Berita Terkini

GELAR RAPIM DI BANYUWANGI, KPU JATIM BAHAS PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMILU 2019

  Banyuwangi, jatim.kpu.go.id– Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) mengadakan Rapat Pimpinan (Rapim) Penyusunan Perencanaan Kegiatan dan Anggaran Pemilihan Umum Tahun 2019 KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, di El Royale Hotel dan Resort Banyuwangi. Rapim yang berlangsung selama tiga hari, Senin-Rabu, 26 – 28 Maret 2018 diikuti seluruh Ketua, Anggota, dan Sekretaris KPU se-Jawa Timur. Dalam sambutannya, Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito menyatakan bahwa Penyelenggara Pemilu sudah memasuki tahapan yang krusial. Tidak hanya berlaku untuk Kabupaten/ Kota yang melaksanakan Pilkada saja, melainkan seluruh KPU Kabupaten/ Kota yang ada di Jawa Timur. Dengan sudah memasuki tahap yang krusial, Pria yang akrab dipanggil Eko ini menjelaskan, kedepan akan ada masalah-masalah yang akan dan sudah muncul dalam penyelenggara Pemilu. Baik itu yang berkaitan dengan masalah internal, maupun tidak luput juga dalam masalah eksternal. “Jadi kedepan yang perlu diperhatikan oleh semuanya, beberapa masalah yang sudah timbul segera diperbaiki,” kata Eko. Eko menambahkan beberapa masalah yang harus segera diperbaiki dan diselesaikan, salah satunya terkain Badan Adhoc yang masih merangkap jabatan lain seperti menjadi pendamping desa. Hal itu sudah seharusnya sudah segera dituntaskan, agar tidak jadi persoalan di kemudian hari. “Jangan remehkan hal yang sepele, semua harus berpikir menyeluruh agar tahapan yang saling berhimpitan ini tidak jadi persoalan nantinya,” tambah Eko. Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Banyuwangi Syamsul Arifin menyatakan sebagai tuan rumah yang baik dalam Rapim kali ini, pihaknya akan memberikan pelayanan yang terbaik. Selain agenda yang sudah ditentukan dalam jadwal oleh KPU Jatim, pihaknya juga sudah menyiapkan acara informal. Setidaknya, dengan adanya acara informal bisa memberi nilai tambah dari Rapim. Beberapa acara informal yang sudah disiapkan di antaranya, ada bazar hasil bumi Blambangan Banyuwangi yang dipersembahkan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Banyuwangi. “Juga ada banyak destinasi wisata alam dan kuliner yang bisa dinikmati di Kabupaten Banyuwangi. Silahkan kalau mau menikmati, kami siap memberikan pelayanan,” ucapnya. Adapun sususan acara Rapim Penyusunan Perencanaan Kegiatan dan Anggaran Pemilu 2019 yang dilaksanakan di Kabupaten Banyuwangi, untuk hari pertama Senin (26/3) acara pembukaan dan sekaligus pengarahan. Selanjutnya, Selasa (27/3) paparan materi dari Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito, disusul materi dari Bawaslu Jatim. Berikutnya, Selasa siang masuk pada materi Divisi Umum; Keuangan dan Logistik yang disampaikan oleh Dewita Hayu Shinta, Divisi Perencanaan dan Data, Choirul Anam, petang harinya materi dari Divisi SDM dan Parmas, Gogot Cahyo Baskoro, dilanjut dengan materi Divisi Teknis, Muhammad Arbayanto. Terakhir, di hari ketiga Rabu (28/3), materi akan disampaikan oleh Sekretaris KPU Jatim, HM Eberta Kawima dan diakhiri dengan materi pembahasan dari hasil Rapim sekaligus acara penutupan. (MC – ANY/TUNG/BAY)

