulasi ini dapat terlaksana dengan maksimal. “Jangan lupa jaga kondisi stamina agar pemilu berjalan sesuai dengan harapan Kita,” tutupnya. (AACS)

RAKOR TUNGSURA, KPU JATIM BERSAMA KPU KABUPATEN/ KOTA BAHAS DIM

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) mengadakan rapat koordinasi (rakor) pemungutan dan penghitungan suara (tungsura) bersama dengan KPU Kabupaten/ Kota hari ini (Kamis, 14/3). Rakor membahas Daftar Inventaris Masalah (DIM) dalam tahapan tungsura yang mungkin akan terjadi pada pemilu 2019 nanti (17 April 2019-red). Nampak hadir dalam rakor ini yakni, Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Jatim, Insan Qoriawan serta Divisi SDM dan Litbang KPU Jatim, Rochani. Sedangkan peserta adalah Divisi Teknis Penyelenggaraan dari 38 KPU Kabupaten/ Kota di Jawa Timur. Membuka rakor, Komisioner KPU Jatim, Rochani mengungkapkan kegiatan kali ini adalah bentuk kegelisahan penyelenggara jelang 33 hari pemilu 2019. “Untuk itu dalam pertemuan ini, harus mampu menggali kebutuhan persoalan di lapangan saat tahapan tungsura. Selain itu, sekaligus juga membahas solusinya,” tutur Rochani (14/3/2019). Berikutnya, Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Jatim, Insan Qoriawan kembali menegaskan jika saat ini moment-moment dimana hari pemungutan dan penghitungan suara sudah semakin dekat. “Di tengah kesibukan tahapan, Kita harus bisa membagi waktu dengan baik. Termasuk mengikuti rakor ini di tengah kesibukan yang ada. Serta silahkan membuat jadwal untuk setiap tahapan tungsura, dan berkoordinasi dengan Divisi Logistik juga,” jelas Insan dalam arahannya. Usai pengarahan umum, peserta pun membahas Bersama DIM tahapan tungsura dalam pemilu tahun 2019. Rakor bertempat di aula lantai II kantor KPU Jatim. Berlangsung selama dua hari, Kamis sampai dengan Jum’at, tanggal 14 – 15 Maret 2019. (AACS)

AUDIENSI KE KPU JATIM, KPI JATIM BERIKAN MASUKAN TERKAIT ISU STRATEGIS PEMILIH PEREMPUAN

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Wilayah Jawa Timur melakukan audiensi ke Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) hari ini (Rabu, 13/3). Kedatangan KPI Wilayah Jatim kali ini dalam rangka memberikan masukan terkait isu strategis pemilih perempuan. Audiensi mendapatkan sambutan baik dari Divisi SDM dan Litbang KPU Jatim, Rochani, serta Divisi Data dan Informasi, Nurul Amalia. Sementara itu, hadir dari KPI Wilayah Jatim yakni, Pengurus KPI Wilayah Jatim didampingi oleh beberapa Sekretariat wilayah di beberapa Kabupaten/ Kota, antara lain dari Jember, Jombang, Blitar, kemudian ada dari Gresik, Tuban, serta Malang. Sekretaris Wilayah KPI Jatim, Wiwik Afifah mengawali kunjungannya menyampaikan bahwa tujuan kedatangannya beserta rombongan untuk memberikan masukan terkait isu-isu penting yang strategis yang berhubungan langsung dengan pemilih perempuan. “Misalnya isu-isu kampanye golput, kampanye berisi ujaran kebencian, diskriminasi, SARA, dan kampanye-kampanye yang sifatnya hoaks. Kemudian juga terkait dengan isu pindah memilih dan efektivitas program relawan demokrasi untuk melakukan sosialisasi terhadap kelompok pemilih perempuan,” jelasnya (13/2/2019). Menanggapi yang diutarakan Wiwik, Divisi SDM dan Litbang KPU Jatim, Rochani menyatakan KPI ini memiliki peranan penting. “KPI bisa memberikan edukasi yang benar atau pemahaman yang benar kepada teman-teman, tidak hanya pemilih perempuan, tapi juga kelompok-kelompok aktivis perempuan. Karena kelompok-kelompok aktivis perempuan itu dekat dan punya nilai strategis terhadap pemilih perempuan,” terangnya. Rochani melanjutkan, “Melalui mereka pula KPU dapat membangun sinergitas dalam rangka memberikan edukasi dan sosialisasi kepada pemilih perempuan. Untuk membangunkan kesadaran kepada pemilih perempuan untuk bisa menggunakan hak pilihnya dengan benar ke TPS. Untuk bisa berperan secara aktif dalam penyelenggaraan kepemiluan”. Dari hasil audiensi ini, menurut Rochani, KPU Jatim akan mensinergikan kegiatan serta program sosialisasi dan pendidikan pemilih yang berbasis perempuan dengan KPI. Sedangkan beberapa rekomendasi yang yang memang itu termasuk tugas dan kewajiban KPU, akan diperhatikan. “Kendati demikian, sebelumnya perlu Kita klarifikasi terlebih dahulu terkait dengan kebenaran isu tersebut,” tutup mantan Ketua KPU Kota Batu ini. Audiensi berlangsung dari jam 3 sore sampai dengan setengah 5 sore. Berempat di ruang rapat lantai I kantor KPU Jatim. (AACS)

