Berita Terkini

H-4 Sebelum Tahapan Berakhir, KPU Supervisi Coklit Bupati Sidoarjo di Komplek Pondok Pesantren Bumi Sholawat

Sidoarjo, jatim.kpu.go.id- Empat hari menjelang berakhirnya masa tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) Pemilu Tahun 2024, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) melaksanakan pendampingan sekaligus supervisi coklit Bupati Sidoarjo pada Jumat, 10 Maret 2024. Coklit dilakukan oleh dua Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (Pantarlih). Masing-masing yang dicoklit yaitu Bupati Sidoarjo, H. Mudhor Ali oleh Pantarlih Desa Kenongo Kecamatan Tulangan. Serta Ayahanda Bupati, KH. Agoes Ali Masyhuri oleh Pantarlih Desa Lebo Kecamatan Sidoarjo. Bertempat di Kompleks Pondok Bumi Sholawat, Jl. Kyai Dasuki No. 1 Lebo Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo. Coklit berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam, mulai pukul 10.00 WIB. Hadir melakukan pemantauan, Anggota KPU Mochammad Afifuddin. Sementara dari KPU Jatim, hadir Anggota Nurul Amalia, Gogot Cahyo Baskoro, Miftahur Rozaq, dan Insan Qoriawan. Sedangkan dari KPU Sidoarjo, hadir mendampingi yaitu Ketua Mohamad Iskak, Anggota Musonif Afandi dan Miftakhul Rohmah. Di hadapan Gus Ali, sapaan Pengasuh Pondok Pesantren tersebut Petugas Pantarlih Desa Lebo, Maudya tampak hati-hati menjelaskan prosedur coklit. Serta meminta KK dan KTP Gus Ali. Merespon hal tersebut, Gus Ali sesekali mengeluarkan candaan. Suasana coklitpun tampak cair dan gayeng. Di waktu yang sama, saat dimintai tanggapan, Bupati Sidoarjo Gus Mudhor atas nama pribadi sekaligus mewakili masyarakat Sidoarjo menyampaikan terimakasih kepada KPU berikut jajaran. "Melalaui coklit ini KPU telah memastikan kami lebih nyaman dengan menjamin salah satu hak kami, yaitu hak untuk memilih," terang Mudhor. Ia pun berharap ke depan hasil coklit data diperoleh data yang valid dan dapat menjadi rujukan dan masukan bagi Pemerintah Kabupaten untuk updating data riil masyarakat. "Sebab coklit ini mirip dengan sensus penduduk," ujarnya. Terkahir, putra dari Gus Ali tersebut mengajak seluruh masyarakat Sidoarjo untuk mendukung kebijakan bersama dalam rangka menyukseskan Pemilu Serentak Tahun 2024. Perlu diketahui, rangkaian kegiatan coklit diakhiri dengan penempelan sticker oleh Pantarlih. Selanjutnya, yang menarik seluruh jajaran KPU yang bertugas mendapat keberkahan doa secara langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat tersebut sebelum acara berakhir.*** (AFN/Fto.AA)

Puluhan Ribu Penyelenggara Pemilu di Jatim Konsolidasikan Penyusunan Daftar Pemilih Pemilu 2024

