Berita Terkini

PENINGKATAN PARTISIPASI PEMILIH, POIN PENTING DALAM MENYUKSESKAN PILKADA SERENTAK

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Upaya peningkatan partisipasi pemilih oleh penyelenggara pemilihan bersama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) menjadi poin penting dalam menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2018. Demikian salah satu hal yang disampaikan oleh Kepala Bakesbangpol Jatim, Jonathan Judianto pada talkshow dengan tema Mekanisme dan Prosedur Pemilihan Kepala Daerah, yang diadakan Bakesbangpol Jatim. Talkshow digelar di aula lantai II Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim), hari ini, Selasa (23/1), dengan diikuti oleh 100 orang peserta yang mayoritas berasal dari kalangan perguruan tinggi. Hadir sebagai narasumber dalam acara yang dipandu oleh Suko Widodo (Dosen Unair-red) ini, diantaranya Jonathan Judianto (Kepala Bakesbangpol Jatim), Dewita Hayu Shinta (Komisioner KPU Jatim), Muhammad Amin (Ketua Bawaslu Jatim), dan Gitadi Tegas Supramudyo (Dosen Unair). Dalam materinya, Kepala Bakesbangpol Jatim, Jonathan Judianto menyampaikan untuk mensukseskan Pilkada Serentak 2018, diantaranya ada Pemda dan Penyelenggara Pemilihan yang memiliki peran penting. “Pemda membantu Penyelenggara Pemilihan dalam menyediakan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4), lalu menyediakan anggaran, membantu menjaga netralitas ASN, dan juga membantu meningkatkan partisipasi pemilih,” jelas Jonathan. Jonathan melanjutkan, “Peningkatan partisipasi pemilih yang Kita dalam hal ini Pemda dan Penyelenggara lakukan, menjadi poin penting atau kunci untuk menyukseskan Pilkada Serentak 2018”. Berikutnya, Divisi Umum; Keuangan dan Logistik KPU Jatim, Dewinta Hayu Shinta, mengungkapkan jika KPU sebagai penyelenggara pemilihan, dalam meningkatkan partisipasi pemilih melakukan sosialisasi ke beberapa segmentasi. “Dan inovasi terbaru Kita di masa milenial ini dengan menambah segmentasi netizen atau warga internet”, ungkap perempuan yang akrab disapa Shinta ini. (MC – LNC/TUNG/BAY)

RAKOR DENGAN KPU KABUPATEN/ KOTA, KPU JATIM BAHAS VERIFIKASI PARPOL & PILKADA 2018

    Surabaya, jatim.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim), melakukan rapat koordinasi (Rakor) dengan KPU Kabupaten/ Kota se-Jatim, di ruang pleno kantor KPU Jatim, jalan Raya Tenggilis Nomor 1 Surabaya hari ini (Senin, 22/01). Rakor membahas terkait verifikasi partai politik (verpol) dan perkembangan Pilkada serentak sampai dengan saat ini. Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito menyatakan, pihaknya mengundang seluruh ketua KPU Kabupaten/ Kota untuk hadir ke kantor KPU Jatim, dalam rangka rakor. Kebetulan juga, hampir seluruh Ketua KPU Kabupaten/ Kota sedang berada di Kota Surabaya, mengikuti rakor dengan Polda Jatim. “Sekalian saja Kita koordinasi terkait perkembangan isu kekinian yakni verpol, serta perkembangan tahapan Pilkada serentak,” ujarnya. Eko menjelaskan, terkait verpol sendiri mengacu pada surat edaran yang sudah ada. Dalam surat edaran sendiri, juga ada beberapa petunjuk atau aturan dalam PKPU bahwa perbaikan harus dimulai dari nol, sedangkan dalam Surat Edaran (SE) sendiri tertera untuk tidak perlu dari awal. Berhubung setiap KPU Kabupaten/ Kota berbeda-beda dalam menyikapi hal tersebut, Eko menyampaikan sepenuhnya diserahkan kepada Kabupaten/ Kota. Termasuk sudah dikomunikasi dan disampaikan pada parpol yang pernah menghubunginya, disarankan untuk berkoordinasi dengan Kabupaten/ Kota setempat. “Terkait verpol, bagaimana baiknya silahkan saja koordinasi dengan parpol di tingkatan masing-masing,” terangnya. Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Nganjuk, Agus Rahman memperjelas yang telah disampaikan KEtua KPU KPU Jatim jika dalam pertemuan ini tidak hanya persoalan verpol saja yang jadi bahasan. Ada hal lain yang juga dibahas, termasuk laporan terkini dan sekaligus persiapan dari 18 Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pilkada Serentak 2018. “Koordinasi sekaligus menyampaikan kondisi terkini, terutama dari kabupaten/kota yang Pilkada serentak,” ucapnya. (MC – TUNG/BAY)

