Berita Terkini

GANDENG KOMISI II DPR RI, KPU BERIKAN PENDIDIKAN PEMILIH PADA MASYARAKAT

Jember, jatim.kpu.go.id- Hari ini (Sabtu, 30/3), Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) menggandeng Komisi II DPR RI untuk memberikan sosialisasi dan Pendidikan pemilih kepada masyarakat. Sosialisasi dan pendidikan pemilih kali ini dilaksanakan di Balai Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. Hadir sebagai narasumber dari Komisi II DPR RI, Arif Wibowo. Sedangkan dari KPU diwakili oleh Divisi Sosdiklih dan Parmas KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro sebagai narasumber. Sementara itu, undangan terdiri dari Muspika, Camat Ajung, Kapolsek, PPK, PPS setempat, dan sebagainya. Sedangkan peserta adalah masyarakat sekitar Kecamatan Ajung Kabupaten Jember. Komisi II DPR RI, Arif Wibowo saat memulai paparannya menuturkan bahwa kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih dalam tahapan pemilu 2019 ini dimaksudkan untuk memberikan informasi yang penting dan perlu diketahui oleh masyarakat terkait kepemiluan. “Kegiatan ini penting agar masyarakat mengetahui dan memahami hal-hal yang prinsip mengenai pemilu serentak tahun 2019,” tutur Arif (30/3/2019). Arif melanjutkan, “Kemudian KPU dalam melakukan kegiatan sosialisasi dan Pendidikan pemilih ini menggandeng Komisi II DPR RI, karena memang Komisi II yang memproduksi Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu Serentak ini”. Dalam paparannya, Arif Wibowo menyampaikan 3 hal penting yang termuat di Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 yang menjadi musuh bersama bangsa ini saat ini, yakni politik uang, hoaks, dan ujaran kebencian. “Politik uang akan merendahkan harkat dan martabat rakyat sendiri. Karena politik uang, menyebabkan banyak wakil rakyat yang tidak peduli pada rakyatnya, maka dari itu, politik uang harus ditolak. Kedua, berita hoaks/ bohong, jangan mudah dipercaya. Tugasnya yang hadir saat ini, ikut menjelaskan pada orang-orang di sekitarnya agar tidak mudah percaya pada berita bohong yang disebarkan di media sosial. Ketiga, musuh bersama saat ini yakni terkait juga ujaran kebencian. Kita tidak boleh mudah terprovokasi dengan ujaran kebencian. Mari Kita bersama-sama melawan ketiga musuh bersama ini,” tegas Arif. Berikutnya, Divisi Sosdiklih dan Parmas KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro lebih menjelaskan mengenai teknis kepemiluan, diantaranya terkait jam dan tanggal pemungutan suara, jumlah surat suara, tata cara mencoblos, daftar pemilih, dan sebagainya. Menutup paparannya Gogot berharap masyarakat menggunakan hak pilihnya pada tanggal 17 April 2019 nanti. “Dan jangan lupa, informasi ini jangan sampai berhenti pada Bapak Ibu. Sampaikan pula informasi mengenai pemilu 2019 ini kepada orang-orang di sekitar Bapak Ibu,” tutup Gogot. Kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih ini berlangsung dari jam 11 siang sampai dengan jam setengah 3 sore. (AACS)

MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI UNAIR, BELAJAR PRODUKSI ILM UNTUK PEMILIH PEMULA KE KPU JATIM

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Sebanyak lima puluh (50) orang mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya kunjungi Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (26/3). Kunjungan ini dalam rangka belajar mengenai riset dan produksi Iklan Layananan Masyarakat (ILM) untuk pemilih pemula. Lima puluh orang mahasiswa Ilmu Komunikasi UNAIR ini didampingi dua dosen pendamping, yakni Titiek Puji Rahayu & Kandi Ariani Suwito. Nampak menerima kunjungan, Divisi Sosdiklih dan Parmas KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro serta Divisi Data dan Informasi, Nurul Amalia. Komisioner KPU Jatim, Nurul Amalia memberikan apresiasi yang sangat luar biasa kepada para mahasiswa, yang bisa berkreasi di luar ekspektasi KPU. “Adik-adik ini tidak hanya sekedar membuat iklan layanan masyarakat, tetapi juga didasarkan pada data hasil riset yang telah dilakukan,” ujar Nurul. Senada dengan Nurul, Divisi Sosdiklih dan Parmas KPU Jatim, Gogot menyampaikan apa yang dilakukan oleh mahasiswa Ilkom UNAIR ini sangat menarik. “Hal ini merupakan bentuk sosialisasi yang menyasar kepada segmen, yaitu pemilih pemula dan pemilih pemuda. Karena teman-teman ini tidak hanya sebagai sasaran sosialisasi, namun juga sebagai pelaku sosialisasi yang telah membantu penyelenggara,” terang Gogot. Dalam menyusun materi iklan layanan masyarakat, Gogot menerangkan agar memperhatikan beberapa hal. “Misalnya, konten iklan yang menyasar kepada segmen,  menggunakan bahasa yang menarik, penyertaan gambar dalam ILM lebih baik seorang publik figur agar masyarakat lebih mudah mengenal. Dan juga karakter sebuah gambar, jangan sampai gambar yang disertakan dalam desain menjadi bias, tidak menunjukkan pemilu atau KPU. Lalu, memunculkan ikon KPU (logo, maskot pemilu, dll), Serta tidak ada kecenderungan berpihak ke salah satu peserta pemilu, dan yang tak kalah penting adalah mengintegrasikan kearifan lokal, akan semakin menjadi nilai tambah,” pungkasnya. (AACS)

TERUS UPAYAKAN PENINGKATAN PARMAS PEMILU 2019, KPU JATIM SOSIALISASI DI KAWASAN RAWAN BENCANA

  Ponorogo, jatim.kpu.go.id- Tahapan pemungutan suara pemilu 2019, tanggal 17 April 2019 semakin dekat. Dalam hal ini, Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) terus melakukan upaya-upaya agar partisipasi masyarakat dalam pemilu 2019 semakin meningkat. Kali ini KPU Jatim sasar pemilih di kawasan rawan bencana untuk melakukan sosialisasi. Sosialisasi dilakukan di daerah Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, bekerja sama dengan Pengurus Cabang Anshor Ponorogo. Peserta sosialisasi terdiri dari 200-an masyarakat sekitar dan anggota Anshor. Serta turut diundang Forkopimda Kecamatan Ngebel. Sementara itu narasumber berasal dari KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro, KPU Kabupaten Ponorogo, Arwan Hamidi, serta dari unsur akademisi, Fatchul Aziz. Komisioner KPU Jatim, Gogot di sela-sela sambutannya menyampaikan bahwa sosialisasi yang dilakukan KPU saat ini berbasis daerah rawan bencana. “Tidak kemudian berharap terjadi bencana. Namun, KPU berupaya memprioritaskan dan memastikan daerah yang ada di kawasan rawan bencana, seperti di pegunungan, di sekitar pantai agar tetap bisa menggunakan hak pilihnya pada pemilihan umum nanti,” tutur Gogot (24/3). Gogot melanjutkan, selain memprioritaskan sosialisasi di Kawasan rawan bencana, KPU juga memprioritaskan daerah-daerah yang di situ rawan konflik. “Lalu daerah yang rawan akan pelanggaran pemilu, partisipasi masyarakatnya rendah, kawasan terluar atau adat, dan sebagainya,” jelasnya. Komisioner KPU Jatim ini selanjutnya di dalam paparannya, diantaranya menjelaskan mengenai tata cara mencoblos, macam-macam surat suara dalam pemilu 2019 nanti, pelaksanaan pemilu 2019, simulasi konversi suara, peran serta pemilih dalam pemilu, menjadi pemilih yang cerdas, dan sebagainya. (AACS)

