Berita Terkini

SOSIALISASI PILGUB 2018, KPU JATIM GUNAKAN STRATEGI GELAR SENI BUDAYA MATARAMAN

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Sosialisasikan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) Tahun 2018, Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) manfaatkan strategi gelar seni budaya. Gelar seni budaya ini mempertimbangkan pembagian wilayah kebudayaan yang ada di Jawa Timur. Pada kesempatan yang pertama ini, KPU Jatim melaksanakan gelar seni budaya Mataraman. Beberapa Kabupaten/ Kota yang menjadi bagian dari wilayah budaya Mataraman antara lain, Ngawi, Magetan, Madiun, Pacitan, Nganjuk, Tulungagung, Trenggalek, Blitar, dan Kediri. Satu daerah yang dipilih KPU Jatim sebagai tempat gelar seni budaya Mataraman dalam rangka sosialisasi Pilgub Jatim 2018 yakni, Kabupaten Ngawi. Divisi SDM dan Parmas KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro mengungkapkan latar belakang gelar seni budaya dipilih menjadi salah satu strategi sosialisasi karena untuk meningkatkan kesuksesan dan meminimalisasi angka golput. “Kedua, membentuk karakter masyarakat yang peduli dan berpartisipasi, serta ketiga untuk meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap Pilkada Serentak Tahun 2018,” ungkapnya (15/03/2018). Perlu disampaikan pula bahwa sosialisasi Pilgub Jatim 2018 dalam kemasan gelar seni budaya ini bukan semata-mata acara hura-hura kemewahan. “Namun lebih sebagai upaya nguri-nguri budaya bangsa. Selain itu, dengan kemasan seperti ini maka dapat dinikmati berbagai kalangan, dan memenuhi beberapa segmen usia masyarakat. Mulai dari usia TK sampai dengan dewasa. Sehingga dalam satu keluarga bisa menikmati acara dan menerima sosialisasi,” papar Gogot. Nantinya, gelar seni budaya Mataraman ini akan dilaksanakan di depan air mancur Paseban, Alun-alun Ngawi pada hari Jum’at, tanggal 16 Maret 2018, mulai jam 2 siang. Acara gelar seni Budaya Mataraman dalam rangka Sosialisasi Pilgub Jatim 2018 ini dimeriahkan dengan musik campursari, tari orek-orek, dongkrek, silat, musik patrol, fashion show, drumband. Serta turut memeriahkan ada dari komunitas Pit Onthel, Reptil, Burung Hantu, Aeromodeling, Temon Holic, dan Ngawi Photography. (AACS)

LANTIK PAW ANGGOTA KPU KABUPATEN SAMPANG, KETUA KPU JATIM HARAPKAN TERLANTIK SEGERA PAHAMI TUPOKSI

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Ketua Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) melantik serta mengambil sumpah janji Penggantian Antar Waktu (PAW) Anggota KPU Kabupaten Sampang, Paidi, hari ini (Rabu, 14/03). Pada kesempatan ini, Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito berharap kepada terlantik agar segera memahami tugas, pokok dan fungsi (tupoksi) sebagai Anggota KPU Kabupaten Sampang masa jabatan 2018/2019. Pelantikan dan pengambilan sumpah janji dilaksanakan di aula lantai II kantor KPU Jatim, jalan Raya Tenggilis Nomor 1-3 Surabaya, jam 1 siang. Acara dimulai dengan pembacaan petikan Surat Keputusan KPU Provinsi Jawa Timur Nomor: 212/ SDM.13-Kpt/35/Prov/III/2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sampang. Lalu dilanjutkan dengan pengambilan sumpah, penandatanganan Berita Acara (BA) Sumpah, Kata-kata Pelantikan, pemberian petikan Surat Keputusan KPU Provinsi Jawa Timur, pembacaan Pakta Integritas, penandatangan Pakta Integritas, serta sambutan Ketua KPU Jatim. Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengisian kekosongan jabatan Komisioner di KPU Kabupaten Sampang ini terbilang relatif lama. “Karena memang masih menunggu penyelesaian proses hukum yang ada, dan penyelesaian administrasinya,” kata Eko (14/03/2018). Eko melanjutkan, “Sedangkan untuk saat ini, proses-proses ini sudah dilalui, maka dirasa perlu untuk segera melantik PAW. Apalagi mengingat perlu adanya peningkatan kinerja dan KPU Kabupaten Sampang sedang menyelenggarakan Pilkada sekarang ini”. Terakhir, Ketua KPU Jatim berharap kepada terlantik agar segera beradaptasi dan memahami tupoksinya sebagai Anggota KPU Kabupaten Sampang. Sebab tahapan Pilkada Serentak 2018 di Sampang sudah berjalan. Sebagai penutup acara pelantikan dan pengambilan sumpah, usai sambutan dari Ketua KPU Jatim, dibacakan do’a oleh rohaniawan, M. Fauzi. (AACS/ Ft. Habib)

