Berita Terkini

Tuntaskan Kirab Pemilu di Jawa Timur dengan Spektakuler di Magetan, KPU Jatim Serah Terimakan Bendera Kirab ke KPU Wonogiri Jateng

Magetan, jatim.kpu.go.id-  Selama lima hari berada di Magetan sejak 25 Oktober 2023 yang lalu, pelaksanaan kirab pemilu tahun 2024 berjalan spektakuler dan mendapatkan antusias masyarakat yang luar biasa. Rangkaian kirab ini menjadi agenda puncak kemeriahan penyelenggaraan Kirab Pemilu Tahun 2024 di Jawa Timur. Pasalnya, bendera merah putih, bendera pataka KPU, serta 18 bendera partai politik peserta pemilu Tahun 2024 telah dikirab selama 170 hari, sejak 9 Mei 2023. Melewati sebanyak 30 kabupaten/kota di Jawa Timur, bendera tersebut diterima oleh Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) melalui empat jalur. Kali ini Senin, 30 Oktober 2023 giliran bendera harus berpindah dan diserahkan ke KPU Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah. Bertempat di halaman Pendopo Bupati Wonogiri, kirab berlangsung mulai pukul 13.00 sampai dengan 15.00 WIB. Ketua KPU Jatim Choirul Anam saat memberikan sambutan serah terima mengatakan, jalur VI kirab Pemilu yang diarak ke Wonogiri ini merupakan kirab pamungkas di Jawa Timur. "Apalagi jalur VI ini merupakan jalur terpanjang yang harus dilaksanakan," kata Anam. Pasalnya, jalur VI ini pertama kali diterima KPU Jatim di ujung timur Jatim, tepatnya di Banyuwangi pada 5 September 2023, dan ditutup di ujung barat Jatim, yaitu Kabupaten Magetan. Sementara 3 jalur lainnya, yaitu jalur IV, bendera datang pertama kali di Kota Surabaya pada 9 Mei 2023. Diteruskan ke 11 kabupaten/kota, kemudian diserahkan ke KPU Gunung Kidul DIY pada 24 Juli 2023 melalui KPU Kabupaten Pacitan. Tepat dua bulan kemudian, giliran jalur VII ditempuh dengan waktu yang singkat. Bendera datang di Lamongan pada 12 September 2023. Dilanjutkan ke KPU Kabupaten Bojonegoro, kemudian diserahkan ke KPU Blora Jawa Tengah pada 24 September 2023. Menyusul di jalur V, bendera pertama kali diterima di Sidoarjo pada 20 Agustus 2023. Dikirab melalui 6 kabupaten/kota hingga diserahkan ke KPU Sragen Jawa Tengah pada 7 Oktober 2023 melalui KPU Kabupaten Ngawi. Sedangkan anggota KPU Jatim Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat Gogot Cahyo Baskoro menyampaikan apresiasi dan terimakasih mendalam kepada 30 kabupaten/kota. "Kawan-kawan telah bekerja keras menyukseskan kirab pemilu di wilayah masing-masing. Termasuk 8 KPU Kabupaten/Kota yang tidak melaksanakan, tapi juga senantiasa mendukung, dengan turut hadir di 4 kali momen pelepasan antar provinsi," kata Gogot saat memimpin apel pelepasan di halaman kantor KPU Kabupaten Magetan. Sebagai leading sector pelaksanaan sosdiklih melalui kirab di Jatim, Gogot mengungkapkan akan ada penilaian kirab terbaik bagi kabupaten/kota sebagai wujud apresiasi tersebut. "Kami akan membuat penilaian kirab pemilu di jatim sebagai wujud keseriusan kawan-kawan dalam mengorganisir, mengkoordinasi dan membangun sinergisitas dalam menyukseskan Pemilu ini," kata Gogot. Menutup pernyataannya, Gogot memastikan kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih di Jatim akan terus berjalan, walaupun kirab pemilu sudah berakhir. Perlu diketahui, pasca dilakukan apel pelepasan di halaman KPU Magetan Jalan Karya Darma pada Senin, 30 Oktober pukul 09.00 WIB, rombongan kirab Pemilu dari Jatim menuju Wonogiri menyempatkan untuk singgah di taman wisata Genilangit. Sembari menikmati udaranya yang sejuk, KPU se Jawa Timur juga menyempatkan mengadakan evaluasi kirab pemilu di Jatim. Berikutnya, sebagai simbol pelepasan kirab dari Jawa Timur menuju Jawa Tengah, dilaksanakan prosesi melepas burang Jalak Lawu yang dilakukan oleh Pimpinan KPU Jatim. KPU Magetan, dan jajaran Forkorpimda Magetan. Hadir sebagai rombongan yaitu 38 KPU Kabupaten/Kota, masing-masing terdiri dari Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM, Divisi Hukum dan Pengawasan, serta Sekretaris. Sementara turut hadir dari KPU Jatim selain Anam dan Gogot, Anggota Rochani dan Nurul Amalia, Kabag Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Partisipasi Masyarakat Yulyani Dewi, Kasubbag Partisipasi Masyarakat Prahastiwi, dan jajaran staf terkait.*** (AFN/Fto. Sekti)

