Berita Terkini

BERSAMA KABUPATEN/ KOTA, KPU JATIM EVALUASI DAFTAR PEMILIH PEMILU 2019

  Gresik, jatim.kpu.go.id- Pasca 17 April 2019, Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) bersama dengan KPU Kabupaten/ Kota di wilayahnya melakukan evaluasi terhadap daftar pemilih pemilu tahun 2019. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, Senin-Selasa, tanggal 27 sampai dengan 28 Mei 2019. Bertempat di hotel Santika, jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo Nomor 788 Gresik. Rapat Evaluasi Penyusunan Daftar Pemilih Pemilu 2019 ini dihadiri oleh Ketua dan Anggota KPU Jatim. Serta mengundang Divisi Data dan Informasi KPU Kabupaten/ Kota, Kasubag Program dan Data, serta operator Sidalih dari masing-masing Kabupaten/ Kota. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, do’a, sambutan selamat datang KPU Kabupaten Gresik, sambutan dan pembukaan Ketua KPU Jatim, pengarahan umum, serta materi dan diskusi. Ketua KPU Jatim, Choirul Anam dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini perlu diadakan karena untuk melakukan evaluasi daftar pemilih pemilu 2019. “Meskipun KPU masih perlu melakukan penyusunan daftar pemilih atau input DPK sampai bulan Juni 2019. Kita juga merasa perlu melakukan evaluasi terhadap peningkatan DPK padahal proses  pemutakhiran daftar pemilih yang dilakukan oleh KPU pada tahun 2018 tahun 2019 sudah sangat luar biasa,” terangnya (27/5/2019). Anam melanjutkan, “Kegiatan pemutakhiran data pemilih pemilu yang dilakukan KPU ini begitu dramatis, kegiatan yang sifatnya kolosal ini melibatkan banyak personal, secara waktu juga begitu panjang, dan secara anggaran juga cukup besar. Namun, masih perlu Kita perbaiki lagi dan lagi. Harapannya hasil evaluasi ini akan sangat bermanfaat pula untuk persiapan Pilbup atau Pilwali tahun depan”. Mengakhiri sambutannya, pria yang akrab dipanggil Cak Anam ini mengungkapkan pula bahwa dalam kegiatan ini, selain ada pembahasan Daftar Inventaris Masalah daftar pemilih pemilu tahun 2019, akan ada materi dari Komisi Informasi Publik Provinsi Jawa Timur, Imadoeddin. Yang dijadwalkan mengisi materi mengenai standar layanan dan prosedur penyelesaian sengketa informasi pemilu dan pemilihan. (AACS)

KPU JATIM RAMPUNGKAN REKAPITULASI HASIL PEMILU 2019 TINGKAT PROVINSI DENGAN LANCAR

Surabaya, jatim.kpu.go.id- Rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara pemilu 2019 tingkat provinsi telah diselesaikan Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) hari ini (Sabtu, 11/5). Tahapan rekapitulasi ini berjalan lancar. Dimulai dari tanggal 5 sampai dengan 11 Mei 2019, di hotel Singgasana, jalan Gunungsari Surabaya. Ketua KPU Jatim, Choirul Anam menyampaikan bahwa rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara pemilu 2019 tingkat provinsi dimulai dengan pembacaan semua jenis pemilihan oleh KPU Kabupaten/ Kota. “Pembacaan hasil penghitungan perolehan suara mulai dari pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD, dan DPRD Provinsi,” ujarnya (11/5). Anam melanjutkan, “Setelah satu kabupaten/ kota menyelesaikan pembacaan, selanjutnya ada tindak lanjut DB2. Baru dilanjutkan dengan kabupaten/ kota yang lain”. Proses pembacaan hasil penghitungan perolehan suara, pembacaan berita acara, pengesahan dan penandatangan seluruh dokumen menurut Ketua KPU Jatim telah rampung dilakukan. “Dan alhamdulillah rekapitulasi ini berjalan dengan lancar,” katanya. Berikutnya, hasil rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara pemilu 2019 tingkat provinsi ini akan dibawa pada rekapitulasi di tingkat nasional. "Mungkin Kita akan berangkat tanggal 12 atau maksimal tanggal 13 ke KPU RI untuk melakukan proses rekapitulasi jenjang berikutnya, rekapitulasi nasional di kantor KPU RI di Jakarta," pungkasnya. (AACS)

