Berita Terkini

KPU JATIM JAWAB PERTANYAAN KETUA KPU RI ALASAN PENAMAAN RPP “PUNAKAWAN”

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), Juri Ardiantoro saat membuka acara Peresmian Rumah Pintar Pemilu PUNAKAWAN KPU Jawa Timur (KPU Jatim) sempat mempertanyakan maksud KPU Jatim memberikan nama PUNAKAWAN untuk Rumah Pintar Pemilunya (RPP-nya). “Cuma kalau Kita pernah tahu bagaimana sifat-sifat dari Punakawan ini, yang mewakili sifat ilmu pengetahuan, kebijaksanaan dan sifat-sifat lain yang menjadi spirit Rumah Pintar Pemilu untuk menebar isu-isu kepemiluan agar pemilu semakin inklusif,” ujar Juri dalam sambutannya (22/12/2016). Menanggapi pertanyaan Ketua KPU RI ini, Divisi SDM dan Parmas KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro pada sesi visitasi RPP menjelaskan. “Mengapa KPU Jatim memberikan nama RPP dengan PUNAKAWAN karena Punakawan adalah karakter wayang, yang dipercaya sebagai hasil kreasi Sunan Kalijogo. Terdiri dari Semar, Gareng, Petruk dan Bagong yang tidak ditemukan dalam kitab Mahabarata atau Ramayana yang menjadi induk cerita wayang. Keempat tokoh ini disebut sebagai pamong para Pandhawa, selaras dengan filosofi KPU yang mengabdi, melayani rakyat menggunakan hak pilihnya,” jelas Gogot (22/12/2016). Selanjutnya, filosofi pemilih cerdas ala Punakawan dalam Pemilu yang diharapkan oleh KPU Jatim ialah tokoh Semar digambarkan tidak jelas jenis kelaminnya. Menunjukkan bahwa pemilih bebas memilih calon pemimpin baik laki-laki maupun perempuan. Gareng digambarkan berjalan pincang dan bertangan “ceko”. Sebagai analogi “pasemon”, pemilih harus tetap semangat datang ke TPS menggunakan hak suara, dan menolak politik uang. Lalu Petruk berperawakan tinggi, lurus dengan jari tangan jari telunjuk dibuka. Sebagai gambaran cukup coblos surat suara sekali saja. Serta Bagong digambarkan bertubuh gendut, bermata besar. Hal ini menandakan jika ingin benar-benar hasil pemilu membawa manfaat, masyarakat pemilih juga harus ikut mengawasi proses penghitungan dan rekapitulasi agar tidak ada kecurangan. Selain itu, nama Punakawan diambil karena memiliki nilai filosofis pemilih menggunakan hak suara dalam pemilu juga. “Semar (Mesem neng kamar), artinya tersenyum di kamar. Maksudnya pemilih berada di bilik suara dengan perasaan suka cita dan penuh senyuman. Gareng (Megar terus dijereng), artinya dibuka lebar. Surat suara yang ada dibuka lebar-lebar agar tidak tembus saat dicoblos, sehingga meminimalisir kerusakan surat suara. Petruk (Dipetung amrih ora bubruk). Artinya dipikir agar tidak rugi. Sebelum menentukan pilihan, harus dipikir baik-baik secara rasional, dengan mengenali rekam jejak calon yang dipilihnya. Kemudian, Bagong (Obah gawe bolong), artinya digerakkan untuk membuat lubang. Maksudnya, menggerakkan tangan untuk mencoblos surat suara sampai benar-benar berlubang,” papar Divisi SDM dan Parmas KPU Jatim ini. Dengan nilai-nilai filosofis tersebut, KPU Jatim memiliki harapan besar terhadap adanya RPP PUNAKAWAN. RPP diharapkan dapat menambah nilai atau bobot KPU dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar melek pemilu dan politik, sehingga dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya pemilu. (AACS)

