Berita Terkini

Persiapkan Penyusunan DPTb Pemilu 2024, KPU Jatim Gelar Rapat Koordinasi Bersama 38 Kabupaten/Kota

Kota Probolinggo, jatim.kpu.go.id- Guna mempersiapkan penyusunan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb)  Pemilu Tahun 2024, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) mengadakan Rapat Koordinasi Penyusunan DPTb Pemilu 2024 KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, pada Rabu – Kamis, 2 – 3 Agustus 2023, mulai pukul 15.00 WIB sampai selesai. Rapat koordinasi dibuka oleh Ketua KPU Jatim, Choirul Anam. Dalam sambutannya ia menjelaskan maksud dan tujuan digelarnya rapat koordinasi. “Rapat koordinasi ini penting karena KPU Kabupaten/Kota harus memastikan memahami regulasi terkait DPTb, sehingga bisa menyampaikan pada teman-teman pemilih yang akan mengurus DPTb. Akurasi DPTb pun menjadi penting karena berkonsekuensi terhadap surat suara yang akan didapat,” ujar Ketua KPU Jatim. Sementara itu, Divisi Data dan Informasi KPU Jatim, Nurul Amalia mengungkapkan jika daftar pemilih dibagi menjadi 3 kategori . “Yakni, Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), serta Daftar Pemilih Khusus (DPK),” katanya. DPT merupakan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) Akhir yang telah diperbaiki oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) lalu direkapitulasi oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan ditetapkan oleh KPU Kabupaten/Kota. Kemudian DPTb ialah Daftar Pemilih yang telah terdaftar dalam DPT di suatu TPS yang karena keadaan tertentu Pemilih tidak dapat menggunakan haknya untuk memilih di TPS tempat yang bersangkutan terdaftar dan memberikan suara di TPS lain. “Selanjutnya, yang dimaksud dengan DPK adalah Daftar Pemilih yang memiliki identitas kependudukan tetapi belum terdaftar dalam DPT dan DPTb,” papar Nurul. Rapat Koordinasi mendatangkan pula narasumber Pelaksana Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) KPU, David Soma. “Beberapa kondisi yang mengakibatkan adanya DPTb antara lain karena adanya perpindahan dari TPS regular ke lokasi khusus, kemudian perpindahan dari dalam negeri ke luar negeri, hingga dari luar negeri ke dalam negeri,” tutupnya. Kegiatan bertempat di aula kantor KPU Kota Probolinggo, jalan Panglima Sudirman Nomor 514 Kota Probolinggo, dengan dihadiri oleh 114 orang peserta. Terdiri dari Divisi Perencanaan, Data dan Informasi; Kasubbag Perencanaan, Data dan Informasi, serta Operator Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) dari 38 KPU Kabupaten/Kota se-Jatim.*** (Fathir/Ed. Red/Fto. Istimewa)

KPU Jatim Gelar Rakor Persiapan Pengadaan Logistik Pemilu 2024 di Pamekasan, Rangkaian Acara Dihadiri oleh Bupati