GELAR REKAPITULASI TINGKAT PROVINSI, KETUA KPU JATIM HARAPKAN BERJALAN LANCAR

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) menggelar Rapat Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara Pemilu Tahun 2019 Tingkat Provinsi  Jawa Timur selama 5 hari, Minggu - Kamis, tanggal 5 – 9 Mei 2019. Ketua KPU Jatim, Choirul Anam berharap rekapitulasi tingkat provinsi yang digelar di hotel Singgasana jalan Gunungsari, Surabaya ini dapat berjalan lancar. Menurut Anam, tahapan rekapitulasi di tingkat provinsi ini merupakan bagian dari tahapan pelaksanaan pemilu tahun 2019 yang begitu panjang dan cukup menguras tenaga maupun pikiran. “Diawali dari tahapan pendaftaran dan verifikasi peserta pemilu tahun 2019, yang kemudian dilanjutkan masa pemutakhiran data pemilih, pelaksanaan kampanye hingga pada tahapan puncak yaitu pelaksanaan pemungutan suara pada tanggal 17 April kemarin,” tuturnya (5/5/2019). Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan jumlah pemilih dan TPS terbesar di Indonesia, yaitu 30.912.994 pemilih, dengan melibatkan sebanyak 1.300.100 Petugas ditingkat TPS. “Tentu pemilu tahun ini menjadi hajatan akbar dan kolosal dalam sejarah pelaksanaan pemilihan umum, khususnya di Jawa Timur,” ujar Ketua KPU Jatim. Anam menambahkan, “Kita juga patut bersyukur bahwa dalam pelaksanaan pemilu secara umum proses penyelenggaraan pemilu 2019 di Jawa Timur berjalan dengan lancar, aman, damai dan kondusif. Untuk itu Kami mengucapkan berjuta terima kasih kepada semua pihak yang membantu”. Selain itu, Ketua KPU Jatim berharap proses pelaksanaan rekapitulasi di tingkat Provinsi Jawa Timur ini juga bisa berjalan dengan lancar tanpa kendala. “Kami pun berharap pula, pasca pelaksanaan pemilu tahun 2019 ini, semua pihak yang sebelumnya berkompetisi dan berkontestasi, kembali lagi bersatu-padu bersama-sama kembali membangun Jawa Timur Kita tercinta ini, dan Jawa Timur selalu Guyub Rukun,” tutupnya. (AACS)

