Berita Terkini

SONGSONG SATU TAHUN PEMILU, KPU JATIM GELAR PARADE SENI DAN BUDAYA

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim),  menyelenggarakan Pagelaran Seni Budaya di Gedung Negara Grahadi Surabaya, hari ini (Rabu, 2/5). Pagelaran Seni Budaya sendiri diselenggarakan dalam rangka menyongsong 1 Tahun Pemilu 2019. Baik itu pemilu DPR, DPD, DPRD, serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2019. Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, seluruh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur.  Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito bersama Anggota KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro dan Choirul Anam, beserta Bawaslu Jawa Timur, dan KPU Kabupaten/ Kota. Rangkaian acara yang diawali dengan persembahan tari tradisional, kemudian dilanjut dengan sambutan Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito. Ketua KPU Jatim menyampaikan bahwa acara Pagelaran Seni Budaya dalam rangka satu tahun menjelang Pemilu adalah kegiatan nasional dan bagian dari kegiatan KPU RI. “Tujuan diadaka kegiatan ini sebagai salah satu metode sosialisasi Kita terkait Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 17 April 2019 akan datang,” ujarnya (2/5/2018). Eko menjelaskan pula untuk Pemilu sendiri tahapan sudah berjala, dan saat ini sudah dalam tahapan menentukan peserta Pemilu 2019. Ada sebanyak 20 partai politik yang akan ikut dalam perhelatan Pemilu 2019. Rinciannya, 16 merupakan partai nasional dan 4 partai lokal. Selanjutnya, Juli 2018 nanti juga akan diagendakan  pencalegan DPR, DPD dan DPRD dan disambung Presiden yang tahapannya Agustus 2018. Beberapa rangkaian yang berkaitan dengan Pemilu tersebut, menurutnya perlu disampaikan kepada masyarakat dengan menggunakan berbagai cara dan salah satunya disosialisasikan dengan bentuk pagelaran seni budaya. Harapannya, bisa mengena dan tepat sasaran langsung kepada masyarakat. “Saya berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah memberikan dukungan pada KPU Jatim dalam hal sosialisasi Pemilu dan Pilkada, termasuk pagelaran seni dan budaya ini,” terangnya. Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh KPU Jatim dalam melakukan sosialisasi Pilkada dan Pemilu. Salah satunya dengan mengusung acara sosialisasi yang dikemas dengan pagelaran seni dan budaya dari Jawa Timur. Terlebih, Gubernur Jatim ini juga menaruh perhatian adanya aplikasi opinium buatan anak-anak muda Indonesia untuk membantu menangkal berita hoax. Menurutnya, itu juga dapat membantu KPU yang sedang punya hajat besar Pemilu. “KPU punya hajat Pemilu dan bersamaan ada ide besar start-up dari anak-anak muda Indonesia. Itu bagus karena bisa untuk menangkal berita hoax,” pungkasnya. Acara parade seni dan budaya, setelah usai sambutan dilanjutkan dengan hiburan dari grup band Letto. Beberapa lagu kebangsaan dan hits kekinian dinyanyikan oleh band asal Jogjakarta tersebut. Terakhir, acara ditutup dengan Tari Eblas dari Pulau Madura. (MC – BIB/BAY)

