Berita Terkini

300-AN ANGGOTA KOMUNITAS TIKUS PITHI HANATA BARIS LAKUKAN AUDIENSI KE KPU JATIM

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Sekitar 300-an orang yang tergabung dalam komunitas Tikus Pithi Hanata Baris mulai jam 5 pagi ini (Selasa, 22/1) berdatangan ke kantor Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim).  Kedatangan komunitas Tikus Pithi ini bertujuan untuk melakukan audiensi dengan KPU Jatim. Audiensi pun diterima dengan baik oleh KPU Jatim. Beberapa perwakilan dari komunitas Tikus Pithi dipersilahkan memasuki kantor KPU Jatim. Mewakili KPU Jatim hadir Divisi Sosdiklih dan Parmas KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro. Selain itu, Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya, Asmoro juga ikut hadir. Mengawali audiensi, Korlap, Nandir membacakan Pakta Kedaulatan Rakyat. Berikutnya Korlap ini menyampaikan maksud dan tujuan audiensinya. “Kami menyadari betul bahwa KPU bukanlah lembaga yang menampung aspirasi. Karena Kami paham KPU adalah pelaksana dari Undang-undang. Namun, hari ini Kami ingin memberi pesan moral ke KPU di seluruh Indoensia bahwa sekarang ada pergerakan dari masyarakat yang dipimpin Tikus Pithi Hanata Baris untuk menyuarakan sebuah payung hukum terkait Pemilihan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden dari jalur independen. Hal yang mendasari pemikiran Kami semua adalah  mengadobsi dari Undang-undang Pemilu bahwa pemilu diikuti oleh partai politik dan perseorangan. Jadi itu maksud dan tujuan Kami yang pertama,” papar Nandir (22/1/2019). Nandir mengimbuhkan, “Kedua, Komunitas Tikus Pithi Hanata Baris sepakat agar pergerakan Kami ini selanjutnya dikemudian hari tidak ada kelompok yang menunggangi, maka Kami sepakat untuk mengusung beliau Tuntas Subagyo sebagai Calon Presiden dari jalur independen. Mungkin itu hal yang bisa Kami sampaikan”.   Senada dengan maksud dan tujuan tersebut, juru Bicara Tikus Pithi, Sigit menuturkan bahwa akan menyampaikan ke Mahkamah Konstitusi pula mengenai payung hukum bagi Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden dari jalur independen. Menanggapi yang telah disampaikan perwakilan Tikus Pithi, divisi Sosdiklih dan Parmas KPU Jatim menyampaikan terima kasih sudah berkenan berkunjung ke KPU Jatim. “Kami sekaligus juga memberikan apresiasi yang mendalam dengan apa yang dilakukan Bapak/ Ibu sekalian. Karena apa yang dilakukan cukup massif mendatangkan perwakilan-perwakilan dari Kabupaten/ Kota di Jawa Timur. Ini adalah bentuk kepedulian masyarakat terhadap pelaksanaan pesta demokrasi atau pemilu 2019 yang akan Kita laksanakan 17 April nanti. Tikus pithi ini termasuk kelompok masyarakat yang masif dan punya kepedulian terhadap proses pemilu,” jelas Gogot. Kemudian terkait dengan aspirasi atau maksud dan tujuan audiensi, Gogot mengatakan jika KPU bukan lembaga penerima aspirasi. “Kami ini adalah lembaga penyelenggara pemilu. Jadi ya tugasnya menyelenggarakan pemilu. Kami untuk melaksanakan pemilu ini harus tunduk pada Undang-undang. Undang-undang yang mengatur pemilu 2019 (Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017). Jadi yang membuat Undang-undang bukan KPU tetapi DPR RI. Kalau toh kebijakan yang bisa diambil hanya hal-hal yang sifatnya teknis misalnya Peraturan KPU,” terangnya. Soal ini sebuah pesan moral yang ingin disampaikan pada pengambil kebijakan, menurut Gogot itu sah-sah saja asalkan tidak melanggar peraturan yang ada. Kalau ingin memperjuangkan aspirasi ini bisa menyampaikan ke DPR RI karena yang memiliki kewenangan serta ke MK. Meskipun mungkin sulit untuk diwujudkan di 2019, karena memang tahapan sudah 70% berjalan, siapa tahu 5 tahun mendatang dapat diwujudkan. “Kalau toh aspirasi ini tidak bisa diwujudkan, Kami berharap pada seluruh kader komunitas Tikus Pithi tetap berpartisipasi aktif dalam pemilu 2019 mendatang. Mau memilih DPD, DPR RI, DPRD, Capres dan Cawapres siapa monggo silahkan,” tutup Gogot. Audiensi ini pun diakhiri dengan penyampaian yel-yel dari kader-kader Tikus Pithi Hanata Baris di depan halaman kantor KPU Jatim. (AACS)