BK PILGUB JATIM RESMI DISERAH TERIMAKAN KE KEDUA PASLON, PENGAMBILAN DILAKUKAN BERTAHAP

  Gresik, jatim.kpu.go.id– Bahan Kampanye (BK) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) secara simbolis telah diserahkan kepada kedua pasangan calon (paslon), Senin (26/3). Penyerahan BK dilaksanakan langsung di gudang PT Pura Barutama Jalan Veteran, Kabupaten Gresik. Hadir dalam penyerahan BK Pilgub Jatim 2018 yakni Divisi Keuangan; Umum dan Logistik KPU Jatim, Dewita Hayu Shinta, Sekretaris KPU Jatim, HM Eberta Kawima, Kabag Keuangan; Umum dan Logistik KPU Jatim, Akhmad Sudjono, Kabag Hukum; Teknis dan Hupmas KPU Jatim, Slamet Setioadjo serta tim Kampanye kedua paslon. Divisi Keuangan; Umum dan Logistik KPU Jatim, Dewita Hayu Shinta menyatakan untuk logistik BK masih belum seluruhnya diserahkan ke kedua paslon. Penyerahan dilakukan secara bertahap, untuk hari ini masih sebagian saja sesuai dengan kemampuan dari masing-masing paslon. “Yang pasti untuk logistik BK sudah sesuai dengan harapan, sebagian sudah selesai dan hari ini secara simbolis diserahkan ke kedua paslon,” ujarnya. Kasubbag Keuangan; Umum dan Logistik KPU Jatim, Agus Nugroho menyatakan bahwa hingga sore pihaknya bersama dengan tim, masih berada di gudang logistik BK di Kabupaten Gresik. Sebab, selain serah terima yang butuh proses, pihaknya juga melakukan monitoring terkait distribusi BK dari pihak gudang ke kedua paslon. “Ini masih di Gresik, karena juga melakukan monitoring terhadap distribusi BK yang akan diangkut oleh kedua paslon,” tegasnya. Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, pihak PT Pura Barutama Kudus Muh. Sofyan menyatakan bahwa untuk untuk proses percetakan BK dilakukan di Kabupaten Kudus. Hasil dari cetak BK disimpan di gudang terdekat yakni di Jalan Veteran Gresik, agar akses dalam pendistribusian bisa lebih maksimal. Dia menambahkan, paslon nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa – Emil Elestianto dan paslon nomor urut 2 Syaifullah Yusuf – Puti Guntur Soekarno, melalui tim pemenangan masing-masing sudah mengambil BK. Hingga sore hari, rinciannya untuk paslon 1 sudah mengambil BK hingga dua truk dan paslon 2 mengambil hingga sebanyak 5 truk. “Untuk paslon nomor urut 2 masih terkenda dengan posisi gudangnya yang belum fixed, jadi masih baru bisa mengambil 2 truk untuk BK,” pungkasnya. (MC – BAY)