Pamekasan, jatim.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Pengadaan Perlengkapan Pemungutan Suara, Dukungan Perlengkapan Lainnya, dan Perlengkapan Pemungutan Suara Lainnya Tahap I pada Jumat, 28 Juli 2023 di Kabupaten Pamekasan. Bertempat di Pendopo Mandhapah Agung Ronggosukowati, rangkaian pembukaan rakor berlangsung mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai. Tampak berbeda, rakor kali ini tampak berlangsung istimewa, sebab dihadiri langsung oleh Bupati Pamekasan, Badrut Tamam. Tak hanya itu, para peserta pun disuguhi dengan tari jagat pemelingan yang diperagakan sejumlah penari dengan indah. Dalam sambutannya, Ra Badrut, sapaan akrab Bupati, mengaku pihaknya turut mendorong terlaksananya demokrasi yang berkualitas. Sehingga pemilu di Jawa Timur dapat berjalan dengan sukses dan lancar. Ia pun mengapresiasi kinerja KPU se Jatim yang telah mengantarkan para Pemimpin, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga nasional. "Ini merupakan tugas mulia dalam melaksanakan proses demokrasi," terang Badrut. Berikutnya, Anggota KPU Jatim Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat Gogot Cahyo Baskoro menyampaikan tujuan rakor digelar agar dapat mempersiapkan pengadaan kebutuhan perlengkapan suara dengan matang. "Harapannya pengadaan logistik dapat memenuhi prinsip tepat jenis, tepat jumlah, tepat kualitas, tepat waktu, tepat sasaran serta tepat biayanya," papar Gogot dalam sambutannya membuka acara. Agar seluruh prinsip tersebut terpenuhi, Gogot mengatakan KPU kabupaten/kota harus memperhatikan dan menaati prosedur. "Adapun prosedur yang ditempuh antara lain, penyusunan anggaran, pengadaan logistik yang fokus pada pengadaan barang, proses pendistribusian, serta langkah pemeliharaan dan penghapusan," lanjutnya. Untuk itu, mantan anggota KPU Kabupaten Jember tersebut mengatakan suksesnya pengelolaan logistik tidak hanya cukup dilakukan dengan taat prosedur, namun juga tertib secara administrarif. "Dikatakan berhasil jika logistik yang dikelola ini sesuai dengan SOP yang telah dirumuskan berdasarkan aturan perundang-undangan. Serta terpenuhinya kebutuhan administrasi yang menyertai dalam setiap proses. Tentu agar kemudian hari tidak terjadi terjadi permasalahan," pungkas Gogot. Rakor dihadiri oleh 38 KPU Kabupaten/Kota. Masing-masing terdiri dari Ketua, Sekretaris, serta Kepala Sub Bagian Keuangan, Umum, dan Logistik. Sesangkan dari KPU Jatim hadir selain Gogot, Anggota Miftahur Rozaq, Nurul Amalia, Insan Qoriawan, dan Athoillah, Sekretaris Nanik Karsini, serta jajaran bagian terkait.*** (AFN/Fto.KUL)

Athoillah, PAW Anggota KPU Jatim Periode 2019-2024 Dilantik Hari Ini

Surabaya, jatim.kpu.go.id- Athoillah resmi dilantik dan diambil sumpah janjinya sebagai Pengganti Antarwaktu (PAW) Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) Periode 2019-2024 pada Rabu, 26 Juli 2023.  Atok, sapaan akrabnya dilantik menggantikan Muhammad Arbayanto yang mengundurkan diri pada 2 Mei 2023 lalu. Ia merupakan Anggota KPU Kabupaten Jombang Periode 2019-2024.  Pelantikan dilakukan secara hybrid, bersamaan dengan pelantikan 25 KPU Kabupaten/Kota di 5 provinsi. Sementara Atok mengikuti secara daring dari Kantor KPU Jatim, Jalan Raya Tenggilis Nomor 1-3 Surabaya. Berlangsung dengan khidmat, dimulai pukul 09.30 sampai selesai. Pelantikan dan pengambilan sumpah janji dipimpin langsung oleh Ketua KPU Hasyim Asy'ari.  Dalam sambutannya, Hasyim menyampaikan bahwa pelantikan saat ini digelar dalam aituasi tahapan Pemilu sedang berlangsung.  "Situasi kerja kita, jam kerja dan hari kerja kita adalah hari kalender. Kita kerja penuh waktu," kata Hasyim.  Demikian, Hasyim berharap anggota yang baru dilantik dapat menyampaikan situasi ini kepada keluarga. Sehingga mereka dapat menyesuaikan dan tahapan dapat berjalan lancar sampai berakhirnya pemilu dan akan berlanjut di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).  Dalam peran dan fungsinya menjalankan tugas, Hasyim mengatakan Anggota KPU adalah pemimpin kepemiluan. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 mengamanatkan bahwa KPU di tingkat pusat merupakan penanggung jawab akhir Pemilu dan Pilkada. Sedangkan KPU provinsi dan kabupaten/kota bertanggung jawab di masing-masing tingkat wilayah.  Untuk itu Hasyim berpesan kepada Anggota yang dilantik untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya sehingga dapat meyakinkan semua pihak bahwa KPU siap, pantas, dan layak menjadi pusat kepemiluan.  "Hari ini tinggal 202 hari menuju pemungutan. Pahami semua dokumen dan berkerja sesuai dengan aturan. Baik aturan KPU, Bawaslu dan DKPP," pesan Hasyim.  Ketua KPU Jatim Choirul Anam berharap, kepada yang terlantik untuk segera dapat menyesuaikan ritme penyelenggaraan tahapan pemilu yang sudah berjalan.  "Apalagi sebelumnya, Mas Atok merupakan Ketua KPU Kabupaten Jombang, sehingga sudah tidak sulit lagi melakukan penyesuaian diri. Hanya saja, lingkup tanggungjawabnya sekarang lebih luas," terang Anam.  Menanggapi hal tersebut, Atok menyampaikan pihaknya dengan segera akan menyesuaikan diri dengan pola dan irama kerja yang sudah berjalan.  "Meskipun kami berangkat dari penyelenggara Pemilu di tingkat kabupaten/kota, tentu masih harus menyesuaikan dengan kondisi di provinsi," kata Atok saat diminta keterangan pasca mengikuti prosesi pelantikan.  Kepada seluruh jajaran di lingkungan KPU Jatim, Atok meminta kerjasama seluruh pihak untuk menyukseskan Pemilu dan Pilkada ke depan.  Perlu diketahui hadir menyaksikan pelantikan, Ketua KPU Jatim Choirul Anam beserta jajaran pejabat struktural dan fungsional di lingkungan sekretariat KPU Jatim. Serta jajaran Anggota KPU Kabupaten Jombang.* (AFN/F.to AA)