BERI NAMA RPP PUNAKAWAN, KPU JATIM MASUKKAN KEARIFAN LOKAL

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Komisi sengaja memberi nama Rumah Pintar Pemilu dengan nama Punakawan untuk memadukan kearifan lokal pada pendidikan pemilih yang dilakukannya. Demikian penjelasan Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM dan Parmas) Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur, Gogot Cahyo Baskoro saat memandu visitasi perdana Rumah Pintar Pemilu (RPP) PUNAKAWAN usai diresmikan. Kepada para pengunjung, yang terdiri dari Ketua KPU RI, Juri Ardiantoro, Anggota KPU RI, Arief Budiman, relawan demokrasi, pers serta tamu undangan Gogot menjelaskan setiap bagian RPP. Visitasi dimulai dari ruang tunggu kunjungan yang ada di depan ruangan RPP, dilanjutkan ke dalam ruangan diskusi dan mini library. Menurut Gogot di dalam mini library terdapat buku-buku terkait dengan kepemiluan, demokrasi maupun politik. “Saat ini memang masih belum banyak, tentu ke depan akan KPU Jatim upayakan lagi untuk memperbanyak sebagaimana arahan Ketua KPU RI tadi,” kata Divisi SDM dan Parmas KPU Jatim. Perjalanan selanjutnya pada ruang audio, visual, dan display. Ruangan ini digunakan untuk melakukan pemutaran film-film kepemiluan dan dokumentasi, menampilkan materi-materi kepemiluan dan demokrasi, serta dilengkapi maskot Pilkada Serentak Tahun 2015 dari kabupaten/ kota di Jawa Timur.  Selain itu, ruangan ini dilengkapi pula dengan permainan-permainan kepemiluan dan demokrasi. Seperti Game Analisis Orbit Stakeholder Pemilu, Game Ular Tangga Demokrasi dan Game Tebak Tahapan Pemilu. “Permainan-permainan ini merupakan salah satu inovasi yang KPU Jatim lakukan untuk RPP PUNAKAWAN dan untuk membedakan dengan RPP di lain daerah,” ungkap Gogot kepada pengunjung. Ruangan selanjutnya yakni ruangan simulasi. Pengunjung RPP, di dalam ruangan ini dapat mempraktekkan secara langsung bagaimana pemungutan suara yang baik dan benar di dalam TPS. Pada ruangan ini, juga terdapat nama-nama dan gambar penyelenggara pemilu di tingkatan KPU RI dan KPU Jatim saat ini. “Tidak kalah menarik, terpampang juga sebuah gambar besar para Punakawan, yang menunjukkan makna filosofis dari nama RPP yang digunakan KPU Jatim,” tandas Divisi yang menggawangi pembangunan RPP di KPU Jatim ini. Sementara itu, Ketua KPU RI Juri Ardiantoro sangat mengapresiasi beberapa inovasi yang dilakukan oleh KPU Jatim di dalam RPP-nya. “Misalnya kumpulan maskot ini bisa dibukukan juga. Nanti akan ada gambar maskot dan penjelasan nilai filosofis dari maskot,” kata Juri. Pada kunjungan RPP kali ini, Juri Ardiantoro dan Arief Budiman menyempatkan mencoba permainan ular tangga, permainan analisis orbit stakeholder pemilu yang mana tidak ada jawaban salah atau benar dalam permainan ini, permainan Tebak Tahapan Pemilu bersama dengan komunitas relawan demokrasi (KORELASI). Menutup kunjungan perdana RPP PUNAKAWAN usai diresmikan, Divisi SDM dan Parmas KPU Jatim menyampaikan kepada seluruh pengunjung agar dapat memanfaatkan seluas-luasnya RPP KPU Jatim untuk belajar tentang Kepemiluan dan mengajak komunitasnya yang ada di luar untuk mengunjungi RPP PUNAKAWAN. RPP ini akan selalu dibuka di setiap hari kerja, dari pukul 08.00 sampai dengan 16.00 WIB. (AACS)