PERSIAPKAN REKAPITULASI HASIL PEMILU TINGKAT PROVINSI, KPU JATIM GELAR RAKOR

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama dengan 38 KPU Kabupaten/ Kota hari ini sampai dengan besok (Jum’at-Sabtu, 3-4/5, di hotel Singgasana, jalan Gunungsari Surabaya. Rakor dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara pemilu 2019 di tingkat provinsi. Ketua KPU Jatim, Choirul Anam menjelaskan rakor ini penting dilaksanakan guna mempersiapkan sebaik mungkin proses jelang akhir pemilu 2019. “Yakni rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara pemilu 2019 di tingkat provinsi. Saya bilang jelang akhir pemilu, karena setelah rekapitulasi di tingkat provinsi, Kita masih ada rekapitulasi di tingkat nasional, serta masih ada tahapan PHPU juga,” jelasnya (3/5/2019). Menurut Anam dari proses pantauan yang telah dilakukan provinsi, kabupaten/ kota di Jawa Timur cukup cepat dalam menyelesaikan proses rekapitulasinya. Sehingga, rekapitulasi di tingkat provinsi akan diajukan dua hari lebih cepat dari yang telah dijadwalkan. “Saya yakin dan optimis rekapitulasi di tingkat provinsi, juga akan selesai sesuai dengan yang Kita jadwalkan,” kata Ketua KPU Jatim. Anam mengimbuhkan, “Untuk itu, maka menjadi penting di kesempatan dua hari ini, Kita koordinasikan dan bahas kebutuhan-kebutuhan yang perlu dipersiapkan untuk rekapitulasi di tingkat provinsi”. Rakor Persiapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara pada Pemilihan Umum Tahun 2019 di Tingkat Provinsi ini mengundang 1 orang Ketua, 1 orang Anggota yang membidangi Teknis Penyelenggaraan, 1 orang Kasubbag Teknis dan Parmas, serta 1 orang operator SITUNG dari 38 KPU Kabupaten/ Kota di Jawa Timur. (AACS)

KPU KEMBALI DAPATKAN DUKUNGAN DARI POSPERA

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Lagi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapatkan dukungan dari kelompok masyarakat dalam penyelenggaraan pemilu 2019. Kali ini dukungan datang dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Jawa Timur. Datang mewakili DPD Pospera Jawa Timur, yakni Wakil Sekretaris, Fattah Anggara, Bendahara, A. Bayu Prasetyo, Ketua Bidang Internal, Agus Ari, serta Wakil Bidang Intrenal, Trimo Ranto. DPD Pospera Jawa Timur ini datang ke KPU Jatim, sekitar pukul 14.00 WIB. Disambut dengan  baik oleh Divisi Hukum dan Pengawasan, Muhammad Arbayanto, serta Divisi SDM dan Litbang, Rochani di ruang Media Center kantor KPU Jatim, jalan Raya Tenggilis Nomor 1 Surabaya. Mengawali pertemuan ini, Wakil Sekretaris DPD Pospera, Fattah Anggara menyampaikan sikap dukungan Pospera kepada KPU, dan membacakan pernyataannya. “Pelaksanaan pemilu 2019 secara umum telah berjalan sukses, tertib, lancar, damai, dan aman. Rakyat Indonesia telah menggunakan hak pilihnya. Kesuksesan pemilu adalah sukses bersama seluruh masyarakat, bangsa dan negara. Namun, kesuksesan ini akan menjadi sia-sia jika sampai ada yang menodai keberhasilan pemilu dengan cara-cara inskonstitusional yang mengancam demokrasi dan keutuhan NKRI. Untuk itu Pospera Jawa Timur menyatakan sikap,” paparnya (2/5/2019). Tujuh pernyataan sikap Pospera Jawa Timur ini diantaranya, yaitu pertama, berbelasungkawa sedalam-dalamnya pada Pahlawan demokrasi 2019. Kedua, meminta perhatian pemerintah terhadap penyelenggara yang wafat dan sakit. Ketiga, mendukung penuh dan siap membela KPU terhadap penyelenggaraan dan proses pemilu yang telah sesuai konstitusi. Keempat, meminta semua pihak agar menghormati setiap proses dan tahapan pemilu dengan mempercayakan prosesnya kepada KPU dan Bawaslu. Kelima, berterima kasih kepada aparat TNI Polri yang menjaga pelaksanaan pemilu 2019. Keenam, mengutuk dan siap menuntut secara hukum setiap pihak yang bertindak di luar konstitusi dalam pemilu 2019. Tujuh, mengajak masyarakat untuk ambil bagian dalam upaya merekatkan silaturahmi serta membangun semangat persatuan dan kesatuan NKRI. Menanggapi hal tersebut, Rochani mengucapkan terima kasih atas dukungan morilnya. “Secara garis besar pelaksanaan pemilu 2019 sudah selesai. Namun, masih menyisakan duka bagi penyelenggara. Dari awal tidak pernah mengharapkan musibah seperti itu, karena setiap simulasi yang Kita kerjakan sudah mempertimbangkan segala aspek, termasuk jumlah pemilih dalam satu TPS yang sebelumnya 500 orang diganti dengan 300 orang. Kemudian waktu penghitungan ada penambahan 12 jam,” katanya. Rochani melanjutkan, “Namun, kadang di lapangan yang terjadi sebaliknya. Kami melihat karena tanggung jawab yang cukup besar penyelenggara di KPPS dan di PPS itu sehingga mereka harus merampungkan tugas secepat mungkin dan mengabaikan waktu istirahat maupun waktu makan. Jadi harapan Kami sebenarnya teman-teman itu jangan terlalu ditekan dan diberi kepercayaan, karena akan menyelesaikan tugas tepat pada waktunya”. Selanjutnya, Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Jatim mengucapkan terima kasih pula atas dukungan Pospera. “Di tengah tahapan yang luar biasa padat, komplek seperti ini, Kami memang butuh support secara moril seperti ini, dan ini sangat membesarkan Kami.  Harapan Kami, Pospera bisa membantu mengkonter isu-isu negatif terkait dengan kinerja Kami,” pungkasnya. Acara ini selanjutnya ditutup dengan penyerahan pernyataan dari DPD Pospera Jawa Timur kepada KPU Jatim. (AACS)