Surabaya, jatim.kpu.go.id- Puluhan Ribu Penyelenggara Pemilu di Jawa Timur hadir mengikuti konsolidasi wilayah pada Minggu, 5 Maret 2023 melalui daring. Konsolidasi digelar dalam rangka mempersiapkan penyusunan daftar pemilih Pemilu Tahun 2024. Penyelenggara pemilu yang hadir tersebut terdiri dari jajaran KPU Provinsi, Ketua dan Divisi Perencanaan, Data dan Informasi 38 KPU Kabupaten/Kota, 666 Ketua beserta Divisi Data dan Informasi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan Ketua beserta Divisi Data dan Informasi 8.494 Panitia Pemungutan Suara (PPS) se Jawa Timur. Ketua KPU Jatim Choirul Anam dalam kesempatan membuka acara menyampaikan terimakasih dan ucapan selamat datang kepada seluruh jajaran PPK dan PPS. "Selamat bergabung di keluarga besar KPU. Terimaksih atas peran serta dan partisipasinya menjadi bagian penyelenggara pemilu," ucap Anam. Lanjut Anam mengatakan, kegiatan pemutakhiran daftar pemilih menjadi salah satu bagian penting penyelenggaran pemilu. Bahkan, daftar pemilih merupakan core business utama KPU. "Data pemilih sebagai bagian cara kita untuk memastikan hak konstitusional warga negara terakomodir dengan baik,"terang Anam. Kemudian, data pemilih juga menjadi dasar pengadaan logistik Pemilu. Salah satunya pengadaan suara suara yang harus dicetak berdasarkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT). Yang tak kalah penting disebutkan Anam, seringkali data pemilih menjadi salah satu bahan bagi pihak yang kalah untuk melakukan gugatan terhadap KPU. "Maka penting data pemilih harus tersusun secara valid, akurat, mutakhir, dan komprehensif," paparnya. Berkaitan dengan tahapan, mantan Anggota KPU Kota Surabaya tersebut mengatakan tahapan pemutakhiran data pemilih merupakan tahapan yang panjang. Memerlukan banyak energi serta melibatkan banyak personil. "Kami sudah merekrut Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (Pantarlih) yang akan melakukan coklit sampai 14 Maret 2023. Ke depan sampai 4 Juli 2023 KPU juha akan menetapakan DPT. Apakah berhenti?," tanyanya. Anam mengatakan tidak. Sebab proses pemutakhiran akan dilanjutkan dengan penyusunan Daftar Pemilih Tambahan sampai 8 Februari 2024. Untuk itu, ia optimis dengan antusiasme seluruh jajarannya pada forum ini,  PPK dan PPS sebagai ujung tombak Pemilu mampu menyukseskan penyelenggaraan tahapan dengan baik. Sementara Anggota KPU Jatim Divisi Data dan Informasi Nurul Amalia meminta kepada seluruh jajaran agar mengawal proses coklit untuk memastikan sesuai dengan prinsip. Turut menambahkan pula, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat Gogot Cahyo Baskoro menghimbau kepada seluruh Badan Adhoc turut melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih, utamanya sosialisasi akun media sosial KPU. Sebagai bahan informasi, konsolidasi berlangsung selama kurang lebih dua jam, dimulai pukul 19.30 WIB. Turut hadir dari KPU Jatim, Anggota Rochani, Sekretaris Nanik Karsini, Kepala Bagian Perencanaan, Data dan Informasi Nurita Paramita, Kepala Subbagian Data dan Informasi Agus Purwanto, serta jajaran staf bagian terkait.*** (AFN)

Sebanyak 6 Dari 20 Bacalon DPD Dinyatakan Memenuhi Syarat Verifikasi Faktual Dukungan Pemilih Kesatu