SOSIALISASI PILGUB DI EKS LOKALISASI DOLLY, KPU JATIM AJAK JADI PEMILIH CERDAS

  Surabaya, jatim.kpu.go.id– Sosialisasi tatap muka Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) digelar di eks lokalisasi Dolly Surabaya, Jum’at (23/3) malam. Sosialiasi dengan segmen pemilih pemula dan pemuda karang taruna ini diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Forum Muda Demokrasi (Fomdem) Jawa Timur yang bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim). Dalam sosialisasi yang bertempat di salah satu bekas wisma lokalisasi yang dikemas menjadi kawasan kuliner, tepatnya Cafe Ropang Jalan Raya Jarak Surabaya tersebut, berlangsung sangat antusias dengan diikuti oleh seratus lebih peserta. Sebagian besar mereka adalah dari karang taruna sekitar eks lokalisasi Dolly Surabaya. Sosialisasi semakin gayeng dan berbobot dengan hadirnya tiga narasumber yang kompeten dalam bidang masing-masing. Ketiganya adalah Divisi SDM dan Parmas KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro, Tokoh Masyarakat eks lokalisasi Dolly, Ernest Tegolelono dan Anggota KPID Jatim, Nur Elya Anggraeni. Hadir juga dalam acara sosialisasi dari Divisi Perencanaan dan Data KPU Kota Surabaya, Robiyan Arifin, jajaran Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sawahan dan Ketua RT/RW sekitar eks lokalisasi Dolly. Divisi SDM dan Parmas KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro mengajak kepada seluruh pemilih pemula dan karang taruna yang berada di eks lokalisasi Dolly untuk menjadi pemilih cerdas. Caranya, minimal sadar akan hak dan kewajibannya untuk memilih dalam Pilgub Jatim yang akan digelar Rabu, 27 Juni 2018 mendatang. “Tentu jangan sampai hak suara anda semua ditukar dengan materi (money politic), karena itu ada sangsi yang sangat tegas hingga sampai pidana,” ujarnya. Komisioner KPU Jatim kelahiran Kabupaten Magetan ini menerangkan, dengan menukar suara yang diganti uang sama halnya dengan pelanggaran berat yang sanksinya bisa denda sampai Rp 1 miliar. Terlebih, harga diri yang menjadi taruhan karena suara yang ditukar dengan uang kalau dihitung selama 5 tahun kedepan hanya setara dengan harga satu bungkus permen. Dia optimis pemilih yang ada di eks lokalisasi Dolly akan memilih dengan hati nurani masing-masing. Terlebih, juga diminta untuk membantu KPU Jatim untuk mensosisialisasikan ke warga yang lain agar juga dalam Pilgub Jatim nanti, juga menyalurkan hak pilihnya. “Apalagi yang hadir ini sebagian besar dari kalangan pemuda, tentunya akan bisa berkontribusi dalam meningkatkan partisipasi dalam menggunakan hak pilihnya,” terang alumnus Universitas Jember tersebut. Berikutnya, dalam paparan materinya dihadapan kalangan pemilih pemuda. Tokoh masyarakat eks lokalisasi Dolly Surabaya, Ernest Tegolelono mengajak kepada seluruh peserta untuk menjadi pemilih aktif dalam Pilgub Jatim nanti. Pemilih aktif dalam artian, setelah mendapat sosialisasi juga berkewajiban mengajak yang lain untuk tidak Golput. “Jangan sampai tidak memilih, karena menyangkut nasib kita selama lima tahun ke depan. Semua yang hadir disini saya minta jadi agen yang menyukseskan Pilgub Jatim,” terangnya. Sementara itu, Komisioner KPID Jawa Timur, Nur Elya Anggraeni menyatakan pihaknya terus menyoroti segala bentuk pelanggaran penyiaran, termasuk iklan media dalam Pilgub Jatim. Itu sebagai bentuk kepastian bahwa apa yang dilakukan, sebagai bentuk control agar lembaga penyiaran mentaati aturan. “Kami juga tidak segan-segan memberi peringatan, bagi paslon yang nekad pasang iklan di luar ketentuan yang ada,” ucapnya. (MC – BAY)