Semarakkan Hari Sumpah Pemuda, KPU Jatim Berikan Pendidikan Pemilih Lewat Nobar Film "Kejarlah Janji" Bersama Mahasiswa UINSA Surabaya

Surabaya, jatim.kpu.go.id- Semarakkan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) manfaatkan momentum dengan kembali memberikan sosialisasi dan pendidikan pemilih melalui kegiatan nonton bareng (nobar) Film Pemilu "Kejarlah Janji", pada 28 Oktober 2023. Nobar kali ini sekaligus menjadi rangkaian dari KPU Goes to Kampus yang diadakan bersama sekitar 180 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (FISIP - UINSA) Surabaya. Agenda nobar bertempat di Ruang Amphiteater Lantai 9 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Gunung Anyar, Surabaya, dimulai pukul 09.00 WIB - selesai. Nobar terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh Anggota KPU RI, Mochamad Afifuddin. Afif dalam sambutannya menyampaikan bahwa film Pemilu "Kejarlah Janji" menjadi salah satu ikhtiar KPU RI dalam mensosialisasikan Pemilu dan memberikan pendidikan pemilih dengan cara yang menggembirakan. "Pemilu bukan sekadar peristiwa politik tapi juga peristiwa kesenian dan kebudayaan. Bukan hanya yang dimaknai oleh kalangan orang tua atau peserta Pemilu, tetapi juga kita semua," terangnya. Ia menambahkan, inspirasi pesan yang tercipta dari film ini adalah bagaimana masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dan tidak menyebar hoaks atau berita bohong. Selain itu, "Kejarlah Janji" juga menekankan pentingnya orang-orang yang terpilih untuk bisa menepati janji mereka. "Harapannya kami melalui film "Kejarlah Janji" ini mengingatkan kita dengan Pemilu 2024," imbuhnya. Pada kesempatan tersebut, Afif juga mengatakan bahwa KPU RI akan memperoleh dua rekor MURI untuk rekor nonton bersama paling meriah menyambut perhelatan Pemilu Tahun 2024. "Pertama, pada Hari Santri 22 Oktober 2023 kemarin kami menyelenggarakan nonton bareng serentak di ratusan pesantren di Indonesia. Dan yang kedua juga mengadakan nonton bareng serentak di ratusan kampus yang kita percayakan kepada jajaran KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota untuk memilih kampusnya," ungkapnya. Sementara itu, Wakil Dekan II FISIP UINSA, Aniek Nurhayati menyampaikan terima kasih kepada KPU karena telah mempercayakan UINSA dalam penyelenggaraan KPU Goes To Campus dalam rangka Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih melalui film. Ia mengapresiasi penayangan karya film "Kejarlah Janji" kepada KPU RI sebagai sarana menyampaikan pesan dan informasi kepemiluan agar terselenggara dengan baik. "Disaat banyak film politik yang fokus pada elit-elit politik, film ini benar-benar menguak bagaimana ordinary citizen terlibat dalam politik elektoral. Sehingga pesan-pesan yang disampaikan terkait bagaimana pemilu terlaksana dengan lebih baik dan legitimate itu tersampaikan dengan begitu apik," kata Aniek. Aniek mewakili FISIP UINSA turut memberikan ucapan selamat kepada pihak KPU atas sosialisasi pemilih yang terlaksana melalui media film sehingga mampu memberikan pengaruh yang lebih kuat di masyarakat dengan tayangan hiburan yang mendidik. "Dengan genre komedi, dikemas dengan cara yang sangat cerdas. Kita diberikan suguhan yang berkualitas dan menghibur," katanya. KPU Goes to Campus ini dilangsungkan serentak secara nasional. Di Jawa Timur sendiri dilaksanakan di 43 perguruan tinggi, dengan jumlah peserta 9.432 orang. Turut hadir dalam acara ini, Anggota KPU RI, Mochamad Afifuddin, serta Anggota KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro, Athoillah, Miftahur Rozaq, Rochani dengan didampingi Sekretaris, Nanik Karsini. Selain itu hadir dari jajaran FISIP UINSA Wakil Dekan I, Iva Yulianti Undatul Izzoh bersama dengan Wakil Dekan II, Aniek Nurhayati dan Ketua Jurusan Moh. Fathoni Hakim.*** (AD/ed.Red/Fto.Istimewa)