TAJUL ANWAR DILANTIK JADI KOMISIONER KPU KABUPATEN BANGKALAN

  Surabaya, jatim.kpu.go.id– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangkalan hari ini (Senin, 30/4) miliki satu Anggota KPU/ Komisioner baru. Tajul Anwar secara resmi telah dilantik Ketua KPU Jatim menjadi Komisioner KPU Kabupaten Bangkalan masa jabatan 2018 – 2019. Pelantikan dilaksanakan di ruang Media Center KPU Jatim, jalan Raya Tenggilis Surabaya, jam 10 pagi. Tajul Anwar diangkat sebagai Pergantian Antar Waktu (PAW) Syaiful Ismail yang telah mengundurkan diri dari jabatannya, karena mencalonkan sebagai Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito dalam sambutan berharap dengan dilantiknya Tajul Anwar sebagai PAW KPU Bangkalan, kinerja KPU Bangkalan bisa lebih maksimal sesuai tahapan dan aturan yang ada. “Kami berharap terlantik bisa segera beradaptasi dan memaksimalkan lagi kinerja KPU Kabupaten Bangkalan. Karena saat ini tahapan Pilkada dan Pemilu sudah berjalan,”  kata Ketua KPU Jatim (30/4/2018). Ketua KPU Jatim ini menambahkan pula jika tahapan pelaksanaan Pilkada di Bangkalan penuh dengan dinamika dan kejutan. Berbagai kejadian juga sulit diprediksi, termasuk dalam kasus terkini dimana salah satu Panitia Pemilihan Kecamatan di Kabupaten Bangkalan menjadi korban pembacokan oleh orang tidak dikenal. “Kejadian ini jangan sampai menurunkan kinerja dan semangat kawan-kawan dalam menjalan tugas sebagai penyelenggara Pilkada,” jelasnya. Sementara itu, Komisioner KPU Kabupaten Bangkalan terlantik, Tajul Anwar ditemui usai pelantikan menyatakan siap untuk segera menyesuaikan diri dengan seluruh staf dan jajaran. Dia juga berjanji akan mengawal secara maksimal tahapan dalam Pilkada Serentak, sesuai dengan arahan Ketua KPU Jatim. “Tahapan yang sudah berjalan tentu akan Kami lanjutkan dengan semaksimal mungkin, agar Pilkada serentak berjalan sukses,” ucapnya. Turut hadir dalam pelantikan ini, Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito, Divisi Teknis KPU Jatim, Muhammad Arbayanto, Sekretaris KPU Jatim, Muhammad Eberta Kawima, serta Komisioner KPU Kabupaten Bangkalan. (MC – TUNG/BAY)

GENCAR SOSIALISASI PILGUB JATIM 2018, KETUA KPU AJAK MASYARAKAT GUNAKAN HAK PILIH

  Bojonegoro, jatim.kpu.go.id– Ketua Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim), Eko Sasmito, terus gencar melakukan sosialiasi dengan berbagai segmen melalui metode tatap muka. Terkini, sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) dengan segmen pemilih perempuan digelar di Kabupaten Bojonegoro. Dalam sosialisasi yang digelar bersama Yayasan Pengembangan Sumber Daya Indonesia (YPSDI) tersebut dilaksanakan di Balai Desa Sidomukti, Kecamatan Kepohbaru Bojonegoro, Sabtu (28/4). Pria yang akrab dipanggil Eko tersebut, juga didampingi dua narasumber lain yang kompeten dalam bidang hukum dan kepemiluan. Keduanya adalah dosen dari Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Devi Rahayu dan Nunuk Nuswandari (pakar hukum UTM). Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito dalam paparan materinya menyatakan Pilgub pada dasarnya sama dengan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Beberapa kesamaannya antara lain, ada peserta atau calonnya, serta pemilih dan surat suara. Cuma menurutnya, yang berbeda hanya ruang lingkupnya saja. “Pilkades hanya setingkat desa sedangkan Pilgub se-Jatim. Intinya sama-sama memilih pemimpin yang baik,” ujarnya. Eko menambahkan, dalam Pilgub Jawa Timur 27 Juni 2018 mendatang juga harus memilih calon pemimpin yang baik. Bagaimana cara memilih pemimpin yang baik, di antaranya harus paham dengan pasangan calon yang akan dipilih. Pemilih harus melihat rekam jejak serta paham visi dan misi paslon. Bila kedua paslon dinilai memiliki rekam jejak yang jelekmenurut Eko, masyarakat harus tetap milih dengan cara memilih kejelekannya yang paling sedikit dan jangan sampai tidak menggunakan hak pilih atau Golput. Terlebih memilih dengan dasar pemberian uang, juga diharap jangan sampai dilakukan. “Diharapkan Bapak/ Ibu tidak menerima uang politik dari paslon, karena baik yang pemberi dan penerima akan diberi sanksi hukuman penjara,” tegasnya. Sementara itu, Dosen Fakultas Hukum UTM, Devi Rahayu menyampaikan bahwa dunia politik sering mengabaikan kebutuhan dan aspirasi perempuan yang dianggap wilayah privat, bukan formal. Maka, perempuan perlu berpolitik untuk membawa isu perempuan dalam pengambilan keputusan yang berdampak luas bagi masyarakat. “Makna politik bagi perempuan yakni sebagai proses pengambilan keputusan yang bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Kedudukan perempuan dalam politik sama dengan laki-laki, maka berpartisipasilah secara aktif,” himbaunya. Hal yang sama disampaikan oleh Dosen UTM, Nunuk Nuswandari. Dia menyebutkan perempuan memiliki tugas dan fungsi yang sama dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam pengawasan Pemilu. Perempuang juga harus berpartisipasi aktif, baik dalam penggunaan hak pilih dan sekaligus pengawasan. “Perempuan harus berpastisipasi aktif, selain dalam penggunaan hak pilih jug apengawasan melekat. Artinya secara alamiah perempuan memiliki kewajiban mengawasi Pemilu, termasuk Pilgub nanti,” terangnya. Sebelum melakukan sosialisasi tatap muka bersama YPSDI di Kabupaten Bojonegoro. Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito juga menghadiri undangan dari KPU Kabupaten Bojonegoro, sekaligus menjadi narasumber dalam sosialisasi Penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro. Kegiatan yang sama dalam rangka sosialisasi juga dihadiri oleh Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito di Kota Madiun. Eko menghadiri acara Warung Demokrasi Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota 2018 yang digagas oleh KPU setempat, Jum’at (27/4) malam. Dalam acara yang digelar di Parkir Timur Stadion Wilis Kota Kediri tersebut. Eko meladeni masyarakat dalam sesi tanya jawab, terutama seputar hal yang berkaitan dengan Pilkada serentak 2018 akan datang. (MC – EKA/BAY)