PERSIAPKAN DEBAT PUBLIK, KPU JATIM TANDATANGI PERJANJIAN KERJASAMA DENGAN STASIUN TELEVISI

  Surabayajatim.kpu.go.id– Persiapkan Debat Publik dalam tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2018, Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) melakukan perjanjian dan penandatanganan kerjasama dengan stasiun televisi. Acara ini dilaksanakan di aula lantai II kantor KPU Jatim, jam 9 pagi. Dengan dihadiri Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito, Divisi SDM dan Parmas, Gogot Cahyo Baskoro, Sekretaris KPU Jatim, Muhammad Eberta Kawima, serta perwakilan dari stasiun televise yang akan terlibat dalam debat publik. Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito dalam sambutannya menyampaikan bila Pilgub Jatim sudah melalui beberapa tahapan, dan saat ini sudah memasuki tahapan debat publik. Dalam setiap tahapan, menurutnya mengikat secara hukum, dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. “Dalam pelaksanaan ada proses teknis. Butuh masukan dari media televisi, termasuk dalam penyesuaian standart,” ujarnya. Eko berharap ada kesepakatan yang harus dipatuhi bersama terkait dengan tahapan debat publik Pilgub Jatim 2018, sehingga berlangsung sesuai dengan harapan bersama. Terkait dengan materi debat publik, pihaknya sudah membentuk tim perumus yang terdiri dari kalangan akademisi dan praktisi yang nantinya memberikan masukan materi. “Materi debat publik sudah dalam pembahasan, dengan harapan semua akan disampaikan sesuai dengan tema yang akan diusung,” terangnya. Sementara itu, Divisi SDM dan Parmas KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro dalam arahannya menambahkan, ada beberapa hal yang tidak bisa dikompromikan dan harus dilaksanakan dalam debat publik Pilgub Jatim. Beberapa diantaranya terkait iklan layanan masyarakat (ILM) dan penterjemah untuk kalangan disabilitas. “Pihak televisi juga tidak boleh ekslusif dalam tayangan debat publik, bisa direlay untuk kebutuhan media yang lain,” terangnya. Ikut mengimbuhkan pula Sekretaris KPU Jatim, Muhammad Eberta Kawima, “Untuk debat publik harus dilaksanakan dan wajib dihadiri oleh para pasangan calon. Terlebih disiarkan oleh stasiun televisi nasional, sehingga harus menjadi perhatian serius dari kedua pasangan calon Pilgub Jatim”. Agar pelaksanaan debat publik Pilgub Jatim berjalan lancar, menurut Wima perlu pembahasan, pembicaraan dan diskusi dengan pihak stasiun televisi. Termasuk juga harus dibangun nota kesepakatan, yang di dalamnya memuat hak dan kewajiban. “Hak yang diterima oleh KPU Jatim dan media apa sudah kami sampaikan melalui nota kesepahaman. Juga sudah dibahas dan dikoreksi, serta ditandatangani,” pungkasnya. Usai seremonial pembukaan, acara pun dilanjutkan dengan penandatanganan kerjasama dengan stasiun televise yang akan terlibat didalam debat publik 1,2, dan 3. (MC – TUNG/BIB/TRIS/BAY)

PASTIKAN KUALITAS SERTA KUANTITAS BK & BS, KPU JATIM MONITORING PERCETAKAN DI KUDUS

  Kudus, jatim.kpu.go.id- Bahan Kampanye (BK) dan Bahan sosialisasi (BS) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2018 sudah memasuki tahap cetak. Guna memastikan kualitas serta kuantitas percetakan BK dan BS tersebut, Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) melakukan monitoring ke lokasi percetakan. Adapun lokasi percetakan BK dan BS Pilgub Jatim 2018, di Pura Group Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Dalam monitoring selama dua hari ke lokasi percetakan tersebut, sekaligus dimanfaatkan untuk menentukan jadwal serah terima BK dan BS yang akan dilaksanakan di gudang Pura Group. Monitoring dipimpin langsung oleh Divisi SDM dan Parmas KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro, Kabag Hukum Teknis dan Hupmas, Slamet Setijoadji  dan Kabag Keuangan; Umum dan Logistik, Akhmad Sudjono. Menurut Divisi SDM dan Parmas, Gogot Cahyo Baskoro, KPU Jatim akan mengambil kualitas yang proporsional. “Oleh karena itu, BS tersebut harus diteliti dan diseleksi langsung ke lokasi secara bersama-sama agar sesuai keinginan,” ujar Gogot (22/03/2018). Gogot menjelaskan pula, dalam monitoring ke lokasi percetakan, pihaknya disodorkan contoh cetak BS dengan rincian berupa poster sebanyak tiga tema dan pamflet juga tiga tema. BS sendiri dicetak menurut kualifikasi percetakan yaitu kualitas maksimum, standar, dan minimum. Atas dasar pilihan tersebut, pihak KPU Jatim untuk pamflet akan mengambil kualitas yang maksimum di dalam setiap tema yang akan dicetak. Hal yang tidak jauh beda juga dengan poster, pihaknya menunjuk kualitas maksimum untuk dua tema dan kualitas standar untuk satu tema. “Kami lebih memilih tema yang standar untuk poster, karena dalam poster tersebut ada foto kedua paslon. Hasilnya, warna kulit masing-masing paslon lebih riil,” terang Gogot. Divisi SDM dan Parmas KPU Jatim ini menambahkan, selain meninjau langsung cetak BS dan BK pihaknya juga telah mendapat kepastian terkait jadwal penyerahannya. Untuk BAST tahap pertama, penyerahannya akan dilakukan Senin (26/03) mendatang dengan jumlah sebanyak 50 % dari total kuantitas cetak. Sementara itu, untuk tahap kedua dijadwalkan Minggu (01/04). Dalam penyerahan tersebut juga akan diserahkan secara simbolis kepada tim pemenangan kedua paslon. “Minimal 5 truk untuk masing-masing paslon. Kalau dikalkulasi, masing-masing paslon mendapatkan 100 ton,” pungkasnya.   (MC – TRIS/BAY)