HARI INI, KPU RI LANTIK TIMSEL CALON ANGGOTA KPU KABUPATEN PROBOLINGGO & TULUNGAGUNG

  Jakarta, jatim.kpu.go.id- Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), Arief Budiman resmi melantik 5 (lima) orang Tim Seleksi (Timsel) Calon Anggota KPU Kabupaten Probolinggo dan Tulungagung hari ini (Senin, 21/1/2019). Pelantikan dilaksanakan di Hotel Borobudur, jalan Lapangan Banteng Nomor 1 Jakarta. Hadir dari KPU Jatim menyaksikan pelantikan ini, Kasubbag Organisasi dan SDM, Euis Sestyarini. Sementara itu, Timsel terlantik terdiri dari Nurul Barizah, Abdul Chalik, Ahmad Jaenuri, Aribowo, serta Sukowidodo. Euis menjelaskan bahwa pelantikan ini merupakan amanat Undang-undang. “Tidak hanya Timsel untuk Calon Anggota KPU Kabupaten Probolinggo dan Tulungagung, hari ini juga dilantik Timsel untuk KPU Provinsi dan Kabupaten/ Kota lainnya yang masa kerjanya akan habis,” tutur Kasubbag Organisasi dan SDM KPU Jatim (21/1/2019). Menurut Kasubbag Organisasi dan SDM KPU Jatim ini, tugas Timsel setelah dilantik yakni melakukan proses rekrutmen Calon Anggota KPU Kabupaten Probolinggo dan Tulungagung. Mulai dari tes tulis, psikologi, kesehatan dan wawancara. “Beliau-beliau ini selanjutnya akan bekerja selama 2 (dua) bulan kedepan,” ujarnya. Berikutnya, Ketua KPU RI, Arief Budiman dalam sambutannya mengingatkan agar proses seleksi dilakukan secara profesional dan mandiri. “Maka dari itu, ada dua hal yang Saya tekankan di sini. Pertama, seleksi harus dengan proses administrasi yang benar. Artinya, dokumen peserta harus lengkap dan benar. Kedua, seleksi harus bersifat substansi menemukan orang-orang berkualitas atau mumpuni,” tegas Ketua KPU RI. Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Ketua KPU RI, dan dihadiri oleh Komisioner KPU RI lainnya. (SW/ AACS.red)

HARI PERTAMA PEMBERKASAN CPNS, 31 ORANG DATANGI KPU JATIM

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Sebanyak 31 orang yang lulus seleksi CPNS KPU Tahun 2018, mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) hari ini (Senin, 21/1). Kedatangan 31 orang ini untuk melakukan pemberkasan di hari pertama pemberkasan. Pemberkasan ini disambut baik oleh KPU Jatim. Mengawali pemberkasan Kepala Bagian (Kabag) Program, Data, Organisasi dan SDM KPU Jatim, Suharto (Totok) memberikan ucapan selamat kepada CPNS Setjen KPU 2018. “Pertama, Saya ucapkan kepada Saudara-Saudara yang telah lulus sampai tahapan ini. Selamat bergabung menjadi keluarga besar KPU,” tuturnya (21/1/2019). Totok melanjutkan, pada kesempatan ini, KPU Jatim ditugaskan oleh KPU RI untuk membantu melaksanakan pemberkasan CPNS Setjen KPU Tahun 2018 sampai dengan tanggal 24 Januari 2019. “Sebenarnya ada kuota 9 orang di Jawa Timur. Namun sekali lagi KPU RI yang akan menentukan siapa saja akan ditempatkan dimana saja. Saudara-Saudara harus siap ditempatkan dimanapun, karena telah mendaftarkan CPNS sesuai zona serta ada ikatan perjanjiannya 10 tahun,” ujar Totok. Dijadwalkan dari tanggal 21 Januari sampai dengan tanggal 24 Januari 2019, akan ada 38 peserta yang melakukan pemberkasan CPNS Setjen KPU Tahun 2018. Di hari pertama pemberkasan ini ada 31 orang menyampaikan berkasnya ke KPU Jatim, tetapi ada 4 orang yang berkasnya belum lengkap dan diminta melengkapi terlebih dahulu sampai dengan batas waktu pemberkasan yang ditentukan oleh KPU RI. (AACS)