DATANGI KPU JATIM, KELOMPOK CIPAYUNG PLUS JAWA TIMUR SAMPAIKAN SIKAP DUKUNGAN

  Surabaya, jatim.kpu.go.id-Beberapa Organisasi Kemahasiswaan yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus Jawa Timur mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur, Jalan Raya Tenggilis Nomor  1 Surabaya, Selasa (30/4). Hadir di antaranya adalah perwakilan dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Kedatangan yang bermaksud memberikan dukungan tersebut diterima dengan baik oleh Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jawa Timur, Gogot Cahyo Baskoro serta Divisi Hukum dan Pengawasan, Muhammad Arbayanto. Ketua Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah Jawa Timur, Andres menyampaikan pernyataan bahwa diperlukan sikap resmi dari Organisasi Kepemudaan atas kondisi politik pasca pemilu ini. “Kami mendukung sepenuhnya  kepada KPU, berharap KPU tetap menjaga integritas dan profesionalitas dalam menyelesaikan tugas-tugas pemilu yang masih berlangsung. Kami juga menyampaikan rasa empati dan duka mendalam terhadap pejuang demokrasi yang telah gugur dalam menjalankan tugas”, paparnya. Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat, Gogot Cahyo Baskoro menanggapi, “Kami mengucapkan terimaksih atas dukungan dan rasa empati yang diberikan. “Kesekian kalinya kami menerima dukungan moril, kali ini dari Kelompok Cipayung Plus yang merepresentasikan kaum muda”. Dukungan yang diberikan juga sangat beragam,dari beberapa komunitas, organisasi kepemudaan, dan masyarakat, yang dilakukan melalui aksi damai, audiensi, juga melalui pesan-pesan di media sosial, lanjut Gogot. Sementara, perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Islam Jawa Timur, Yogi Pratama menilai bahwa penyelenggaraan Pemilu Serentak ini merupakan hal positif, namun formula teknis pelaksanaan sangat perlu dievaluasi. “Dengan begitu, perlu adanya tindak lanjut pembenahan mekanisme pemilu”, tambah Ghoni, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia  Jawa Timur. Terkait dengan mekanisme Pemilu, dijelaskan oleh Muhammad Arbayanto, Divisi Hukum dan Pengawasan Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur. Beliau memaparkan bagaimana KPU melaksanakan agenda nasional yaitu pemilu serentak. “Bahwasannya dengan tingkat kompleksitas yang sangat luar biasa, kami menerima dan akan melakukan tindak lanjut atas masukan yang diberikan teman-teman Cipayung ini”, pungkas Arba. (ANNY)