Surabaya, jatim.kpu.go.id- Sebanyak 6 dari 20 Bakal Calon Anggota (Bacalon) Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dinyatakan Memenuhi Syarat pada tahapan verifikasi faktual dukungan pemilih kesatu. Status tersebut diketahui dari hasil rekapitulasi verifikasi faktual kesatu pencalonan perseorangan Anggota DPD pada Pemilu Tahun 2024 tingkat Provinsi Jawa Timur yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) pada Rabu, 1 Maret 2023. Bertempat di Hotel Platinum, Jl. Tunjungan No. 11 - 21 Surabaya, rekapitulasi dimulai pada pukul 10.00 - 15.00 WIB. Dibuka secara resmi oleh Ketua KPU Jatim Choirul Anam beserta Anggota Insan Qoriawan, M. Arbayanto, Rochani, dan Nurul Amalia.  Selanjutnya proses rekapitulasi dilakukan dengan membacakan Berita Acara hasil verifikasi faktual dukungan setiap Bacalon dari setiap Kabupaten/Kota oleh masing-masing KPU kabupaten/kota secara bergantian. Lima orang komisioner KPU Jatim yang hadir secara bergantian memimpin proses pembacaan sampai selesai. Sehingga, diketahui berapa jumlah sampel dukungan yang diverifikasi, jumlah dukungan yang Memenuhi Syarat (MS), Tidak Memenuhi Syarat (TMS), Jumlah proyeksi MS dan proyeksi sebaran dukungan yang MS. Anggota KPU Jatim Divisi Teknis Penyelenggaraan Insan Qoriawan mengatakan proses verifikasi faktual merupakan rangkaian tahapan yang harus dilalui sebelum Bacalon mendaftar sebagai Calon. "Ini proses yang harus ditempuh oleh Bacalon agar dapat mencalonkan diri pada pencalonan perseorangan Anggota DPD pada Pemilu 2024," terang Insan. "Artinya 6 Bacalon yang status dukungan dan sebaran dinyatakan MS (Memenuhi Syarat) pada tahapan verifikasi faktual kesatu ini tidak perlu melalukan perbaikan, tinggal menunggu penetapan pemenuhan syarat dukungan minimal pemilih dan sebaran pada bulan april," lanjut Insan. Sedangkan terhadap 14 Bacalon yang berstatus Tidak Memenuhi Syarat, KPU masih memberikan kesempatan untuk melalukan perbaikan pada masa perbaikan. "Bacalon yang berstatus TMS dapat melakukan perbaikan dukungan sesuai dengan waktu yang telah dijadwalkan," ujar mantan anggota KPU Pasuruan tersebut. Adapun masa penyerahan dukungan minimal pemilih perbaikan kedua sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pencalonan Perseorangan Anggota DPD, dilaksanakan selama 10 hari mulai tanggal 2 sampai dengan 11 Maret 2023 melalui Sistem Informasi Pencalonan (Silon). Untuk selanjutnya, dukungan perbaikan kedua akan dilakukan verifikasi administrasi pada 12 sampai 21 Maret 2023. Diteruskan dengan verifikasi faktual kedua pada 26 Maret sampai 8 April 2023. Untuk diketahui, enam Bacalon yang dinyatakan Memenuhi Syarat di antaranya AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, AA Nawardi, Abdul Qadir Amir Hartanto, Agus Rahardjo, Evi Zainal Abidin, dan Kondang Kusumaning Ayu. Sedangkan empat belas lainnya yang Belum Memenuhi Syarat yaitu Aisyah Aleena, Adilla Azis, Ayub Khan, Bambang Harianto, Catur Rudi Utanto, Doddy Dwi Nugroho, Emilia Contessa, Erlyta Dwi A Siregar, Khoirul Arif Rohman, Kunjung Wahyudi, Lia Istifhama, Mohammad Trijanto, Narto SK Dentopuro, dan Siti Rafika Hardhiansari. Turut mengikuti proses rekapitulasi dari KPU Jatim yaitu Kasubbag Teknis Penyelenggaraan, sejumlah staf bagian terkait, serta 38 KPU Kabupaten/Kota, masing-masing hadir Divisi Teknis Penyelenggaraan dan Kepala Subbagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Partisipasi, Hubungan Masyarakat, serta Operator Silon. Tampak hadir pula dari sejumlah pihak terkait.  Diantaranya perwakilan dari Bawaslu Jatim Purnomo Satrio Pringgodigdo dan Muhammad Ikhwanudin Alfianto serta dua puluh Bakal Calon Anggota DPD atau yang mewakili.*** (AFN/Fto.Sekti)

Bertandang ke KPU Jatim, Aliansi BEM Surabaya Bahas Strategi Pendidikan Pemilih Segmen Pemilih Pemula pada Pemilu 2024