BAWASLU: PENGAWASAN PRODUKSI SURAT SUARA GUNAKAN 4 PRINSIP

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Pengawasan produksi surat suara untuk pemilu serentak 2019 berdasarkan 4 (empat) prinsip. Demikian disampaikan Anggota Bawaslu RI, Moh. Afifuddin dalam seremonial pembukaan di PT Puri Panca Pujibangun Krangpilang Surabaya. Saat ini, menurut Afif, tidak hanya Bawaslu yang mengawasi produksi sampai dengan distribusi logistik surat suara. “Semua mata masyarakat Indonesia akan menjadi pengawas,” ujar Afif (20/1). Untuk itu baik penyelenggara pemilu maupun penyedia surat suara pemenang tender, perlu berhati-hati jangan sampai ada kesalahan sekecil apapun. “Ketika ada persoalan segera berkoordinasi dengan KPU dan Bawaslu,”  katanya. Afif melanjutkan, “Kami perlu menyampaikan bahwa dalam pengawasan proses produksi dan distribusi surat suara akan menggunakan 4 prinsip. Pertama, terkait dengan jumlah surat suara yang dicetak, tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih. Jangan sampai nanti ada cadangan lebih karena takut ada yang rusak. Kedua, timeline pekerjaan tidak boleh ada penundaan. Distribusi surat suara ke tempat yang jauh perlu didahulukan. Ketiga, pengawasan proses produksi. Keempat, terkait quality control. Memeriksa kesesuaian desain surat serta kualitas penyimpanan hasil cetak”. Dalam hal pengawasan produksi surat suara ini, menurut Afif, Bawaslu akan berkoordinasi dengan jajarannya di Provinsi, Kabupaten/ Kota dan kecamatan terkait, karena tidak semua Provinsi ada percetakan ini. “Kita nanti akan atur, termasuk SOP-nya sudah dibikin tertutup oleh KPU. Nah, khusus untuk Pengawas akan bisa mendapatkan akses untuk bisa masuk. Saya kira pengamanan untuk proses produksi pasca ini harus diperketat lagi, tidak semua orang bisa masuk, termasuk nanti dari Pengawas juga akan Kami sampaikan ke produsen siapa saja yang bisa masuk. Masing-masing tempat produksi setiap hari itu minimal ada 2 orang yang bisa mengawasi. Yha, akan Kita kordinasikan bersama KPU, serta perusahaan. Sehingga perusahaan juga tahu siapa saja yang boleh masuk,” pungkasnya. (AACS)

PRODUKSI SURAT SUARA PEMILU HEMAT Rp. 291 MILIAR, KETUA KOMISI II APRESIASI KINERJA KPU

  Gresik, jatim.kpu.go.id- Dirilis oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), biaya produksi surat suara untuk pemilu serentak tahun 2019, berhasil dilakukan penghematan sebesar Rp. 291 Miliar. Ketua Komisi II DPR RI pun, Zainudin Amali berikan apresiasi atas kinerja KPU ini. Ketua KPU RI, Arief Budiman mengungkapkan bila KPU telah berhasil melakukan penghematan sebesar Rp. 291.378.192.100,00 (32,57%) dari total pagu Rp. 894.720.293.00. “Atau telah hemat Rp. 269.349.301.525,00 (30,86) dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp. 872.691.402.425,00,” ungkap Arief saat melakukan kunjungan monitoring di PT Temprina (20/1). Atas kinerja KPU ini, yang telah berhasil melakukan penghematan produksi surat suara pemilu 2019, yang berarti juga melakukan penghematan uang negara, Ketua Komisi II DPR RI, Zainudin Amali yang ikut memastikan proses produksi surat suara oleh KPU di Temprina, memberikan apreasi setinggi-tingginya pada KPU. “Kami mengapresiasi KPU yang sudah melakukan banyak penghematan anggaran, utamanya pada proses produksi surat suara ini. Ini kinerja bagus dan penghematan nyata juga,” tegas Ketua Komisi II ini di depan tamu undangan serta awak media. Diketahui dalam proses produksi surat suara pemilu serentak 2019 ini, KPU melibatkan 6 Konsorsium, yakni PT Aksara Grafika Pratama lokasi DKI Jakarta dengan volume 68.176.374 (7,25%) surat suara, PT Balai Pustaka lokasi DKI Jakarta dengan volume 139.894.529 (14,88%), PT Gramedia lokasi DKI Jakarta dengan volume 292.019.984 (31,07%), PT Temprina Media Grafika lokasi Jawa Timur dengan volume 255.019.544 (27,13%), PT Puri Panca Pujibangun lokasi Jawa Timur volume 107.714.950 (11,46%), serta PT Adi Perkasa Makassar lokasi Sulawesi Selatan dengan volume 77.054.270 (8,2%) surat suara. (AACS)  