JELANG FASILITASI IKLAN KAMPANYE DI MEDIA MASSA, KPU JATIM TERIMA DESAIN & MATERI CALON DPD

Surabaya, jatim.kpu.go.id- Menjelang tahapan fasilitasi iklan kampanye di media massa, Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) melaksanakan penerimaan desain dan materi iklan kampanye Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Perwakilan Jawa Timur hari ini (Selasa,12/3/). Penerimaan desain dan materi ini dilakukan mulai dari jam 8 pagi sampai dengan jam 4 sore di aula lantai II, kantor KPU Jatim. Divisi Sosdiklih dan Parmas KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro menuturkan pelaksanaan tahapan kampanye melalui media massa ini akan dimulai besok tanggal 24 Maret sampai dengan 13 April 2019 nanti. “Dalam rangka fasilitasi iklan kampanye di media massa oleh KPU Jatim, maka Calon DPD diminta untuk menyerahkan desain dan materi iklan,” tuturnya (12/3/2019). Untuk penerimaan desain dan materi iklan kampanye DPD di media massa, menurut Gogot, KPU Jatim telah menyiapkan 3 (tiga) Tim yang melayani penerimaan. “Mereka ini yang membantu mengecek apakah desain dan materi yang diserahkan sudah sesuai dengan jenis, jumlah dan spesifikasi yang telah ditentukan di dalam Peraturan,” ujar Divisi Sosdiklih dan Parmas KPU Jatim ini. Gogot mengimbuhkan pula, untuk konten dari desain dan materi iklan kampanye di media massa akan dicek oleh Bawaslu Jatim. “Pada acara approval besok ini. Hari Rabu, tanggal 13 Maret 2019,” pungkasnya. (AACS)