MEMASUKI HARI TERAKHIR, PENYERAHAN SYARAT DUKUNGAN BAKAL CALON DPD MEMBLUDAK

  Surabaya, jatim.kpu.go.id – Hari terakhir tahapan penyerahan syarat dukungan bakal calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) membludak. Hingga Kamis (27/4) malam pukul 22.00 WIB, beberapa perwakilan (LO) beserta pendukungnya masih bertahan di kantor Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim). Dengan makin membludaknya bakal calon DPD yang menyerahkan syarat dukungan, KPU Jatim menambah tempat penerimaan. Setidaknya ada tiga tempat yang difungsikan untuk menerima dokuman dari bakal calon DPD. Yakni, di Rumah Pintar Pemilu (RPP), Media Center dan aula lantai II kantor KPU Jatim. Tidak hanya ada penambahan tempat menerima syarat dukungan bakal calon DPD. KPU Jatim juga menambah jumlah personil yang ditugaskan untuk melakukan koreksi dokumen KTP sebagai syarat dukungan bakal calon. Beberapa KPU Kabupaten/ Kota terdekat juga diminta bantuan petugas yang mengoreksi syarat dukungan bakal calon DPD. ”Semua ruangan yang ada kami fungsikan, guna mengantisipasi banyaknya bakal calon yang menyerahkan syarat dukungan. Terlebih hari ini terakhir,” ujar Kasubag Hukum KPU Jatim, Wiratmoko Iman Santoso. Data yang diperoleh di lokasi penerimaan syarat dukungan bakal calon DPD, menyebutkan bahwa dari sebanyak 46 orang yang sudah melakukan konsultasi terkait pencalonan DPD, hingga pukul 22.00 WIB sudah ada sekitar 38 orang bakal calon yang telah menyerahkan syarat dukungan bakal calon DPD. Dan kemungkinan akan terus bertambah hingga batas akhir. Dari hasil pantauan di lokasi penerimaan syarat dukungan bakal calon, ada beberapa nama yang sudah masuk dan menyerahkan dokumen syarat dukungan diantaranya Emelia Contessa (incumbent), Ahmad Nawardi (incumbent). Hingga berita ini diturunkan, petugas dari KPU Jatim masih melakukan pemeriksaan terhadap dokumen dari bakal calon anggota DPD. (MC – BIB/BAY)