GELAR RAKOR, KPU JATIM TEKANKAN KABUPATEN/ KOTA TINDAK LANJUTI LHP BPK

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Gelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Anggaran Pilkada Serentak 2018 dan Penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Tahun 2018, hari ini, Selasa (13/03),  Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) tekankan kepada 38 KPU Kabupaten/ Kota di Jawa Timur untuk menindaklanjuti LHP BPK. Hadir dalam Rakor ini, perwakilan Sekretaris, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta Bendahara Pembantu Pengeluaran (BPP) dari masing-masing KPU Kabupaten/ Kota. Kabag Program; Data; Organisasi dan SDM KPU Jatim, Soeharto dalam laporan kegiatannya menyampaikan jika maksud dan tujuan dari Rakor yakni, menindaklanjuti LHP BPK.  “Untuk tindaklanjut LHP BPK, Kita diberikan waktu sampai dengan tanggal 16 Maret 2018, 2018. Dan hari ini Kita akan fokus pada tindaklanjut LHP BPK. Selain itu, pada kesempatan ini Kita juga akan membahas sejauhmana pengelolaan anggaran Pilgub Jatim Tahun 2018 di Kabupaten/ Kota,” tutur pria yang akrab disapa Totok ini (13/03/2018). Berikutnya Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito kembali mempertegas pentingnya tindaklanjut dari LHP BPK. “Setiap tahun KPU menerima hasil pemeriksaan dari BPK, sebagaimana tahun sebelumnya ada yang sudah clear, ada yang perlu perbaikan, dan ada pula yang perlu mengembalikan ke kas negara. LHP BPK tahun ini harus segera Kita tindaklanjuti kembali. Hal ini agar pengelolaan anggaran KPU ini berjalan lancar, tidak ada resiko dari temuan, dan sebagai evaluasi untuk meningkatkan kinerja KPU,” tekan Ketua KPU Jatim saat memberikan sambutan. Tidak ketinggalan, Sekretaris KPU Jatim, HM. Eberta Kawima kembali memberikan arahan agar KPU Kabupaten/ Kota menindaklanjuti temuan hasil pemeriksaan BPK ini. “Ada beberapa catatan dari BPK yang harus segera ditindaklanjuti dan diselesaikan. Catatan ini sifatnya masih bisa diperbaiki. Catatan itu, ada yang sifatnya administratif dan non administratif. Dalam penyelesaian catatan BPK, kali ini KPU Kabupaten/ Kota akan didampingi langsung oleh Kasubag Keuangan KPU Jatim,” papar Wima. Usai pengarahan dari Sekretaris KPU Jatim, para peserta mendapatkan pengarahan pula dari Kabag Program; Data; Organisasi dan SDM KPU Jatim, Soeharto, serta Kabag Keuangan; Umum dan Logistik KPU Jatim, Akhmad Sudjono. Selanjutnya tata cara penyelesaian LHP BPK  juga disampaikan oleh Kasubag Keuangan KPU Jatim, Yulyani Dewi. Di sesi berikutnya, Kasubag Program dan Data KPU Jatim, Nurita Paramita memandu mengenai perkembangan pengelolaan anggaran Pilgub Jatim Tahun 2018 di 38 KPU Kabupaten/ Kota. (AACS/Ft.Habib)