TERIMA AUDIENSI, KPU JATIM SAMPAIKAN AKAN MASUKKAN 32 WARGA KEDIRI PADA DPK PEMILU 2019

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) akan memfasilitasi memasukkan 32 orang warga Desa Jambean, Kecamatan Keras, Kabupaten Kediri yang namanya belum tercatat di Daftar Pemilihan tetap (DPT) ke dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK) Pemilu 2019 di Jatim. Demikian disampaikan Ketua KPU Jatim, Choirul Anam saat menerima audiensi warga Desa Jambean Kediri. Ketua KPU Jatim menyampaikan bahwa KPU telah menerima laporan warga Desa Jambean Kecamatan Keras Kabupaten Kediri yang namanya tidak masuk dalam DPT Pemilu 2019. “Menindaklanjuti laporan tersebut, Kami kemudian mendalami dan melakukan proses penelusuran atas hilangnya nama tersebut dari DPT. KPU Jatim pun telah menemukan permasalahannya. Nama-nama Bapak/ Ibu dari Jambean ini terdeteksi oleh KPU itu ganda dengan pemilih di luar negeri," jelasnya (12/3). Anam melanjutkan, “Secara faktual, 32 orang yang hilang namanya di DPT tersebut memang warga Kediri dan saat ini tinggal di desanya. Memang tidak pernah ke luar negeri. Artinya ada dugaan pemalsuan (identitas-red) oleh oknum yang kurang bertanggung jawab dengan menggunakan data Bapak/ Ibu untuk dipakai sebagai paspor atau identitas lain ke luar negeri”. Ketua KPU Jatim mengungkapkan pula bahwa 32 orang warga Kediri ini bisa difasilitasi hak pilihnya, jadi sementara didata dulu. “Selanjutnya, Kami akan memasukkan sebagai Daftar Pemilih Khusus (DPK). Dan Kami juga sudah berkoordinasi dengan Bawaslu Provinsi Jatim maupun Bawaslu Kabupaten Kediri meminta rekomendasi agar 32 orang ini bisa dimasukan menjadi DPT,” ungkap Anam. Jika 32 warga ini masuk ke dalam DPK, maka tetap bisa melakukan pencoblosan lima surat suara. Akan tetapi, tata cara pemilihannya yang berbeda. Hak pilih bisa digunakan satu jam sebelum pemungutan suara berakhir, atau dari jam 12.00 s.d 13.00 WIB. “Sampai saat ini KPU masih akan terus berupaya agar 32 orang warga Jambean masuk DPT, syaratnya satu yaitu rekomendasi dari Bawaslu Kabupaten Kediri. Kami punya target maksimal tanggal 17 Maret ini sudah clear, karena tanggal 18 Maret akan dilaksanakan proses rekap terkait perbaikan DPT,” pungkasnya. Audiensi dilaksanakan  di ruang Media Center KPU Jatim. Berlangsung dari jam 9 pagi sampai dengan selesai. (AACS)

PIMPIN APEL PAGI, KETUA KPU JATIM INGATKAN KERJA AKSELERASI JELANG PEMILU

Sua   Surabaya, jatim.kpu.go.id- Senin kali ini (11/3) Apel Pagi Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) nampak istimewa. Ketua KPU Jatim, Choirul Anam memimpin Apel yang dilaksanakan di halaman belakang kantor. Pada kesempatan ini, Ketua KPU Jatim mengingatkan kerja akselerasi kepada seluruh staf Sekretariat jelang 37 hari sebelum hari pemungutan suara. Mantan Komisioner KPU Kota Surabaya ini memaparkan bahwa Pemilu kali ini yang paling luar biasa ribet. “Tapi bukan berarti membuat Kita putus asa. Namun, Kita harus berupaya agar pemilu 2019 ini berjalan lebih baik dan sukses. Dan Saya yakin dengan pengalaman kita semua di Pillgub 2018 lalu, KPU Provinsi Jawa Timur dapat menjalani tahapan pemilu dengan baik,” ujarnya (11/3/2019). Berikutnya, hari pemungutan suara ini kurang 37 hari lagi. “Atas kondisi ini, Saya harapkan Kawan-kawan bisa mengikuti akselerasi irama dari pemilu Kita. Artinya sekarang sudah tidak bisa lagi santai-santai. Tolong semuanya betul-betul melaksanakan semua instruksi. Jangan menunggu, jika memang sudah ada instruksi A, segera dieksekusi. Saya harap percepatan-percepatan pekerjaan Kawan-kawan dapat dilaksanakan dengan baik,” harap Anam. Terakhir, Ketua KPU Jatim juga menyampaikan bila saat ini menyediakan semacam kotak aspirasi yang bisa dimanfaatkan seluruh keluarga besar KPU Jatim untuk menyampaikan aspirasi, saran, kritik dan masukan. “Tentunya, kotak aspirasi ini akan ditempatkan di tempat yang nyaman,” tutupnya. Apel Pagi dimulai dari pukul 08.00 WIB pagi sampai dengan kurang lebih pukul 08.20 WIB. Usai mengikuti Apel, seluruh staf bergegas kembali ke meja kerjanya masing-masing. (AACS)