Komitmen Wujudkan Pemilu Aksesibel, KPU Jatim Terima Mahasiswa Disabilitas Program Magang Community Project

Surabaya, jatim.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) menerima mahasiswa disabilitas peserta Program Magang Community Project pada Kamis, 26 Oktober 2023, di ruang Media Center KPU Jatim, jalan Raya Tenggilis Nomor 1 – 3 Surabaya. Kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen KPU Jatim dalam mewujudkan Pemilu Tahun 2024 yang aksesibel. Selain itu, juga sebagai tindaklanjut atas adanya Perjanjian Kerja Sama antara KPU Jatim dengan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Mengawali acara, Perwakilan dari PPDI, Fadil menyampaikan tujuan kedatangan para mahasiswa untuk belajar terkait dengan kepemiluan. “Kami ingin menunjukkan bahwa disabilitas hanya kekurangan fisik, namun memiliki kemampuan serta hak yang sama untuk memilih maupun dipilih,” katanya. Ia pun berharap melalui program magang di KPU Jatim, teman-teman penyandang disabilitas bisa banyak belajar, sehingga memiliki pengetahuan dan menyampaikan kepada penyandang disabilitas lain yang ada di sekitarnya. Mengimbuhkan, Direktorat Disabilitas Unesa, Zainal Abidin mengutarakan rasa terima kasihnya kepada KPU Jatim yang telah memberikan kesempatan belajar mahasiswa disabilitas, serta PPDI yang menjembatani program tersebut. “Anak-anak ambil ilmu sebanyak-banyaknya selama belajar di KPU, ini merupakan kesempatan yang besar sudah dibukakan kesempatan oleh PPDI dan diterima oleh KPU Jatim. Kami mohon bimbingannya pada KPU Jatim untuk mahasiswa-mahasiswa kami,” tutur Zainal. Lebih lanjut, Zainal menerangkan Direktorat Disabilitas Unesa sudah fokus ke disabilitas sejak tahun 2012. Saat ini sudah ada 92 anggota mahasiswa disabilitas dari berbagai macam program studi. Dan menjadi satu-satunya universitas negeri yang memiliki Direktorat Disabilitas. Menyambut dengan hangat, Divisi Sosialisasi; Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat (Sosdiklih dan Parmas) KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro mengatakan hadirnya mahasiswa-mahasiswa difabel menjadi suport bagi KPU Jatim. “Hadirnya kawan-kawan menjadi suport bagi kami untuk terus berbenah, serta perbaikan kualitas pemilu kedepan. Pada kesempatan ini, masukan dari kawan-kawan sangat diharapkan,” katanya. Gogot menjelaskan pula pendidikan pemilih bagi segmen disabilitas sangat penting karena beberapa alasan. Pertama, karena disabilitas memiliki hak yang sama sebagai warga negara. Kedua, disabilitas memiliki keterbatasan aktivitas yang secara tidak langsung berdampak pada kesadaran politik. “Kemudian ketiga, disabilitas rentan dimobilisasi dan dijadikan komoditas dalam berbagai peristiwa politik. Keempat, keterlibatan disabilitas dalam pemilu dapat memotivasi pemilih lain. Serta kelima tingkat partisipasi disabilitas masih rendah,” terang Komisioner KPU Jatim dua periode ini. Pada pertemuan pertama Program Magang Community Project ini, Gogot memaparkan pula terkait tahapan Pemilu 2024, kepentingan difabel, hak-hak difabel dalam Pemilu 2024, fasilitas pemungutan suara untuk difabel, persyaratan TPS aksesibel, bantuan pemilih bagi tuna netra atau tuna daksa, layanan ramah disabilitas dalam pemungutan suara, dan sebagainya. Acara berlangsung mulai dari pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai. Diikuti oleh sekitar 32 orang mahasiswa disabilitas dari Unesa. Kedepan akan ada lagi dua pertemuan kegiatan lanjutan Magang Community Project.*** (AA/Fto.Sasa)