RAKOR POLDA JATIM BERSAMA KPU, BAHAS PENGAMANAN PILKADA JATIM SERENTAK

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menggelar rapat koordinasi (rakor) pengamanan Pilkada Jatim Serentak 2018 di Hotel Wyndham, jalan Basuki Rahmat Surabaya, Senin (22/01). Rakor dilaksanakan bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim. Hadir dalam Rakor juga terdapat 233 orang peserta, diantaranya terdapat Dir Intelkam Polda Jatim, Kabag OPS dan Kasat Intel Polrestabes/Polresta/Polres jajaran Polda Jatim, serta dari jajaran TNI.   Kapolda Jatim Irjen Polisi, Machfud Arifin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rakor ini sekaligus juga membahas tentang kesiapan masing masing Kasatwil dalam menyikapi Pilkada Serentak di Jatim. “Bila belajar dari pengalaman pengamanan Pelaksanaan Pilkada Kota Batu setahun yang lalu, kondisi memang aman terkendali dan kondusif. Cuma, untuk Pilgub Jatim dan Pilkada Serentak di 18 Kabupaten tetap membutuhkan pengamanan yang lebih ekstra,” tutur Kapolda Jatim. Untuk itu, dia memerintahkan anggota jajaran lainnya agar terus meningkatkan kewaspadaan dalam hal yang berkaitan dengan pengamanan. Terlebih dengan kondisi geografis di Jatim, dan terutama 18 Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan Pilbup/ Pilawali dengan tingkat kerawanan yang berbeda-beda. “Yang pasti untuk personel akan disiapkan sepertiga kekuatan, dalam pengamanan Pilkada Jatim 2018 ini,” terangnya. Dalam hal yang berkaitan dengan potensi konflik. Kapolda mengapresiasi atas  kematangan berpolitik masyarakat Jatim, cukup diacungi jempol karena sejauh ini situasi aman terkendali. Menurutnya, di Jatim kerukunan dan keguyuban bisa dirasakan oleh setiap warganya. “Sejauh ini tercipta kondisi yang aman dan kondusif. Mudah-mudahan sampai nanti selesainya Pilkada juga kondisinya sama,” harapnya. Sementara itu, Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito berharap dengan adanya rakor ini, seluruh stakeholder terkait bisa berkoordinasi dengan baik. “Baik itu koordinasi dengan jajaran Polri dan TNI, serta Bawaslu Jatim. Sehingga pelaksanaan Pilkada Jatim dapat berjalan dengan lancar dan aman,” jelas Eko.   (MC – LNC/TUNG/BAY)