GELAR KPU GOES TO CAMPUS, KPU RI SOSIALISASI PILKADA SERENTAK PADA MAHASISWA UNAIR

  Surabaya, jatim.kpu.go.id– Kampus adalah tempat berkumpulnya anak-anak muda yang aktif, kreatif, dan inovatif. Sehingga, diharapkan nanti setelah menerima sosialisasi dari Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) tidak berhenti sampai di situ, tapi mereka bisa menyebarluaskan lagi informasi itu melalui aktivitasnya di saluran-saluran penggunaan teknologi informasi. Demikian disampaikan oleh Ketua KPU RI, Arief Budiman, dalam acara KPU Goes To Campus, di Kampus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Senin (12/03). KPU Goes To Campus merupakan rangkaian sosialisasi yang dilakukan oleh KPU RI, di 17 provinsi yang ada di Indonesia. Alumnus Unair ini juga menjelaskan, sosialisasi termasuk Goes To Campus terus dilakukan oleh KPU RI dengan tujuan agar bisa menarik minat masyarakat, terutama di lingkungan kampus. Setidaknya, ikut berpartisipasi dalam memilih calon pemimpin dan menggunakan hak pilihnya di Pilkada Serentak 2018 nanti. “Sosialisasi seperti ini diharapkan agar mahasiswa tidak apatis terhadap Pemilu. Selebihnya, mahasiswa juga diharapkan ikut berpartisipasi untuk menghasilkan pemimpin terbaik untuk lima tahun kedepan,” ujar Arief. Mantan Komisioner KPU Jatim ini menambahkan, keberadaan anak-anak kampus yang juga masuk dalam generasi milenial itu paling dekat dengan teknologi. Setidaknya, dengan kedekatannya terhadap teknologi juga dapat ikut mensosialisasikan Pilkada serentak 2018 kepada masyarakat. “Sekarang anak-anak muda generasi milenial harus lebih peduli dengan pemilu, kenapa? Karena akses untuk tahu tentang pemilu oleh KPU sekarang jauh dibuat lebih mudah. Hampir setiap tahapan itu disediakan teknologi informasinya,” tambahnya. Sementara itu, Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito mengatakan sosialisasi sudah dilaksanakan di seluruh daerah dan menyasar hampir semua kalangan. Menurutnya, selain ke mahasiswa, pihak KPU juga sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat berbagai segmentasi seperti nelayan, petani dan lain-lain. “Karena itu, kita optimis target 77,5 % pemilih itu akan tercapai. Saya pikir kawan-kawan mahasiswa juga mempunyai tugas untuk ikut meningkatkan partisipasi,” terangnya. Pengamat politik asal Unair, Dr. Suko Widodo mengatakan jika sosialisasi yang sudah banyak dilakukan oleh KPU dinilai masih kurang lengkap. Menurutnya, mahasiswa juga mengharap kehadiran partai politik atau kandidat pasangan calon dalam memberi pendidikan politik berupa program yang akan dilaksanakan nantinya. “Tidak cukup jika hanya KPU sendiri yang melakukan sosialisasi. Kami juga sangat rindu dengan parpol yang sudah tidak pernah datang lagi ke kampus, untuk memberikan pendidikan politik,” pungkasnya. (MC – BAY/ Humas KPU RI)

KUNJUNGI KPU JATIM, KEMENKUMHAM KOORDINASI & TUKAR PENDAPAT SEPUTAR PILGUB JATIM 2018

  Surabaya, jatim.kpu.go.id– Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) mendapat kunjungan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM), Rabu (7/3). Dalam kunjungan kali ini, perwakilan dari Kemenkum HAM tersebut ditemui langsung oleh Divisi Teknis KPU Jatim, Muhammad Arbayanto. Beberapa pejabat dari Kemenkum HAM yang hadir berkunjung yakni, Ketua Desk Otsus Tanah Papua Kemenkum HAM Andrie Soetarno, yang sekaligus ketua rombongan dari empat orang lainnya. Adapun anggota yang hadir dalam kunjungan, Tedi Rufendi (Asdep 3/I Poldagri Kemenkum HAM), Bambang Sugeng (Asdep 4/V Kamtibnas Kemenkum HAM), Afkar Mulya ((Kabid 2.3/I Kemenkum HAM) dan Sunanto (Koordinator JPPR Kemenkum HAM). Koordinator rombongan Kemenkum HAM, Andri Soetarno, menyatakan bahwa kedatangan dan sekaligus kunjungan yang dilakukan, lebih pada tukar pendapat dan pandangan terkait permasalahan-permasalahan dalam Pilgub 2018. Terlebih juga untuk tahapan Pileg dan Pilpres 2019, yang saling berhimpitan. “Kedatangan kami selain untuk silaturahim, juga dalam rangka untuk sharing kondisi terkini yang berkaitan dengan Pilkada serentak,” ujarnya. Andri menjelaskan, di setiap tahapan Pilkada serentak termasuk Pilgub Jatim juga tidak menutup kemungkinan ada permasalahan yang muncul. Untuk itu, dia butuh masukan terkait permasalahan yang pernah dihadapi dan sekaligus solusi apa yang dipakai dalam menyelesaikan persoalan tersebut. “Butuh juga saling memberi masukan, dengan harapan untuk pelaksanaan Pilkada serentak berlangsung secara maksimal,” terangnya. Sementara itu, Divisi Teknis KPU Jatim Muhammad Arbayanto menyambut baik adanya kunjungan dari Kemenkum HAM tersebut. Kedatangan yang disemangati untuk Sharing pendapat terkait tahapan Pilkada serentak, menurutnya juga menjadi ajang saling berbagi pandangan dan mendapat masukan. Terkait Pilgub Jatim, menurut pria yang akrab dipanggal Arba tersebut, ditegaskan bahwa seluruh tahapan sudah berjalan maksimal dan secara garis besar tidak ada persoalan. Mulai dari proses pendaftaran, penetapan calon, pengundian sampai kampanye, menurutnya berjalan meski terkadang ada dinamika. “Kalaupun ada kendala itu hanya bagian dari dinamika saja. Itupun tidak sampai pada menjadi masalah yang berat,” pungkasnya. (MC – TUNG/BAY)