BUKA ACARA PERESMIAN RPP PUNAKAWAN, KETUA KPU RI INGATKAN FUNGSI RPP

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), Juri Ardiantoro secara langsung meresmikan Rumah Pintar Pemilu (RPP) PUNAKAWAN KPU Jatim hari ini, Kamis, tanggal 22 Desember 2016, pukul 11.00 WIB di halaman kantor KPU Jatim. Dalam sambutan peresmian RPP PUNAKAWAN, Ketua KPU RI mengingatkan fungsi RPP. Rumah Pintar Pemilu (RPP) merupakan program dari KPU RI. Di tahun 2016 ini ada 9 provinsi yang menjadi pilot project pembangunan RPP, dan salah satunya adalah KPU Jatim. Ketua KPU RI, Juri Ardiantoro saat memberikan sambutan dalam peresmian RPP PUNAKAWAN KPU Jatim mengungkapkan bahwa RPP KPU Jatim menjadi pilot project pembangunan RPP tahun 2016 yang terakhir diresmikan. Juri menuturkan pula pembangunan atau pengadaan RPP oleh KPU bukan tanpa alasan. “Alasan KPU harus mendirikan atau mengadakan Rumah Pintar Pemilu adalah pertama, KPU ingin pemilu menjadi isu yang tidak asing untuk masyarakat umum. Selama ini esensi dari pemilu belum dipahami dan diinternalisasi secara baik oleh masyarakat. Mereka sebatas mencoblos atau memilih,” ungkap Juri (22/12/2016). Menambahkan keterangannya, Juri menyampaikan seharusnya ‘memilih’ itu dimaknai lebih luas dari sekedar mencoblos. Untuk itu, pemahaman yang lebih dari masyarakat mengenai pemilu dibutuhkan. “Maka, setelah diresmikan, RPP harus diisi dengan informasi-informasi, data-data, pengetahuan, dan literatur mengenai pemilihan umum atau politik. Kalau KPU  Jawa Timur tidak bisa menyediakan literatur secara memadai, bisa bekerja sama dengan banyak lembaga, banyak kampus, perpustakaan untuk membantu menyediakan literatur kepemiluan. Kalau itu juga susah, ya diwajibkan saja seluruh Komisioner dan Sekretaris KPU kabupaten/ kota dan provinsi menyumbangkan satu buku,” papar Ketua KPU RI. Kedua, alasan KPU mengadakan RPP adalah agar menjadi lokomotif atau semangat untuk memasarkan pemilu semakin inklusif, pemilu semakin dekat dengan kepentingan masyarakat. “Karena saat ini KPU menghadapi situasi yang tidak mengenakkan. Kalau melihat hasil survei, meski hal inipun secara keseluruhan tidak bisa menjustifikasi, namun secara indikator sederhana orang dalam pemilu dari tahun ke tahun tingkat partisipasi masyarakatnya semakin menurun. Secara sederhana, dapat Kita pahami mereka kecewa dengan produk pemilu dan pejabat publik melalui pemilu. Ini situasi yang lumrah, tapi untuk memperkuat demokrasi, Kita perlu meyakinkan masyarakat bahwa pemilu penting dalam menentukan nasib sebuah bangsa dan nasib Kita sebagai masyarakat yang ada pada strukttur pemerintahan,” jelas pria kelahiran Brebes ini. Dengan demikian, menurut Juri, RPP mestinya menjadi tempat untuk mendorong, menginisiasi berbagai macam kegiatan dan melibatkan masyarakat seluas-luasnya serta mendidik masyarakat untuk kembali terlibat dan menganggap penting dalam kehidupannya. “Intinya fungsi RPP adalah sebagai tempat belajar dan mendekatkan isu kepemiluan di masyarakat atau pemilu yang inklusif,” tegas Juri. Selain Juri, Komisioner KPU RI, Arief Budiman hadir dalam acara tersebut. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Pemilu, acara dibuka dengan Tari Remo khas Jawa Timur. Hadir dalam acara ini 30 orang anggota Komunitas Relwan demokrasi, Divisi SDM dan Parmas dari 38 kabupaten/ kota di Jatim, perwakilan Osis dan guru SMA, serta berbagai Organisasi Kepemudaan serta Organisasi Masyarakat. Peresemian dirangkai juga dengan Deklarasi dari Komunitas Relawan Demokrasi yang terbentuknya difasilitasi KPU Jatim. Ketua KPU RI, Juri Ardiantoro bersama Arief Budiman meresmikan RPP PUNAKAWAN KPU Jatim dengan ditandai pemukulan kentongan, pemotongan rangkaian bunga, menandatangani prasasti peresmian, dan melakukan visitasi ke RPP PUNAKAWAN. (AACS)