Semarakkan Prosesi Serah Terima Bendera Kirab Pemilu Jalur IV, Keluarga Besar KPU se Jatim Berangkat ke DIY Kenakan Pakaian Adat Daerah

Gunung Kidul, jatim.kpu.go.id- Perjalanan Kirab Bendera Pemilu Tahun 2024 melalui jalur IV di Jawa Timur sudah mencapai titik finish. Tepatnya di Kabupaten Pacitan, pada 23 Juli 2023. Setelah selama 76 hari dikirab melewati 12 kabupaten/kota, mulai 9 Mei 2023. Selanjutnya hari ini Senin, 24 Juli 2023 bendera kirab diserahkan oleh Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) melalui KPU Pacitan ke KPU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui KPU Gunung Kidul. Tampak semarak, penyerahan bendera kirab diikuti oleh 145 orang dengan mengenakan pakaian adat daerah masing-masing kabupaten/kota. Tidak hanya itu, setelah dilakukan apel pelepasan di halaman kantor KPU Pacitan, iring-iringan mobil yang menyerahkan kirab disambut oleh para Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se kabupaten Pacitan di gapura perbatasan Jawa Timur - Jawa Tengah. Semakin meriah, tidak hanya berjajar rapi, tapi dengan semangat, mereka bergerak memperagakan flashmob Jingle Pemilu 2024. Berikutnya, menjadi rangkaian agenda pelepasan, dilakukan prosesi pecah kendi sebagai wujud ikhtiar KPU se Jawa Timur untuk membuang segala macam persoalan yang terjadi pada Pemilu ke depan. Sekaligus menjadi bentuk pengharapan bahwa tidak hanya serah terima Pemilu yang dilancarakan, namun lebih dari itu, penyelenggaraan Pemilu dapat berjalan dengan aman dan damai. "Mohon pecah kendi ini tidak dimaknai sebagai sesuatu yang bid'ah, sesuatu yang mubadzir. Ini menjadi simbol budaya kita orang Jawa bahwa sejatinya yang kita pecah adalah persoalan dan masalah yang sedang kita hadapi," kata Anggota KPU Jatim Divisi Sosdiklih dan Parmas Gogot Cahyo Baskoro saat memberikan sambutan. Hingga saat prosesi serah terima, Gogot memberikan apresiasi dan terimakasih mendalam kepada seluruh jajaran KPU DIY dan KPU Gunung Kidul. Iapun merasakan atmosfer berbeda ketika prosesi berlangsung dengan iringan musik gamelan yang dimainkan secara langsung. "Sampai sini kami merasakan keramahtamahan putra putri ngarsa dalem yang menyambut kami, diarak menggunakan kereta kencana, tentu hal ini sangat mengesankan," terang Gogot. Berikutnya, mantan anggota KPU Kabupaten Jember tersebut menyampaikan bahwa selama 76 hari, KPU Jatim telah melaksanakan penggantian bendera sebanyak tiga kali. "Pertama di Pasuruan kami mengganti 18 bendera partai partai politik, 1 bendera pataka KPU, dan 1 bendera merah putih. Kemudian di Kediri kami melakukan pembaharuan bendera Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan di Kota Kediri pembaharuan bendera Partai Bulan Bintang (PBB)," imbuhnya. Adapun bendera asli yang dikirab melalui jalur IV mulai dari Tanjung Selor Kalimantan Utara pada 14 Februari 2023 juga turut diserahkan. Sementara Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan berharap tidak hanya sosdiklih saja yang berbasis nilai budaya. Namun juga pelaksanaan pemilu yang harapannya dapat dilakukan dengan tepa selira. Sehingga dapat berjalan dengan rukun dan demokratis. Prosesi serah terima berjalan khidmat mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai. Bertempat di Taman Budaya Gunung Kidul, rangkaian acara dihadiri oleh Wakil Bupati Gunung Kidul Heri Susanto, jajaran forum koordinasi pimpinan daerah, perwakilan partai politik peserta pemilu, serta perwakilan Organisasi kepemudaan/Organisasi kemasyarakatan. Hadir dari KPU Jatim selain Gogot, Anggota KPU Jatim Miftahur Rozaq, Insan Qoriawan, Rochani, Sekretaris Nanik Karsini, serta jajaran staf subbag terkait. Sedangkan dari KPU Kabupaten/Kota masing-masing hadir Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM, Sekretaris, serta Kasubbag Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Partisipasi, dan Hubungan Masyarakat.*** (AFN/Fto. AA)