Surabaya, jatim.kpu.go.id- Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Surabaya bertandang ke kantor Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) di jalan Raya Tenggilis Nomor 1-3 Surabaya pada Senin, 27 Februari 2023, mulai pukul 13.00 WIB sampai selesai. Tujuan kedatangan ke KPU Jatim, menurut Koordinator Umum Aliansi BEM Surabaya M. Aqyas Sholeh guna membahas sejauh mana persiapan penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024. “Serta seperti apa strategi pendidikan pemilih KPU Jatim untuk segmen Pemula dan Muda agar menjadi pemilih cerdas,” katanya. Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Jatim, Choirul Anam menjelaskan bila tahapan Pemilu 2024 sudah dimulai sejak dua puluh (20) bulan sebelum hari pemungutan suara. “Yakni dimulai sejak tanggal 14 Juni 2022. Sementara beberapa tahapan yang sudah dilaksanakan diantaranya, verifikasi dan penetapan partai politik peserta Pemilu 2024, penyusunan daerah pemilihan (dapil) DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota, rekrutmen badan ad hoc, pencocokan dan penelitian data pemilih,” jelas Anam. Selanjutnya, Divisi Sosialisasi; Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat (Sosdiklih dan Parmas) KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro mengaku bahwa pemilih segmen pemula dan muda menjadi perhatian utama KPU Jatim. Buktinya, berbagai upaya maksimalisasi peningkatan pendidikan pemilih melalui media sosial dan website telah dilakukan KPU Jatim. Dimana pemilih pemula dan muda menjadi pengguna aktif media sosial. “Teman-teman mahasiswa pun saat menyampaikan data pemilih pemula dan muda tadi juga mengambil dari media sosial KPU Jatim. Selain itu, untuk memberikan pendidikan pemilih segmen pemula dan muda, ada juga program KPU Goes to Campus, KPU sebagai Pembina Upacara di SMA/SMK/SMP, menerima magang/praktek kerja lapang/KKN Tematik di KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur,” papar Gogot. Disamping itu, Gogot berpendapat bahwa pemilih pemula dan muda menjadi kelompok pemilih yang sangat strategis. “Mengingat jumlahnya yang besar, masih sangat idealis, serta tidak butuh uang seperti pemilih usia di atas 50 tahunan yang memiliki tuntutan ekonomi. Hanya saja memang masih labil dan mudah dimobilisasi,” ujar mantan Komisioner KPU Jember ini. Mengimbuhkan rekan-rekannya, Divisi Sumber Daya Manusia dan Penelitian Pengembangan (SDM dan Litbang) KPU Jatim, Rochani menuturkan pada rekrutmen badan ad hoc Pemilu 2024, seperti Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) Pemilu 2024, di Jawa Timur hampir 60% didominasi oleh kelompok pemula dan muda. “Tentu ini mematahkan opini kalau pemilih pemula dan muda itu apatis,” terangnya. Mengakhiri pembahasan, Ketua KPU Jatim pun mendorong para mahasiswa untuk berpartisipasi aktif sebagai penyelenggara di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) atau menjadi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).*** (AA)  

