Berita Terkini

PARTAI NASDEM PENDAFTAR PERTAMA PENCALONAN ANGGOTA DPRD JATIM

Surabaya, jatim.kpu.go.id – Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Jawa Timur menjadi pendaftar pertama, untuk tahapan pengajuan daftar bakal calon anggota DPRD Jawa Timur. Saat mendaftar Senin (16/7) sekitar pukul 13.52 Wib di kantor KPU Provinsi Jawa Timur, hadir langsung oleh Ketua DPD Partai Nasdem Rendra Kresna beserta seluruh jajaran pengurusnya. Usai perwakilan dari Partai Nasdem mengisi absensi, dipersilahkan untuk ke lokasi tempat pendaftaran di halaman kantor KPU Provinsi Jawa Timur Jalan Raya Tenggilis Surabaya, untuk mengikuti dan menyerahkan berkas pengajuan bakal calon DPR Provinsi Jawa Timur. Berkas diterima oleh petugas pendaftaran dan verifikasi pencalonan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur. Hadir langsung dalam penerimaan berkas yakni Divisi Teknis KPU Provinsi Jawa Timur Muhammad Arbayanto beserta perwakilan dari Bawaslu Jawa Timur, Aang Kunaifi. Usai menerima perwakilan dari Partai Nasdem, langsung mempersilahkan petugas untuk memeriksa berkas persyaratan pencalonan dan syarat calon. “Berkas pengajuan pendaftaran pencalonan DPRD Provinsi Jatim sudah ada yang masuk dan sedang diperiksa oleh petugas. Untuk hari ini baru masih satu partai Nasdem saja yang mendaftar,” ujar Divisi Teknis KPU Provinsi Jawa Timur Muhammad Arbayanto. Pria yang akrab dipanggil Arba ini menambahkan, kemungkinan besar untuk Senin (16/7) baru satu partai saja yang mendaftarkan bakal calon DPRD Provinsi Jawa Timur. Diperkirakan pada saat hari terakhir masa pendaftaran, Selasa (17/7) besok seluruh partai politik yang belum mendaftar akan datang ke kantor KPU Provinsi Jawa Timur untuk mendaftarkan diri. “Untuk hari terakhir besok, pendaftaran akan dibuka sampai pukul 24.00 Wib dan diperkirakan seluruh parpol yang belum daftar akan datang mendaftar besok,” pungkasnya. (MC – BIB/BAY)

PENDAFTARAN ANGGOTA KPU JATIM TAMBAHAN SEPI PEMINAT; BARU SATU ORANG MENDAFTAR DIRI

Surabaya, jatim.kpu.go.id – Pendaftaran calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur 2014 – 2019 untuk penambahan, masih sepi peminat. Hingga Jumat (13/7), masih ada satu orang saja yang mendaftarkan diri dan mengirim berkas/dokumen pendaftaran langsung ke kantor KPU setempat, Jalan Raya Tenggilis Surabaya. Pendaftaran calon anggota KPU Provinsi Jawa Timur tambahan tersebut, sudah dibuka sejak Selasa (10/7) dan berakhir Rabu (18/7) akan datang. Untuk tambahan kebutuhan anggota KPU Provinsi Jawa Timur sendiri, sesuai dengan aturan yang ada akan ada penambahan lagi sebanyak dua orang. Sedangkan, yang mendaftarkan diri hingga saat ini baru satu orang saja, atas nama Vinna Sukmaningtyas asal Kota Surabaya. Dengan masih ada sisi waktu kurang lebih 5 hari, diharapkan ada penambahan pendaftar hingga tidak lagi diperlukan masa perpanjangan untuk pendaftaran. “Yang daftar baru satu orang, sampai hari ini. Itu yang datang langsung mengantar ke kantor, sementara untuk yang lewat pos juga masih belum ada,” ujar Kassubag Sumber Daya Manusia KPU Provinsi Jawa Timur, Euis Sestiarini. Perempuan yang akrab dipanggil Uis ini berharap antusias masyarakat untuk mendaftarkan diri lebih banyak, sehingga dalam proses seleksi nanti bisa maksimal dan lebih banyak pilihan. Dengan sisa waktu yang ada, dia juga berharap agar seluruh masyarakat bisa segera mendaftarkan diri. “Lebih banyak yang mendaftar tentu lebih baik, sehingga proses seleksi penambahan anggota KPU Jatim bisa lebih maksimal,” pungkasnya. (MC – BIB/BAY) PENDAFTARAN ANGGOTA KPU JATIM TAMBAHAN SEPI PEMINAT; BARU SATU ORANG MENDAFTAR DIRI Surabaya, jatim.kpu.go.id – Pendaftaran calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur 2014 – 2019 untuk penambahan, masih sepi peminat. Hingga Jumat (13/7), masih ada satu orang saja yang mendaftarkan diri dan mengirim berkas/dokumen pendaftaran langsung ke kantor KPU setempat, Jalan Raya Tenggilis Surabaya. Pendaftaran calon anggota KPU Provinsi Jawa Timur tambahan tersebut, sudah dibuka sejak Selasa (10/7) dan berakhir Rabu (18/7) akan datang. Untuk tambahan kebutuhan anggota KPU Provinsi Jawa Timur sendiri, sesuai dengan aturan yang ada akan ada penambahan lagi sebanyak dua orang. Sedangkan, yang mendaftarkan diri hingga saat ini baru satu orang saja, atas nama Vinna Sukmaningtyas asal Kota Surabaya. Dengan masih ada sisi waktu kurang lebih 5 hari, diharapkan ada penambahan pendaftar hingga tidak lagi diperlukan masa perpanjangan untuk pendaftaran. “Yang daftar baru satu orang, sampai hari ini. Itu yang datang langsung mengantar ke kantor, sementara untuk yang lewat pos juga masih belum ada,” ujar Kassubag Sumber Daya Manusia KPU Provinsi Jawa Timur, Euis Sestiarini. Perempuan yang akrab dipanggil Uis ini berharap antusias masyarakat untuk mendaftarkan diri lebih banyak, sehingga dalam proses seleksi nanti bisa maksimal dan lebih banyak pilihan. Dengan sisa waktu yang ada, dia juga berharap agar seluruh masyarakat bisa segera mendaftarkan diri. “Lebih banyak yang mendaftar tentu lebih baik, sehingga proses seleksi penambahan anggota KPU Jatim bisa lebih maksimal,” pungkasnya. (MC – BIB/BAY)