GILIRAN KHOFIFAH – EMIL SERAHKAN PERBAIKAN BERKAS SYARAT CALON

  Surabaya, jatim.kpu.go.id – Kedua Bakal Pasangan Calon (Bacalon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, sudah melengkapi berkas syarat yang belum lengkap. Keduanya, menyerahkan secara bergantian di ruang help desk KPU Jatim, dengan rentang waktu yang berbeda. Usai Bacalon Saifullah Yusuf – Puti Guntur Soekarno yang menyerahkan kelengkapan berkas melalui liaison officer (LO), Jum’at (19/1) malam. Giliran Bacalon Khofifah Indar Parawansa – Emil Elestianto, yang melalui LO-nya juga menyerahkan beberapa kekurangan berkas syarat calon Sabtu (20/1) siang. LO Bacalon dari Khofifah – Emil sebanyak tiga orang diterima langsung oleh Divisi Teknis KPU Jatim Muhammad Arbayanto. Beberapa berkas dan dokumen yang diserahkan, diteliti oleh tim dari KPU Jatim dengan memakan waktu yang cukup lama, karena mengantisipasi terjadi kesalahan dan hal yang tidak diinginkan. “Berkas syarat calon yang menjalani masa perbaikan, sudah kami terima. Semalam yang saya terima dari LO Gus Ipul – Mbak Puti, hari ini dari LO-nya Ibu Khofifah – Mas Emil,” ujar Arbayanto. Pria yang akrab dipanggil Arba ini menjelaskan, berkas yang diterima memang sudah lengkap. Cuma, pihaknya masih akan melakukan tahap penelitian perbaikan syarat calon dari kedu Bacalon yakni Khofifah – Emil dan Saifullah – Puti. Adapun masa penelitian dilakukan hingga sampai 27 Januari 2018 mendatang. Usai dilakukan penelitian syarat calon, pihak KPU Jatim akan melanjutkan dengan tahapan penetapan pasangan calon yang akan dilaksanakan 12 Februari 2018 nanti. Satu hari setelah penetapan pasangan calon, dilanjut dengan tahapan pengundian dan sekaligus pengumuman nomor urut pasangan calon. “Untuk pengundian pasangan calon akan dilakukan 13 Februari 2018, sehari setelah penetapan dan sekaligus juga diumumkan nomor urutnya,” ungkapnya. Sementara itu, LO dari Bacalon Khofifah – Emil yakni Hadi Mulyo Utomo. mengaku jika pihaknya memilih hari terakhir untuk menyerahkan berkas atau syarat calon yang menjalani masa perbaikan. Itu karena lebih pada adanya jarak yang cukup jauh, terutama untuk menemui dua calon yakni Khofifah - Emil. Dia mengaku beberapa berkas syarat calon yang mengalami masa perbaikan, sudah diserakan semua ke KPU Jatim. Beberapa di antaranya seperti keterangan bebas pajak, LHKPN dan daftar tim kampanye. “Sebenarnya tidak ada kesulitan, cuma antara bu Khofifah dan pak Emil kan jaraknya jauh. Pak Emil kan di Jakarta, sehingga harus pergi pulang ke Jakarta untuk meminta tanda tangan berkas,” pungkasnya. (MC – BIB/BAY)

GERAKAN COKLIT SERENTAK 2018 MASUK REKOR MURI: KPU RI GELAR TELECONFERENCE

  Surabaya, jatim.kpu.go.id – Rangkaian dari kegiatan Gerakan Coklit Serentak 2018, dilanjutkan dengan teleconference dengan seluruh KPU Provinsi se-Indonesia. Selanjutnya, ditutup dengan penerimaan piagam penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI). Penghargaan diberikan langsung oleh Ketua Umum MURI Jaya Suprana, kepada Ketua KPU RI Arief Budiman, di aula lantai II kantor KPU Jatim Jalan Raya Tenggilis Surabaya. Ketua Umum MURI Jaya Suprana menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh KPU dalam melakukan gerakan Coklit serentak patut diapresiasi. Sebab, selain kerja keras untuk keberlangsungan demokrasi, juga di sisi lain menjadi bagian untuk memastikan akan hak pilih dari masyarakat. “Gerakan Coklit serentak yang dalam satu hari berhasil mencoklit jutaan warga ini, sebenarnya layak untuk masuk museum rekor dunia,” ujarnya. Dia menambahkan, apa yang dilakukan oleh KPU dalam mendatangi langsung masyarakat calon pemilih merupakan langkah yang terus dipertahankan. Sudah selayaknya, apa yang menjadi kerja dari KPU layak dijadikan referensi bagi negara lain dalam hal berdemokrasi. “Dengan ini kami serahkan rekor MURI untuk gerakan coklit yang dilakukan secara serentak se-Indonesia, mungkin juga baru pertama di dunia,” terangnya. Ketua KPU RI Arief Budiman menyakan perolehan piagam MURI akan menjadi penyemangat dari seluruh penyelenggara dalam menjalankan Coklit di seluruh Indonesia. Menurutnya, pelaksanaan coklit yang dimulai hari ini dan akan berlangsung selama 30 hari ke depan dengan standar target 1 petugas lima rumah per hari. “Harapan kami dalam sehari ada jutaan warga yang tercoklit, selain itu juga bisa mendapatkan informasi yang cukup,” terangnya. Sementara itu terkait teleconference yang dilakukan di seluruh KPU yang ada di Indonesia. Arief menyatakan hal itu juga merupakan terobosan baru, terutama dalam rangka memantau Gerakan Coklit Serentak. Sekaligus untuk koordinasi dengan seluruh KPU yang sudah memulai coklit. Dia juga mengundang seluruh stakeholder, dengan harapan bisa tahu dengan apa yang sudah dikerjakan oleh KPU terkait Coklit. Sekaligus juga menjadi penyemangat untuk seluruh KPU yang ada di Indonesia, karena apa yang dikerjakan dipantau langsung oleh stakeholder di tingkat nasional mulai dari Bawaslu RI sampai Komnas HAM. “Dengan dilakukan teleconference, seluruh KPU yang ada di Indonesia bisa tahu kalau juga jadi perhatian dari jajaran stakeholder,” pungkasnya. Perlu diketahui, Gerakan Coklit Serentak yang digelar di Surabaya melibatkan Kartolo dan Imam Utomo sebagai ikon. Harapannya, Kartolo yang merupakan seniman ludruk dan Imam Utomi sebagai mantan Gubernur Jawa Timur, akan menjadi daya tarik dan panutan dari warga Jawa Timur yang akan menggelar Pilkada serentak. “Masing-masing tempat kami memilih tokoh-tokoh publik, yang diharapkan bisa menjadi pendorong bagi pemilih yang lain untuk ikut aktif dalam pemutakhiran data pemilihan,” ucapnya.   (MC – LNC/BIB/TUNG/TRIS/ANY/BAY)