CETAK PERTAMA SURAT SUARA PEMILU 2019, KPU MONITORING KONSORSIUM

  Gresik, jatim.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) hari ini, Minggu (20/1), resmi melakukan cetak pertama atau produksi surat suara untuk pemilu tahun 2019. Terkait hal ini, KPU RI melakukan supervisi dan monitoring ke sejumlah Konsorsium di 3 (tiga) provinsi, yaitu Jawa Timur, Jakarta dan Sulawesi Selatan. Di Jawa Timur, Ketua KPU RI, Arief Budiman melakukan supervisi dan monitoring di PT Temprina Media Grafika (Gresik) pada jam 11 siang dan PT Puri Panca Pujibangun (Surabaya) jam 3 sore. Tidak hanya hadir sendirian, namun hadir pula Ketua DKPP, Harjono, Ketua Komisi II DPR RI, Zainudin Amali, serta Anggota Bawaslu RI, Moh. Afifudin. Ketua serta Anggota Jatim turut pula mendampingi kegiatan ini. Ahli Grafika dari Politeknis Negeri Media Grafika juga dilibatkan oleh KPU RI. Ketua KPU RI, Arief Budiman dalam sambutannya di Temprina mengungkapkan bahwa PT Temprina adalah salah satu tempat yang dikunjungi KPU hari ini. “Karena hari ini ada Anggota KPU yang lain, yang berkunjung ke Makasar dan Jakarta. Di Temprina ini paling lengkap kunjungannya. Sebab ada Komisi II DPR RI, yang mana selama ini KPU melakukan Rapa Dengar Pendapat terkait desain surat suara dengan Komisi II ini. Berikutnya ada Bawaslu, yang mengawasi seluruh tahapan pemilu. Lalu ada juga DKPP, DKPP perlu dihadirkan sebab jangan sampai KPU ini dalam pembuatan surat suara ada persoalan etik yang dilanggar. Misalnya, tidak memperlakukan peserta pemilu secara adil. Berikutnya, hadir dari Kepolisian. Teman-teman Kepolisian di dalam Undang-undang Nomor 7 disebutkan harus terlibat sejak produksi sampai pengamanan dalam pendistribusian,” papar Ketua KPU RI (20/1). Arief juga menjelaskan total surat suara yang akan diproduksi sebanyak 939.879.651 lembar, diproduksi serentak oleh 6 (enam) Konsorsium. “Surat suara yang akan diproduksi di Jawa Timur ada di PT Temprina dan PT Puri Panca Pujibangun. Untuk PT Temprina surat suara yang akan diproduksi tertulis 255.019.544 (27,13%). Dan di PT Puri sebanyak 107.714.950 (11,46%),” ujarnya. Menurut Arief, perusahaan yang tergabung di dalam Temprina ada 11 perusahaan untuk mengerjakan 10 provinsi. Targetnya 11 Maret 2019 selesai semua, paling lambat secara nasional 14 atau 15 Maret sudah sampai di Kabupaten/ Kota. Setelah sampai seluruhnya di Kabupaten/ Kota, akan diadakan sortir distribusi logistik oleh KPU Kabupaten/ Kota. Distribusi logistik dilanjutkan paling lambat sampai 1 hari sebelum hari pelaksanaan pemungutan suara. Ketua KPU RI ini mengimbuhkan, bahwa pengadaan logistik untuk pemilu serentak 2019 ini bukan merupakan pekerjaan yang mudah. “Karena akan ada lima jenis surat suara untuk jumlah daerah pemilihan 2592. Dan tidak boleh salah produksi atau distribusi. Karena jika salah tidak bisa digunakan untuk pemilu. Sehingga Kami mengharapkan bantuan masyarakat agar produksi logistik dapat tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat kuantitas,” harapnya. Menutup sambutannya, Ketua KPU RI menegaskan kembali jika hari ini, Minggu tanggal 20 Januari 2019, KPU betu-betul melakukan cetak perdana surat suara pemilu 2019 dan kali ini bukan berita hoax. Usai acara pembukaan, dilanjutkan dengan monitoring Ketua KPU RI bersama Bawaslu, DKPP dan Komisi II secara langsung proses produksi surat suara di dalam pabrik. Setelah selesai, lalu dilanjutkan monitoring yang serupa di PT Puri Panca Pujibangun di daerah Karangpilang Surabaya. (AACS)