Jelang Penetapan DCT Anggota DPRD Kabupaten/Kota, KPU Jatim Gelar Rakor bersama 38 Kabupaten/Kota

Tuban, jatim.kpu.go.id- Jelang tahapan penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPRD Kabupaten/Kota, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penyusunan dan Penetapan Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kabupaten/Kota Pemilihan Umum Tahun 2024. Rakor dilaksanakan pada Rabu – Kamis, 25 - 26 Oktober 2023. Peserta kegiatan terdiri dari Divisi Teknis Penyelenggaraan serta Divisi Hukum dan Pengawasan dari 38 KPU Kabupaten/Kota. Sementara dari KPU Jatim nampak hadir Ketua, Choirul Anam, Anggota, Insan Qoriawan, Athoillah, Miftahur Rozaq, dan Nurul Amalia beserta staf yang membidangi. Melalui sambutannya, Ketua KPU Jatim Choirul Anam menyampaikan pentingnya diadakan rakor dalam rangka menjaga kelancaran proses penyusunan DCT. "Rapat koordinasi ini menjadi penting, untuk memastikan proses penyusunan DCT dapat berjalan baik ketika norma yang ada tidak menyediakan aturan-aturan terkait DCT, sehingga perlu diadakannya rapat koordinasi agar hal-hal atau kendala-kendala yang dialami dapat didiskusikan bersama," kata Anam. Anam menambahkan, beberapa KPU Kabupaten/Kota telah menandatangani NPHD untuk Pilkada. Ia berharap tahapan ini tidak mempengaruhi jalannya pelaksanaan tahapan Pemilu. Berikutnya, Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Jatim, Insan Qoriawan mengatakan Divisi Hukum dan Pengawasan memilik peran dalam upaya pencegahan polemik pada tahapan penetapan DCT. "Tanggal 3 November 2023 akan menetapkan DCT yang pasti nantinya akan ada polemik. Sehingga perlu adanya peran dari Divisi Hukum dan Pengawasan. Untuk itu Divisi Hukum dan Pengawasan turut diundang dalam acara ini. Dan malam ini kita akan ada materi dari Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Jatim," terangnya. Insan pun menghimbau agar KPU Kabupaten/Kota menyusun Daftar Inventaris Masalah (DIM) pasca penandatangan Berita Acara (BA) dan penetapan DCT. Terakhir,  Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Jatim, Athoillah memaparkan materi terkait hukum yang berlaku dalam proses Pemilu,.Yakni berkaitan dengan pelanggaran administratif pemilu dan sengketa proses pemilu.*** (AD/Fto.Istimewa)

Jelang Akhir Masa Jabatan Komisioner KPU Jatim, Timsel Umumkan Pembukaan Pendaftaran Bakal Calon Anggota KPU Jatim Periode 2024 – 2029