SOSIALISASI BERSAMA GMKI, KPU JATIM AJAK MAHASISWA PERANGI ANGKA GOLPUT

  Surabaya, jatim.kpu.go.id– Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) bekerjasama dengan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jawa Timur, menggelar sosialisasi tatap muka, Selasa (21/3) malam. Sosialisasi yang dilakukan di hadapan pemilih mahasiswa tersebut, dilaksanakan di Aula Student Center (ASC) Jalan Tegalsari Surabaya. Tiga orang narasumber hadir langsung dalam acara sosialisasi yang dilaksanakan oleh GMKI Jawa Timur tersebut. Ketiganya, Divisi SDM dan Parmas KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro, Jurnalis Koran Kompas, Ambrosius Harto Manumoyoso,  dan Ketua Korcab PMII Jawa Timur, Zainudin. Divisi SDM dan Parmas KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro dalam paparan materinya mengajak seluruh elemen GMKI Jatim untuk ikut membantu KPU Jatim. Utamanya dalam menyukseskan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018. Salah satu ajakan untuk menyukseskan Pilgub Jatim, menurutnya, minimal dengan cara membantu menyalurkan hak pilih dalam pencoblosan Rabu, 27 Juni mendatang. Sebab, dengan menggunakan hak pilih kalagan mahasiswa dari GKMI paling tidak telah berpartisipasi aktif, terlebih sampai mengajak seluruh elemen masyarakat yang lain. “Kami ajak seluruh kader GMKI Jatim untuk membantu KPU Jatim, terutama dalam memerangi angka Golput. Jadi nantinya harus menyalurkan hak pilihnya dalam Pilgub Jatim,” ujarnya. Hal yang sama dikatakan oleh Ketua Korcab PMII Jawa Timur, Zainuddin. Dia menjelaskan, peran pemuda dan mahasiswa seperti GMKI harus menjadi ujung tombak dalam membantu KPU Jatim menyukseskan Pilgub Jatim. Caranya, dengan mengorganisir seluruh jejaringnya untuk tidak Golput dalam Pilgub Jatim nanti. “Silahkan memilih seseuai dengan hati nurani, jangan Golput karena itu bukan bagian dari solusi. Ajak seluruh kader untuk menyukseskan Pilgub Jatim,” tegasnya. Sementara itu, Jurnalis Kompas, Ambrosius Harto Manumoyoso menambahkan bahwa media massa dalam setiap gelaran pesta demokrasi, termasuk dalam Pilkada serentak selalu menjadi acuan masyarakat. Terlebih dalam hal yang berkaitan dengan hasil, seperti hasil survei juga sering menjadi acuan dari masing-masing pasangan calon. Cuma, yang berkembang belakangan semakin maraknya lembaga survei yang melakukan survei termasuk dalam Pilgub Jatim 2018. Dengan banyaknya lembaga survei tersebut, dia menyarankan agar masyarakat termasuk aktifis GMKI Jatim lebih memandang sebagai khazanah memperkaya ilmu pengetahuan dan sekaligus menjadi referensi. “Makin banyak lembaga survei, tentu makin membuat kita tahu mana yang kredibel atau tidak. Jadikan sebagai referensi saja, jangan dianggap sebagai hal yang lain,” ucapnya. (MC – BAY)