BEKALI KOMUNITAS RELAWAN DEMOKRASI, KPU JATIM ADAKAN TOT

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) hari ini, Rabu, tanggal 21 Desember 2016 memiliki agenda yang cukup padat. Selain tes Alih Status yang berlangsung di kantor KPU Jatim, juga mengadakan Training of Trainer (ToT) untuk Komunitas Relawan Demokrasi (KORELASI) KPU Jatim Tahun 2016 di Hotel Yello, jalan Jemursari Nomor 176 Surabaya. Sekretaris KPU Jatim, HM. Eberta Kawima dalam laporan kegiatannya menyampaikan bahwa keberadaan relawan demokrasi ini memiliki peranan yang penting. “KPU membutuhkan kawan-kawan relawan demokrasi, yang tentunya timbal balik kepada kawan-kawan mungkin tidak sebanding. Namun, tentunya ini tidak menjadi memutuskan semangat kawan-kawan untuk membantu pembangunan demokrasi di Jawa Timur,” kata Wima (21/12/2016). Mengimbuhkan yang telah disampaikan Wima, Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito menuturkan keberadaan kawan-kawan KORELASI merupakan bagian dari roda proses demokrasi di negara ini. “Dimana kawan-kawan akan menjadi agen yang berperan menjembatani KPU dengan masyarakat. Ke depan teman-teman ini akan banyak belajar dan mengikuti training-training yang lain. Dan kali ini, pada ToT, kawan-kawan akan mendapatkan training mengenai Public Speaking oleh Pak Gogot, serta Teknik Manajemen Forum oleh Pak Anam yang memang ahli pada bidangnya,” tutur Eko saat memberikan sambutan. Eko melanjutkan, “Diharapkan dengan kegiatan ToT ini akan memberikan manfaat bagi kawan-kawan, masyarakat dan bangsa ini”. Disampaikan pula oleh Ketua Jatim bahwa besok hari Kamis KORELASI akan dikukuhkan langsung oleh Ketua KPU RI, Juri Ardiantoro sebagai relawan demokrasi KPU Jatim tahun 2016. Sekaligus mengikuti peresmian/ launching Rumah Pintar Pemilu “PUNAKAWAN”. (AACS)

KPU JATIM SELENGGARAKAN TES KOMPETENSI & INTEGRITAS ALIH STATUS TAHUN 2016

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) gelar  Tes Kompetensi dan Integritas Alih Status/ Pindah Instansi Tahun 2016 KPU se-Jawa Timur. Dilaksanakan hari ini (Rabu, 21/12/2016), kegiatan tersebut bertempat di lantai II kantor KPU Jatim, pukul 07.30 WIB. Tes Kompetensi dan Integritas Alih Status/ Pindah Instansi (Tes Alih Status-red) diikuti oleh 37 Pegawai Negeri Sipil yang Dipekerjakan (PNS DPK) di lingkungan Sekretariat KPU di wilayah Jawa Timur, yang telah lolos seleksi administrasi berdasarkan Surat Sekjen KPU Nomor: 1624/SJ/XI/2016, tanggal 22 November 2016. Alih Status sebagaimana disebutkan di dalam Pasal 133 Ayat (1) dan (2) Undang-undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum adalah penawaran yang diberikan oleh Sekretariat Jenderal KPU kepada PNS DPK (PNS yang berasal dari PNS daerah-red) yang bekerja di lingkungan Sekretariat KPU untuk alih status atau pindah instansi menjadi PNS Sekretariat Jenderal KPU, yang prosesnya dilakukan secara betahap sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selanjutnya Sekretaris KPU Jatim, HM. Eberta Kawima menyampaikan yang dimaksud dengan Tes Alih Status. “Tes Alih Status merupakan tes yang dilakukan untuk menguji kemampuan dan kompetensi PNS DPK untuk direkrut atau dialihstatuskan menjadi PNS Organik (PNS yang berasal dari Sekretariat Jenderal KPU-red),” jelas Wima (21/12/2016). Syarat untuk pindah status ke PNS Organik ini menurut Wima salah satunya dengan menjalani seleksi administrasi, tes tulis dan inteview. “Kalau tes yang dilangsungkan hari ini adalah tes tulis dan interview. Akan datang dari KPU RI, Biro SDM, Pak Syahrir dan Bu Hilda serta dari Biro Teknis dan Hupmas, Bu Pipit untuk mengawasi jalannya tes dan melakukan interview kepada peserta,” ungkap Sekretaris KPU Jatim. Untuk memperlancar jalannya tes alih status ini, Wima berharap peserta datang hadir 30 menit sebelum pelaksanaan tes. (AACS)