Surabaya, jatim.kpu.go.id- Jelang berakhirnya masa jabatan komisioner Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) Periode 2019 - 2024, Tim Seleksi (Timsel) Calon Anggota KPU Jatim mengumumkan pembukaan pendaftaran Bakal Calon Anggota KPU Jatim Periode 2024-2029 pada Selasa, 24 Oktober 2023, pukul 10.00 WIB – selesai. Pengumuman disampaikan di Hotel Luminor, Jl. Raya Jemursari No. 206-208 Surabaya, dalam kegiatan Sosialisasi dan Konferensi Pers Pendaftaran Bakal Calon Anggota KPU Jatim Periode 2024 - 2029. Berikutnya, kegiatan dihadiri oleh Timsel terdiri atas 3 orang yang hadir di lokasi secara langsung dan 2 orang secara daring melalui aplikasi zoom meeting. Sedangkan peserta kegiatan terdiri dari KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota beserta awak media. Ketua Timsel Calon Anggota KPU Jatim 2019 - 2024, Sasongko Budi Susetyo mengungkapkan masa jabatan komisioner KPU Jatim Periode 2019 - 2024 akan segera berakhir pada tanggal 20 Februari 2024. “Untuk itu dibuka pendaftaran pembentukan Bakal Calon Anggota KPU Jatim Periode 2019 – 2024, yang dimulai tanggal 24 Oktober 2023 dan berakhir pada 4 November 2023,” katanya. Lebih lanjut, Timsel akan mulai bekerja pada tahapan pengumuman dan pendaftaran pada tanggal 24 Oktober 2023. Sampai dengan penyampaian nama calon anggota KPU Provinsi pada KPU paling akhir tanggal 13 Desember 2023. Sasongko memastikan tahapan pelaksanaan pendaftaran calon anggota KPU Jatim tidak akan ada kecurangan. “Pasalnya tidak ada celah diskriminatif, manipulatif dan pemalsuan dokumen peserta calon anggota KPU Jatim. Karena secara teknis administratif sudah ada aturannya. Dari beberapa tahapan seperti tes tulis melalui CAT (Computer Assisted Test) dan tes kesehatan dilakukan pihak ketiga, yang langsung dikomunikasikan hasilnya di KPU RI,” ujarnya. Sasongko mengimbuhkan, ketika memasuki tahapan wawancara barulah Timsel akan menggali lebih dalam lagi. “Nah, kalau ada laporan masyarakat akan kita konfirmasi pada yang bersangkutan. Pada saat itulah kita menentukan,” kata Sasongko. Perlu diketahui pula bahwa kelengkapan dokumen persyaratan bakal calon anggota KPU Provinsi dapat diakses melalui laman https://jatim.kpu.go.id/. Lalu bagi pendaftar diwajibkan untuk mengunggah dokumen persyaratan melalui laman siakba.kpu.go.id, dan menyerahkan dokumen fisik baik secara langsung atau melalui jasa ekspedisi ke alamat Sekretariat Tim Seleksi yaitu Hotel Luminor, Jl. Raya Jemursari No. 206-208, Tenggilis Mejoyo, Surabaya. Waktu pengisian dan pengunggahan dokumen persyaratan melalui siakba.kpu.go.id dimulai sejak tanggal 24 Oktober sampai dengan 4 November 2023.*** (AD/ed.Red/fto.Istimewa)

KPU Jatim Terima Kunjungan Peserta Didik SMK Technopreneurship Muslimah Tuban Belajar Kepemiluan