Gelar Rakor Sosdiklih di Pacitan, KPU Jatim Evaluasi Pengelolaan Medsos Jelang Pemilu 2024

Pacitan, jatim.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih (Sosdiklih) bersama 38 KPU Kabupaten/Kota se Jawa Timur pada Minggu, 23 Juli 2023. Bertempat di gedung Karya Dharma, Jalan Jaksa Agung Suprapto Pacitan. Masing-masing kabupaten/kota hadir sebagai peserta yaitu, Divisi Sosdiklih, Partisipasi Masyadakat, dan SDM, Sekretaris, dan Kepala Sub Bagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Partisipasi, dan Hubungan Masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Anggota KPU Jatim Divisi Sosdiklih dan Parmas Gogot Cahyo Baskoro sekaligus melakukan evaluasi terhadap pengelolaan media sosial resmi KPU se Jawa Timur.  Pasalnya saat ini, tahapan pemungutan sudah semakin dekat. Dengan sisa waktu kurang lebih tujuh bulan menuju hari pemungutan suara, Gogot berharap KPU Kabupaten/Kota se Jawa Timur dapat memanfaatkan media sosial dengan maksimal. Agar partisipasi masyarakat dapat meningkat. "Apalagi di era digital saat ini, media sosial menjadi sarana yang paling efektuf untuk membangun interaksi antara KPU dengan masyarakat," terang Gogot. Evaluasi ini dilakakukan terhadap 5 jenis media sosial. Di antaranya instagram, facebook, twitter, youtube, dan terakhir yang masih banyak digandrungi masyarakat yaitu TikTok. Terhadap 5 jenis media sosial tersebut, mantan wartawan rafio soka tersebut memberikan catatan agar intensitas dan kontinuitas unggahan konten diperhatikan. "Konten postingan yang diunggah harus rutin, dan bersifat informatif serta edukatif. Tidak hanya berita foto kegiatan tapi juga konten informasi kepemiluan. Terlebih saat tahapan berlangsung, tentu sangat dibutuhkan masyarakat," terang Gogot. Sebelumnya, Anggota KPU Jatim Divisi Perencanaan dan Logistik Miftahur Rozaq menyampaikan dalam tahapan sosdiklih terdapat proses transformasi informasi yang perlu disampaikan ke masyarakat. "Sehingga, informasi yang menjadi konten untuk disampaikan ke publik harus presisi," kata Rozaq. Dengan demikian, Rozaq meminta kepada divisi sosdiklih, parmas, dan SDM KPU Kabupaten/Kota harus mampu memahami secara utuh dan mendalam seluruh tahapan. "Apalagi sosdiklih merupakan tahapan tanpa batas dan tanpa disekat oleh durasi waktu. Sepanjang hari, sepanjang bulan, dan sepanjang tahun," pungkas pria kelahiran Madura tersebut. Rakor dibuka mulai pukul 14.00 hingga selesai. Sebagai rangkaian rakor, sesi kedua KPU Jatim juga melakukan evaluasi pelaksanaan kirab Pemilu Tahun 2024 melalui jalur IV. Sedangkan esok harinya, Senin, 24 Juli 2023 akan dilakukan serah terima Bendera Kirab dari KPU Pacitan ke KPU Gunung Kidul. *** (AFN/Fto. AA)