BELUM LAUNCHING, KPU JATIM SUDAH TERIMA KUNKER KPU KOTA BANDAR LAMPUNG SOAL RPP

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Meski baru diresmikan Kamis besok, Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) mendapat kunjungan kerja KPU Kota Bandar Lampung terkait Rumah Pintar Pemilu (RPP). Tiga Komisioner KPU Kota Bandar Lampung, hari ini, Selasa, 20 Desember 2016, sekitar jam 10 siang tadi berkunjung ke Rumah Pintar Pemilu “PUNAKAWAN” KPU Jatim. Para Anggota KPU Kota Bandar Lampung tersebut, yakni Fadilasari, Ika Kartika dan Dedy Triyadi. Kunjungan kerja mendapatkan sambutan baik dari Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM dan Parmas) KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro serta Divisi Perencanaan dan Data KPU Jatim, Choirul Anam. Perwakilan dari KPU Kota Bandar Lampung, Dedy Triyadi menyampaikan tujuan dari kunjungan kerja ke KPU Jatim. “Kedatangan Kami ke KPU Jawa Timur ini ingin mempelajari Rumah Pintar Pemilu di sini, karena setiap daerah itu memiliki Rumah Pintar Pemilu yang berbeda-beda. Kami ingin mengetahui seperti apa manajemen, edukasi dan sosialisasi Rumah Pintar Pemilu di KPU Jawa Timur,” kata Dedy (20/12/2016). Kemudian menambahkan yang telah disampaikan Dedy, Anggota KPU Kota Bandar Lampung, Fadilasari menuturkan meskipun Rumah Pintar Pemilu KPU Kota Bandar Lampung satu tahun lebih dulu ada dibandingkan Rumah Pintar Pemilu KPU Jatim (tahun 2015-red), KPU Jatim dinilai lebih establish dibandingkan dengan KPU Kota Bandar Lampung. Sehingga merasa perlu melakukan kunjungan kerja ini ke KPU Jatim. “Berbagai macam ingin Kami pelajari dari KPU Jawa Timur untuk menghidupkan Rumah Pintar Pemilu yang Kami menyebutnya dengan Rumah Demokrasi. Membuat Rumah Pintar Pemilu itu mudah, akan tetapi untuk menghidupkannya ini yang agak susah,” seloroh perempuan yang akrab disapa Ila ini. Menanggapi yang telah disampaikan Anggota KPU Kota Bandar Lampung tersebut, Divisi SDM dan Parmas KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro menjelaskan jika pada prinsipnya pendekatan peningkatan partisipasi masyarakat yang digunakan KPU RI, KPU Provinsi dan KPU kabupaten/ kota itu sedikit berbeda. “Berdasarkan Rakor Partisipasi Masyarakat di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur baru-baru ini, ada pembagian tugas antara KPU RI, Provinsi dan Kabupaten/ Kota. KPU RI memiliki tugas dan wewenang dalam hal pengambil kebijakan dan menentukan anggaran. Sedangkan KPU Provinsi melakukan koordinasi, supervisi dan evaluasi. Serta KPU kabupaten/ kota merupakan ujung tombak KPU yang mengimplementasikan kebijakan dan melaporkan atas apa yang telah dilaksanakan,” jelas Gogot. Kemudian Gogot melanjutkan penjelasannya, “Rumah Pintar Pemilu KPU Jatim memang baru akan launching tanggal 22 Desember 2016 besok, jadi baru ada program-program yang akan Kita lakukan. Pertama, visitasi, merupakan kegiatan berkunjung ke stakeholder seperti sekolah dan perguruan tinggi untuk mengkampanyekan adanya Rumah Pintar Pemilu di KPU Jatim. Kedua, invitas, yakni mengundang stakeholder untuk ke RPP KPU Jatim. Ketiga, membangun kemitraan strategis seperti dengan stakeholder lainnya”. Mengakhiri sesi kunjungan kerja ini, Gogot memandu Anggota KPU Kota Bandar Lampung melakukan visitasi ke seluruh bagian RPP . Dalam visitasi, Anggota KPU Kota Bandar Lampung, Ika Kartika mengungkapkan RPP KPU Jatim perlu diapresiasi kekreatiffannya. “Begitu banyak inovasi dan permainan yang membuat pengunjung merasa betah untuk belajar tentang Kepemiluan di dalam RPP KPU Jatim,” ungkap Ika. Selain ke KPU Provinsi, KPU Kota Bandar Lampung melakukan kunjungan kerjajuga ke KPU kabupaten/ kota di Jawa Timur. Seperti KPU Kota Surabaya dan KPU Kabupaten Malang, yang kedua sudah memiliki RPP. (AACS)

Populer

Belum ada data.