COKLIT JADI PENYEMPURNA DATA PEMILIH: WARGA HARUS BERPARTISIPASI AKTIF

  Surabaya, jatim.kpu.go.id– Gerakan pencocokan dan penelitian (Coklit) yang dilakukan, merupakan bagian upaya dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menyempurnakan data pemilih sebelum ditetapkan menjadi DPT (Data pemilih Tetap). Demikian disampaikan oleh Ketua KPU Republik Indonesia, Arief Budiman dalam sambutannya, di acara apel dalam rangka Gerakan Coklit Serentak Nasional pagi ini, Sabtu (20/1) di Balaikota Surabaya. Arief menjelaskan, bahwa KPU telah membuat inisiatif gerakan coklit nasional yang dilakukan serentak di hari pertama Gerakan Coklit Serentak se-Indonesia. Soal kenapa hal itu dilakukan di awal, menurutnya karena kegiatan ini bertujuan menjadi pengingat kepada semua pihak bahwa akan mulainya suatu pekerjaan. “Sebab kultur kita yang terjadi, tugas selalu dikerjakan pada hari-hari terakhir dari jadwal dan KPU ingin mengubah kultur tersebut,” ujar Arief. Alumnus Universitas Airlangga itu menerangkan, gerakan coklit serentak menjadi pengingat bukan hanya pada penyelenggara pemilu, tapi juga kepada semua masyarakat pemilih. Minimal sudah dapat memulai mengecek, mengontrol daftar pemilih yang ada di wilayah masing-masing. Terkait simbol atau gambar tanda centang yang menjadi ikon pengingat dari Coklit. Arief menyampaikan bahwa gambar tersebut mengandung arti, bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPD) bukan pekerjaan yang berada di belakang meja, atau dalam ruangan, melainkan berada di lapangan dan bertemu langsung dengan warga. “Serta mengkonfirmasi langsung untuk melakukan pencocokan, mengecek data di setiap rumah warga,” terangnya. Perlu diketahui, dalam apel kesiapan yang bertempat di Balaikota Surabaya juga dihadiri oleh seluruh stakeholder dari KPU RI. Seperti Ketua Komisi II DPR RI Zainuddin Amali, Komisi III DPRD RI Adies Kadir, Anggota DKPP RI Muhammad Afifuddin, Ketua Ombudsman RI, Dirjen Dukcapil, Ketua Komnas HAM RI dan Walikota Surabaya Tri Risma Harini, serta seluruh jajaran KPU Provinsi Jawa Timur. Sementara itu, dalam sambutannya Walikota Surabaya Tri Risma Harini menghimbau agar petugas betul-betul melakukan kroscek saat Coklit. Itu karena menyangkut hak pilih dan masa depan warga, terutama yang akan menggunakan hak pilih dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim. Dia juga meminta agar petugas coklit untuk koordinasi dan konfirmasi kepada RT dan RW agar data lebih valid. Bila dalam hasilnya terdapat atau ada selisih, Risma meminta jangan sampai diambil keputusan sendiri, segera konfirmasikan dan konsultasikan “Tolong data yang ada betul-betul di kroscek, karena ini menyangkut masa depan warga di Jawa Timur,” pungkasnya. Terakhir, sebelum acara apel kesiapan selesai, seluruh, peserta bersama-sama mempraktekkan gerakan coklit nasional serentak. “Cocokkan Datanya, Teliti Bekerja”.   (MC – ANY/BIB/BAY)