GELAR KONSER MUSIK RAKYAT SADAR PEMILU 2019, KPU JATIM UNDANG MASYARAKAT UMUM

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) mengundang masyarakat umum menghadiri Konser Musik Rakyat Sadar Pemilu 2019 “Pemilih Berdaulat, Negara Kuat”. Konser musik rakyat ini digelar di depan Fakultas Teknik Universitas Surabaya (UNESA) Ketintang, besok, Sabtu tanggal 23 Maret 2019, jam 1 siang. Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat (Sosdiklih dan Parmas) KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro menuturkan konser musik ini merupakan acara nasional, namun tidak serentak dilaksanakan. “KPU Kabupaten/ Kota juga mengadakan konser musik yang serupa ini di tempatnya masing-masing,” kata Gogot (22/3/2019). Konser Musik Rakyat Sadar Pemilu 2019 dengan tema Pemilih Berdaulat, Negara Kuat ini salah satu cara sosialisasi KPU yang dikemas dengan menggembirakan. “Prinsipnya materi sosialisasi disampaikan dengan menarik, kreatif serta cara penyampaiannya menghindari model sosialisasi monologis,” ujarnya. Tujuan digelar Konser Musik Rakyat Sadar Pemilu 2019 menurut Gogot sebagai wadah sosialisasi dan edukasi KPU dengan cara yang menggembirakan, serta memberikan hiburan kepada masyarakat. Konser Musik Rakyat KPU Jatim ini akan dimeriahkan oleh bintang dangdut Jawa Timur, seperti Gery Mahesa, Vibri Viola, Lala Widi, Wawa Widi, Nasha Aqila. Dengan pembawa acara Candra Jami dan Lenny Twok. Selain itu, acara ini semakin meriah dengan adanya tari kontemporer Genjring Party, penampilan sulap, simulasi, games dan doorprise. “Saya berharap masyarakat Jawa Timur, khususnya Surabaya dapat bergabung dalam Konser Musik Rakyat Sadar Pemilu 2019 ini. Acara ini gratis, tidak dipungut biaya, dan ada doorprise-nya juga. Monggo, besok silahkan merapat ke lapangan depan Fakultas Teknik UNESA di Ketintang Surabaya,” ajak Gogot mengakhiri wawancara. (AACS)

RAPAT PLENO KPU JATIM, REKAP DAFTAR PEMILIH TAMBAHAN SEBANYAK 112.256 PEMILIH

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) hari ini (Kamis, 21/3) menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) Tahap 2 di hotel Narita Surabaya. Rapat Pleno merekap jumlah pemilih tambahan di Jawa Timur mencapai 112.256 pemilih. Ketua KPU Jatim, Choirul Anam dalam arahannya menyampaikan dari DPTb tahap 1 yang jumlah pemilih tambahannya sejumlah 61.719 pemilih, saat ini pada DPTb tahap 2, tercatat jumlah pemilih tambahan di Jawa Timur sebesar 112.256 pemilih. “Adapun daerah yang paling banyak menyumbangkan DPTb yakni, Kota Malang dan Kota Surabaya, dan Kota Kediri. Masing-masing mencapai 14.514 pemilih, 13.811 pemilih, dan 8.578 pemilih,” jelas Anam (21/3/2019). Dari sejumlah 112.256 pemilih tambahan, terekap pemilih masuk yang mengurus di daerah  asal sebanyak 12.373 pemilih. “Dengan rincian pemilih laki-laki sejumlah 6.811 pemilih, dan pemilih perempuan sejumlah 5.562 pemilih. Yang tersebar di 5.115 TPS, 2.288 Desa/ Kelurahan, 575 Kecamatan, dan 38 KPU Kabupaten/ Kota,” ujarnya. Berikutnya, menurut Anam, pemilih masuk yang mengurus di daerah tujuan ada 99.883 pemilih. “Mereka ini terdiri dari 53.455 laki-laki, dan 46.428 perempuan. Tersebar di 11.033 TPS, 2.876 Desa/ kelurahan, 542 Kecamatan, serta 38 Kabupaten/ Kota,” ungkap Ketua KPU Jatim. Diketahui dari Rapat Pleno DPTB 2 ini, ada penambahan TPS berbasis DPTb sebanyak 198 TPS. Dimana tersebar di 72 Desa/ Kelurahan, 58 Kecamatan, dan 32 Kabupaten/ Kota. Selain itu, juga ada pengurangan TPS berbasis DPT sebanyak 2 TPS, di 2 Desa/ Kelurahan, 2 Kecamatan, dan 1 Kabupaten/ Kota. Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPTb 2 mengundang Ketua serta Divisi Data dan Informasi dari 38 KPU Kabupaten di Jawa Timur, peserta pemilu 2019, Bawasprov Jatim, serta stakeholder terkait.. Sedangkan dari KPU Jatim turut hadir seluruh Komisioner serta Sekretaris KPU Jatim. (AACS)