SOSIALISASI PILGUB JATIM DI SEGMEN MASYARAKAT MARGINAL, KPU JATIM GANDENG LEMBAGA SUAR KEDIRI

  Kediri, jatim.kpu.go.id– Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim), yang bekerjasama dengan Lembaga SuaR Kediri melakukan sosialisasi tatap muka di Kabupaten Kediri, Rabu (7/3). Dalam sosialisasi yang digelar di Warung Daun tersebut menyasar segmentasi pemilih dari disabilitas, masyarakat marginal, pengamen jalanan, dan komunitas peduli HIV-AIDS. Tiga narasumber hadir dihadapan ratusan peserta yakni Gogot Cahyo Baskoro (Divisi SDM dan Parmas KPU Jatim), Taufik Al-Amien (Akademisi STAIN Kediri) dan Eka Rahmawati (aktifis perempuan). Acara dipandu oleh moderator M. Sanusi (Ketua SuaR Kediri). Sebelum acara sosialisasi dimulai, terlebih dulu diisi perform live musik dari pengamen jalanan. Divisi SDM dan Parmas KPU Provinsi Jawa Timur Gogot Cahyo Baskoro, dalam paparannya menyatakan bahwa sudah waktunya peserta yang hadir, dampingan dari lembaga SuaR untuk menjadi pemilih yang cerdas. Pemilih yang menggunakan hak pilihnya dengan penuh tanggung jawab, bukan dengan diiming-iming sesuatu atau imbalan untuk memilih. “Jangan karena diiming-iming dapat uang misalnya, baru menggunakan hak pilih. Sekarang sudah waktunya menjadi pemilih cerdas, menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani masing-masing,” ujarnya. Terkait dengan pemilih disabilitas, pria kelahiran Kabupaten Magetan ini menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memberika pelayanan yang maksimal bagi para disabilitas. Sejak awal pencocokan dan penelitian (coklit), juga sudah tersedia kolom untuk pemilih yang menyandang disabilitas. Demikian juga dengan pendirian Tempat Pemungutan Suara (TPS), menurutnya juga akan ramah dengan penyandang disabilitas. Tidak hanya pintu masuk TPS yang minihal harus cukup untuk kursi roda, tapi tempat dari TPS juga tidak boleh di gedung atau aula lantai dua untuk mempermudah penyadang disabilitas dalam menggunakan hak pilihnya. “Juga ada aturan tempat TPS tidak boleh dilokasi yang berumput, agar kursi roda bisa berjalan dengan lancar,” terang Gogot. Pemateri berikutnya, akademisi STAIN Kediri Taufik Al-Amin mengupas materi terkait partisipasi masyarakat dalam Pilkada serentak. Dia menyebutkan bahwa target partisipasi pemilih dalam Pilkada serentak dipatok 77,5 persen. Dengan target tersebut tentu butuh sosialisasi yang maksimal dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. “Kenapa harus berpartisipasi dalam Pilgub Jatim, ya karena untuk konteks kekinian Golput bukan bagian dari solusi. Gunakan hak pilih anda, karena menjadi penentu 5 tahun ke depan,” urainya. Sementara itu, pemateri yang berasal dari aktifis dan pemerhati perempuan Jatim, Eka Rahmawati menerangkan bahwa dalam momentum lima tahunan seperti Pilgub Jatim, seluruh segmen masyarakat marginal harus menjadi penentu. Caranya dengan apa, tentu datang ke TPS untuk menyalurkan hak pilihnya. Soal pilihan diberikan kepada siapa. Eka menegaskan itu adalah hak politik masing-masing pemilih, yang terpenting jangan sampai Golput. Dia juga meminta seluruh peserta yang hadir dalam sosialisasi tatap muka, juga ikut membantu KPU Jatim dalam menyosialisasikan pelaksanaan Pilgub Jatim yang akan digelar Rabu, 27 Juni 2018 mendatang. “Apa yang kita hadapi sehari-hari merupakan hasil dari keputusan politik, sehingga jangan sampai hak politik yang hadir di acara ini tidak digunakan dalam Pilgub Jatim nanti,” pungkasnya. (MC – BAY)