29 ORANG BAKAL CALON RESMI DAFTAR DPD RI; HINGGA BATAS AKHIR MASA PENDAFTARAN

Surabaya, jatim.kpu.go.id – Hingga batas akhir masa pendaftaran, ada sebanyak 29 orang bakal calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) yang mendaftarkan diri ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur. Mereka akan mengikuti tahap berikutnya setelah dinyatakan memenuhi syarat. Adapun ke-29 orang bakal calon DPD RI yang mengajukan pendaftaran yakni Ahmad Nawardi (Surabaya) yang mendaftarkan diri Senin (9/7). Berikutnya, Selasa (10/7) berturut-turut mendaftarakan diri Adilla Azis (Malang), AA. La Nyalla (Surabaya), Imam Kodri (Sumenep), Suhandoyo (Surabaya), Sonhadji Zainuddin (Lamongan) dan Achmad Rusyad Manfaluti (Mojokerto). Berikutnya, Agus Patminto (Surabaya), RP. Ahmad Mujahid Ansori (Surabaya), Zaiful Anam (Sumenep), Emelia Contessa (Ponorogo), Enrico WR. Tambunan (Ponorogo), Evi Zainal Abidin (Pasuruan) dan Supriasto (Gresik). Selanjutnya, Rabu (11/7) yang telah mendaftarkan diri ada nama A. Syaiful Ismail (Bangkalan), Abdul Qodir Amir Hartono (Malang), Achman Nurul Ilmi (Pasuruan), Nadjib Hamid (Malang), Muhammad Koderi (Surabaya), Harbiah Salahuddin (Sidoarjo), Muhammad Trijanto (Blitar), Purwo Ali (Batu), Alfa Isnaeni (Tulungagung), Fatihul Faizun (Pasuruan), Misbahul Munir (Pasuruan), Pudjo Basuki (Pasuruan), Andi Yuwono (Blitar), Mashudi (Surabaya) dan Fairous Huda (Malang). “Hingga batas akhir masa pendaftaran Rabu (11/7) pukul 24.00 Wib, yang sudah masuk mendaftarakan diri untuk DPD RI ada sebanyak 29 orang,” ujar Kassubag Teknis KPU Provinsi Jawa Timur Eddy Prayitno. Pria yang akrab dipanggil Eddy ini menjelaskan, pihaknya sudah menunggu hingga batas akhir pendaftaran. Hasilnya, bakal calon DPD RI ada yang mendaftar saat detik akhir menjelang penutupan yakni Rabu (11/7) pukul 23.00 Wib dan semua syarat pendaftaran sudah diterima untuk diperiksa lebih lanjut. “Bakal calon yang telah mendaftarakan diri, juga mengumpulkan berkas yang selanjutnya juga akan kami tindaklanjuti,” pungkasnya. (MC – BIB/BAY)