Surabaya, jatim.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) kembali menerima kunjungan dalam rangka Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Pemilu Tahun 2024. Kali ini,  giliran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Technopreneurship Muslimah Tuban yang datang ke Kantor KPU Jatim pada Selasa, 24 Oktober 2023. Kunjungan dimulai pada pukul 09.00 WIB. Diikuti sebanyak 12 peserta didik yang terdiri dari kelas X dan kelas XII, dengan didampingi oleh Ketua Yayasan Anshori dan perwakilan Komite Sekolah Yayuk Dwi Agus Sulistyorini, serta empat orang guru pendamping. Rombongan diterima langsung oleh Anggota KPU Jatim Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat Gogot Cahyo Baskoro, Sekretaris Nanik Karsini, dan Kepala Bagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Partisipasi dan Hubungan Masyarakat Yulyani Dewi di Ruang Media Center. Mengawali kunjungan, peserta diajak memasuki Rumah Pintar Pemilu (RPP) Punakawan untuk menerima materi pengenalan singkat seputar kepemiluan dan demokrasi. Dengan dipandu oleh Kepala Sub Bagian Partisipasi Masyarakat, Prahastiwi Kurnia Sitorosmi, peserta tampak antusias melihat dan mecoba berbagai sarana edukasi yang ada di RPP. Pasca dari RPP, para peserta didik kemudian diajak office tour dan selanjutnya diarahkan menuju Media Center untuk menerima materi. Sebelum pemaparan materi dilakukan, Sekretaris KPU Jatim Nanik Karsini berkesempatan memberikan sambutan. Sebagai pimpinan kesekretariatan, Nanik turut menyambut baik dan menyampaikan terima kasihnya kepada pihak SMK Technopreneurship Muslimah Tuban yang sudah antusias berkunjung dan belajar di KPU Provinsi Jawa Timur.  Perempuan dari Magetan tersebut turut berpesan agar para peserta sebagai pemilih pemula dapat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Tahun 2024 mendatang. “KPU Jatim adalah tempat yang tepat bagi adik-adik untuk belajar tentang pemilu. Terlebih sebagai pemilih pemula, adik-adik di tanggal 14 Februari nanti bisa datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya. Karena satu suara dari kalian menentukan masa depan bangsa dan negara,” tuturnya. Sementara itu, Ketua Yayasan SMK Technopreneurship Muslimah Tuban, Muhammad Anshori berharap melalui kunjungan ini dapat menambah ilmu bagi para siswi utamanya seputar tahapan penyelenggaraan pemilu. “Terdapat dua agenda kunjungan yang kami lakukan, meliputi kunjungan industri dan kunjungan profesi. KPU Jatim ini termasuk dalam agenda kunjungan profesi yang kami lakukan. Kami mengucapkan terima kasih sudah diberikan waktu dan kesempatan agar siswi-siswi kami bisa belajar tahapan pemilu serta tugas-tugas dari KPU. Melalui silaturahim ke KPU ini, kami berharap bisa meperoleh ilmu yang manfaat dan barokah,” ungkapnya. Mengimbuhkan, Yayuk Dwi Agus Sulistyorini selaku perwakilan Komite Sekolah menyampaikan harapannya agar para siswi dapat mendalami pengetahuan seputar kepemiluan tidak hanya sampai pada tingkat kabupaten saja, melainkan juga pada tingkat provinsi. “Sebelumnya sudah pernah dilakukan kunjungan ke Bawaslu Kabupaten. Kami ingin anak-anak belajar kepemiluan provinsi, jadi tidak hanya di kabupaten. Tujuannya untuk mencegah adanya generasi muda yang bersikap apatis. Harapannya, pendidikan pemilih dan demokrasi bisa didapat dari sini, dan ilmu yang diperoleh dapat mengalir, serta anak-anak bisa menjadi penggerak untuk adik-adiknya,” kata Yayuk. Acara berlanjut diskusi, bertindak sebagai narasumber, Gogot Cahyo Baskoro memaparkan materi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih bertema "Menjadi Pemilih Cerdas pada Pemilu Tahun 2024". Untuk membuat forum lebih hidup, adapula games yang menjadi selingan sebelum pemaparan materi untuk meningkatkan konsentrasi para peserta. Dalam salah satu pembahasannya, Gogot menjelaskan pentingnya peran Pemilih Pemula, di antaranya mengacu pada besarnya jumlah Pemilih Pemula, peran Pemilih pemula sebagai calon pemimpin masa depan, kondisi psikologis dan minimnya pemahaman seputar demokrasi sebagai pemilih pemula, partisipasi pemilih pemula dalam menggunakan hak pilih, serta pemilih pemula sebagai pemilih idealis. “Adik-adik ini merupakan calon pemimpin masa depan. Sehingga perlu menggali pandangan terkait demokrasi. Selain itu, pemilih pemula yang baru pertama kali menggunakan hak pilihnya, secara psikologis memang masih rentan dan mudah terpengaruh. Sehingga perlu ada pemberian pemahaman yang baik. Kalau adik-adik pertama kali mendapat hak pilih dan mau menggunakan hak pilihnya, biasanya cenderung terus berlanjut menggunakan hak pilihnya. Kita juga meyakini bahwa pemilih pemula adalah pemilih yang idealis,” terang Gogot. Sesi materi berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar mekanisme tahapan pemilu, keterlibatan pemilih, serta upaya pencegahan kecurangan pada politik kepemiluan. Rangkaian agenda kunjungan diakhiri dengan pemberian merchandise untuk para peserta teraktif.* (AD/Fto. Sasa)