SIAPKAN FASILITASI IKLAN KAMPANYE & RAPAT UMUM, KPU JATIM KOORDINASI BERSAMA KABUPATEN/ KOTA

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Dalam rangka mempersiapkan fasilitasi penayangan iklan kampanye dan rapat umum pada pemilu serentak 2019, yang akan dimulai tanggal 24 Maret sampai 13 April 2019 nanti, Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) mengadakan rapat koordinasi (rakor) bersama dengan KPU Kabupaten/ Kota. Rakor Fasilitasi Kampanye Pemilu Tahun 2019 Melalui Metode Rapat Umum dan Iklan Kampanye dilaksanakan di aula lantai II kantor KPU Jatim, jalan Raya Tenggilis Nomor 1 Surabaya. Rakor ini sengaja mengundang Komisioner yang membidangi kampanye dan operator SIKAM (Sistem Informasi Kampanye) dari 38 KPU Kabupaten/ Kota di Jawa Timur. Ketua KPU Jatim, Choirul Anam dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan KPU saat ini luar biasa padat. KPU Kabupaten/Kota diharapkan menjaga stamina tubuh dan pikiran. “Serta dapat melaksanakan tahapan tepat waktu dan jangan sampai ditunda,” ujarnya (19/3/2019). Lebih lanjut, Anam menuturkan pemilu 2019 ini merupakan tantangan bagi penyelenggara, akankah mampu melaksanakan pemilu dengan baik. “Untuk itu, meskipun berbeda Divisi diharapkan dapat memahami semua tahapan. Harap memaksimalkan pertemuan-pertemuan untuk sharing. Pembagian kedalam divisi-divisi bertujuan untuk pembagian tanggung jawab, bukan berarti memisahkan. Diharapkan semua saling mendukung baik komisioner maupun sekretariat,” tandas Anam. Berikutnya, Divisi Sosdiklih dan Parmas KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro dalam arahannya mengungkap rakor ini penting diadakan. “Karena KPU Kabupaten/ Kota agar mampu menjelaskan pada peserta pemilu mengenai penjelasan penambahan iklan dan fasilitasi iklan di website, facebook dan Instagram. Serta pelaksanaan rapat umum di masing-masing Kabupaten/ Kota di wilayah Jawa Timur,” jelas Gogot kepada peserta rakor. Usai pembukaan acara dan pengarahan, acara dilanjutkan dengan materi fasilitasi iklan kampanye serta rapat umum. Setelah materi, peserta diajak untuk membahas bersama draf  Surat Keputusan tentang Penetapan Jadwal Kampanye Rapat Umum. Rakor Fasilitasi Kampanye Pemilu Tahun 2019 Melalui Metode Rapat Umum dan Iklan Kampanye dilaksanakan selama 2 (dua) hari, Selasa-Rabu, tanggal 19 sampai dengan 20 Maret 2019. (AACS)