SEKRETARIS KPU JATIM LANTIK TIGA PEJABAT ESELON IV; MINTA SEGERA MENYESUAIKAN DENGAN RITME KERJA TAHAPAN PEMILU 2019

Surabaya, jatim.kpu.go.id – Tiga orang pejabat struktural eselon IV.a atau setara dengan jabatan Kepala Sub Bagian (Kassubag) ditingkat Kabupaten/Kota, dilantik di ruang media center Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur, Rabu (11/7). Adapun prosesi pelantikan dilakukan oleh Sekretaris KPU Provinsi Jawa Timur Eberta Kawima. Hadir dalam acara pelantikan Ketua KPU Provinsi Jawa Timur Eko Sasmito, beserta Kepala Bagian (Kabag) Program Data dan Sumber Daya Manusia KPU Provinsi Jawa Timur Suharto dan seluruh jajaran Kassubag. Adapun yang dilantik adalah Ganda Widyo Prabowo sebagai Pj. Kassubag Hukum KPU Kota Pasuruan, Fairul Laily sebagai Kassubag Umum KPU Kabupaten Situbondo dan Andrie Susanto sebagai Pj. Kassubag Hukum KPU Kabupaten Bojonegoro. Sekretaris KPU Provinsi Jawa Timur Eberta Kawima menyatakan tahapan yang berjalan saat ini saling berhimpitan, sehingga butuh kerja yang sungguh-sungguh. Atas dasar tahapan tersebut, dia berharap pada Kassubag yang sudah dilantik untuk segera menyesuaikan diri dengan ritme kerja yang sudah berjalan. Pria yang akrab dipanggil Wima ini juga meminta agar Kassubag yang sudah dilantik, untuk segera menyesuaikan diri dengan tugasnya. Terlebih, bisa segera beradaptasi dengan tahapan Pemilu tahun 2019 yang saat ini sudah berjalan dan itu harus segera dikoordinasikan dengan seluruh jajarannya. “Jam kerja kita bukan kerja normal kantoran, kadang sampai larut malam dan itu harus siap untuk masuk di luar jam kerja,” ujarnya. (MC – BIB/BAY)

PESERTA EVP DIJAMU MAKAN SIANG WALIKOTA SURABAYA; DISUGUHI MENU MAKANAN TRADISIONAL

Surabaya, jatim.kpu.go.id – Peserta Election Visit Program (EVP) 2018 bersama jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dan KPU Provinsi Jawa Timur mendapat kesempatan jamuan makan siang, di rumah dinas Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, Kamis (28/6). Jamuan makan siang menyuguhkan menu tradisional. Hadir langsung mendampingi delegasi EPV yang berasal dari 9 negara, yakni Ketua KPU RI Arief Budiman dan Ketua KPU Provinsi Jawa Timur Eko Sasmito, Gogot Cahyo Baskoro (Divisi SDM dan Parmas), Choirul Anam (Divisi Perencanaan dan Data), Dewita Hayu Shinta (Divisi Keuangan, Umum dan Logistik) serta Eberta Kawima (Sekretaris). Dalam sambutannya, Ketua KPU RI Arief Budiman menyatakan, diriya bersama delegasi EPV datang ke Surabaya bukan hanya soal pekerjaan saja. Di sisi lain juga mengenalkan setiap sudut sisi Kota Surabaya kepada para pemantau asing yang hadir melalui acara EPV. Sebab menurutnya, Surabaya tidak hanya penuh keterbukaan, tapi juga tempat yang menyenangkan. “Banyak perubahan di Kota Surabaya, jauh lebih hijau dan bersih. Saya selalu mengajak kawan luar Surabaya datang menikmati Kota Surabaya, termasuk melewati Dolly,” ujarnya. Pria yang akrab dipanggil Arif ini menambahkan, saat ini kawasan gang Dolly sudah berubah yang awalnya dikenal sebagai tempat prostitusi terbesar di Asia Tenggara, sekarang sudah menjadi kawasan dengan basis UMKM yang produktif. Hal yang tidak terbayangkan itu ternyata mampu dirumah oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini. “Ternyata bu Risma mampu mengubahnya. Terima kasih bu Risma, saya tidak lagi malu mengajak kawan-kawan saya datang ke Surabaya,” ungkapnya. Sementara itu, Walikota Surabaya Tri Rismaharini menambahkan, dirinya adalah produk pemilihan langsung yang pertama. Menurutnya, kalau tidak ada Pemilu atau Pilkada kemungkinan dirinya tidak bisa menjadi seperti sekarang, terlebih hanya sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan gaji yang pas-pasan. Modal bisa terpilih menjadi Walikota, menurutnya lebih pada bekerja dengan baik. Risma pernah menyaampaikan kepada masyarakat Surabaya, jika mereka masih ingin dirinya terpilih lagi sebagai Walikota, maka masyarakat yang harus kampanye. “Dan saya membuktikan dengan uang yang pas-pasan saya bisa menang. Terpenting kita membuktikan dengan kerja keras untuk masyarakat,” pungkasnya. (MC – ANY/BIB/BAY)