RAKOR DI SIDOARJO, KPU JATIM BERIKAN MASUKAN DALAM PEMBENTUKAN BADAN ADHOC

  Sidoarjo, jatim.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) gelar rapat koordinasi (rakor) di Sun City Hotel Sidoarjo (Rabu, 25/4). Rakor diadakan dalam rangka evaluasi pembentukan badan adhoc pemilu tahun 2019 di lingkungan KPU Provinsi dan Kabupaten/ Kota. Pada kesempatan ini, KPU Jatim sekaligus memberikan masukan untuk pembentukan badan adhoc. Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito dalam sambutannya menyampaikan agar rakor diikuti peserta secara serius, karena tahapan kedepan akan semakin krusial. "Sudah seharusnya Kita serius mengikuti rakor, karena rakor ini menjadi wadah dalam menyamakan persepsi", tegasnya. Berikutnya, Divisi SDM dan Parmas KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro mengungkapkan di dalam rakor selain akan membahas mengenai aturan, mekanisme, dan penyusunan jadwal pembentukan KPPS saja, melainkan juga mengevaluasi serta memberikan rekomendasi terkait pembentukan badan adhoc (PPK dan PPS) Pemilu yang sebelumnya telah diselenggarakan. "Kali ini kita akan bersama-sama mengevaluasi serta memberikan rekomendasi terkait pembentukan badan adhoc disamping mempersiapkan pembentukan KPPS untuk pilkada", ujarnya. Pria yang biasa disapa Gogot ini juga memberikan masukan agar KPU Kabupaten/ Kota senantiasa menjaga kewaspadaan dalam melakukan tahapan pembentukan badan adhoc, walaupun pembentukan badan adhoc sebelumnya terkesan aman. "Kita harus tetap pasang badan, apalagi semakin ke depan intensitas politik semakin tinggi", terangnya. (ANNY)

LANTIK PEJABAT ESELON IV, WIMA: PILGUB JATIM HARUS DIPERSIAPKAN SEBAIK-BAIKNYA

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Lantik beberapa pejabat struktural di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota di Jawa Timur, Sekretaris KPU Jatim, Muhammad Eberta Kawima berikan arahan agar Pilgub Jatim dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Pelantikan dilaksanakan hari ini, Selasa (24/4) di aula lantai II kantor KPU Jatim. Adapun pejabat di tingkat provinsi yang dilantik yakni, Euis Sestiarini yang menjabat Kasubag Organisasi dan Sumber Daya Manusia di KPU Provinsi Jawa Timur. Sementara pejabat kabupaten/kota yang dilantik adalah Aziz Basuki sebagai Kasubag Hukum di KPU Kabupaten Sidoarjo, Muchayatul Burhanudin sebagai Kasubag Teknis Pemilu dan Hupmas di KPU Kabupaten Blitar, Dian Indriani sebagai PJ Kasubbag Hukum di KPU Kabupaten Blitar, serta Yohanes Mustikahadi sebagai PJ Kasubbag Hukum di KPU Kabupaten Trenggalek. Dalam sambutannya, Sekretaris KPU Provinsi Jawa Timur Eberta Kawima mengucapkan selamat kepada pejabat yang dilantik dan selamat bertugas di tempat yang baru. Dia berharap di manapun bertugas dan bekerja itu sama saja sebagai amanah yang harus dilakukan sebaik-baiknya. Sebagai aparatur negara, Wima menegaskan apapun tugas dan tanggung jawab di lembaga KPU harus dikerjakan dengan sebaik-baiknya. “Saya mohon karena semakin dekatnya Pilgub yang kurang 62 hari agar dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, semoga lancar dan diridhoi Allah SWT.” ucapnya. (MC - BIB/BAY)