Gelar Pelatihan Service Excellent, Upaya KPU Jatim Berikan Layanan Lebih dari Standar

Surabaya, jatim.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) terus berkomitmen meningkatkan layanan kepada masyarakat. Salah satunya melalui pelatihan service excellent yang digelar di internal lingkungannya pada Jumat, 21 Juli 2023. Bertempat di Aula Kantor KPU Provinsi Jawa Timur, Jl. Raya Tenggilis Nomor 1-3 Surabaya, pelatihan diikuti oleh pejabat struktural mulai Sekretaris, Kepala Bagian, Kepala Sub Bagian, serta pejabat fungsional dan staf di lingkungan KPU Jatim. Berlangsung mulai pukul 08.30 hingga selesai. Berkesempatan membuka pelatihan, ketua KPU Jatim Choirul Anam mengatakan pelayanan prima sangat vital bagi sebuah lembaga negara karena bentuk dan sifatnya adalah lembaga yang harus melayani.  "Apalagi KPU, yang sudah sangat jelas dalam visi besarnya memberikan pelayanan kepada warga negara untuk menggunakan hak pilihnya," kata Anam. Ia pun merasakan tidak mudah membuat layanan terbaik. Apalagi harus lebih dari standar umumnya.  "Meskipun secara personality bagus, namun terkadang banyak dipengaruhi oleh problem-problem eksternal," terangnya. Untuk itu, ia berharap pelatihan ini dapat diikuti oleh seluruh jajaran dengan baik dan kemudian dapat diaplikasikan dalam pekerjaan sehari-hari. Mempertegas yang disampaikan Ketua, bertindak sebagai narasumber, Public Speaker sekaligus Founder WePro Communication Grace Mamahit mengatakan, service excellence merupakan konsep yang memberikan layanan kepada pelanggan yang melebihi harapan serta memberikan kepuasan maksimal. "Untuk itu, service excellence itu satu kesatuan yang terintegrasi dan tidak bisa dipisahkan. Artinya, tidak hanya dilakukan pegawai yang berada di front liner, tapi menjadi tugas keseluruhan SDM di dalamnya," kata Grace. Perempuan yang juga berpengalaman sebagai presenter tersebut kemudian membagikan trik dan tips bagaimana memberikan layanan yang melebihi standar. Diantaranya, terdapat 6 prinsip yang harus diperhatikan dalam memberikan pelayanan prima atau lebih mudah disingkat A6. Yaitu attitude, attention, action, ability, appearance, dan accountability. Yang masing-masing dijelaskan dengan apik oleh narasumber. Pelatihan tampak semakian meriah dan penuh keseruan, dengan sesekali peserta diajak ice breaking. Peserta pun tampak antusias baik memperhatikan materi yang disampaikan maupun praktik yang dilakukan. Perlu diketahui, selain ketua dan sekretaris, pelatihan juga dihadiri oleh Anggota KPU Jatim Divisi Sumber Daya Manusia, Penelitian, dan Pengembangan, Rochani.*** (AFN/Fto. Sekti)