KPU Jatim Pantau Coklit di Kediaman Gubernur Jawa Timur

  Surabaya, jatim.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) melakukan pemantauan serta pendampingan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pemilu 2024 oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) di kediaman Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di jalan Jemursari VIII Nomor 124 Surabaya. Kegiatan berlangsung pada Jumat, 24 Februari 2023, sekitar pukul 10.30 WIB sampai dengan selesai. Hadir dari KPU Jatim untuk melakukan pemantauan dan pendampingan diantaranya Ketua, Choirul Anam, Divisi Data dan Informasi, Nurul Amalia, serta staf sekretariat yang membidangi. Coklit juga dihadiri jajaran Forkopimda tingkat kecamatan, Komisioner KPU Kota Surabaya, dengan disaksikan oleh Bawaslu Kota Surabaya. Ketua KPU Jatim, Choirul Anam mengungkapkan coklit dilaksanakan mulai 12 Februari sampai dengan 14 Maret 2023. “Kami berharap pada masyarakat yang didatangi Pantarlih bisa menyambut baik kehadiran petugas kami. Karena tujuan Pantarlih untuk mengupdate data pemilih Pemilu 2024. Dalam pelaksanaan coklit, Bapak/Ibu sekalian cukup menyiapkan KTP elektronik dan Kartu Keluarga (KK). Dengan kerja sama yang baik dari Bapak/Ibu dan Pantarlih, maka Pemilu 2024 di Jawa Timur harapannya bisa berjalan dengan lancar dan kondusif,” tuturnya. Berikutnya bagi pemilih yang ingin mengecek apakah sudah terdaftar sebagai pemilih Pemilu 2024, menurut Anam, bisa mengecek secara online di laman website cekdptonline.kpu.go.id. Lebih lanjut, di hadapan Gubernur, Ketua KPU Jatim menyampaikan bila pihaknya sekarang ini sudah melakukan pemetaan Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilu 2024. “Bila TPS Pemilu 2019 ada 130.010, sekarang menjadi 119.851. Jadi, berkurang sekitar 10.159 TPS. Namun, jumlah TPS ini masih bergerak menyesuaikan hasil coklit,” kata Anam. Pengurangan jumlah TPS sebagaimana dikatakan Anam, dalam rangka efektivitas dan efisiensi kebutuhan di tingkat TPS. Menanggapi Ketua KPU Jatim, Khofifah Indar Parawansa selaku Gubernur Jawa Timur yang saat ini telah dicoklit, mengucapkan terima kasihnya kepada Pantarlih yang melakukan coklit. “Kegiatan coklit sejalan dengan program KTP digital yang dilakukan oleh Dukcapil (Kependudukan dan Pencatatan Sipil-red) pusat. Bila menurut aplikasi KTP digital, saya ada di TPS 01 Jemursari. Tapi Saya mengikuti saja proses yang sedang berjalan, nantinya ada di TPS berapa pada saat Pemilu 2024,” jelasnya. Gubernur Jawa Timur menyampaikan juga, bila dalam proses coklit, sudah dicocokkan data yang ada di KTP elektronik dan KK-nya. Sebagai tanda sudah dicoklit, petugas menempelkan stiker di depan rumah. “Jangan lupa warga Jawa Timur, jelang Pemilu 2024, jaga suasana agar aman, nyaman dan kondusif sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Ketua KPU Jatim. Serta pastikan bisa memilih dalam pesta demokrasi ini sesuai dengan haknya,” pungkas mantan Menteri Sosial Indonesia ini. Coklit di kediaman Gubernur Jawa Timur ini pun turut disaksikan oleh warga sekitar kelurahan Jemursari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya. Makanan khas Jawa Timur seperti soto ayam, rawon, bakso, es oyen menjadi suguhan nikmat warga sekitar.*** (AA)

Komitmen Sukseskan Kirab Pemilu 2024, KPU Jatim Gelar Rakor Persiapan

Surabaya, jatim.kpu.go.id- Sebagai wujud komitmen menyukseskan pelaksanaan program nasional Kirab Pemilu, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) terus melakukan koordinasi bersama 27 KPU Kabupaten/Kota yang menjadi titik Kirab. Koordinasi kali ini dikemas dalam kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Kirab Pemilu Tahun 2024 yang dilaksanakan selama dua hari, Rabu-Kamis, 22-23 Februari 2023 di aula kantor KPU Jatim, jalan Raya Tenggilis Nomor 1-3 Surabaya. Perlu diketahui, sejak peluncuran tanggal 14 Februari 2023 yang lalu, program nasional Kirab Pemilu 2024 telah berjalan. Berikutnya, dijadwalkan akan melintasi wilayah Jawa Timur mulai tanggal 11 Mei sampai 7 Oktober 2023, untuk jalur 4,5,6 dan 7. Terkait hal tersebut, Divisi Sosialisasi; Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat (Sosdiklih dan Parmas) KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro dalam arahannya menyebutkan agenda rakor yakni melakukan pembahasan terkait dengan rencana pelaksanaan Kirab Pemilu 2024. “Seperti teknis pelaksanaan dan penganggarannya. Masing-masing KPU Kabupaten/Kota diberi kesempatan memaparkan pemetaan kegiatan dan penganggaran yang telah disusun,” ujarnya. Gogot menegaskan juga agenda nasional Kirab Pemilu 2024 harus bersama-sama disukseskan oleh KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota, karena kegiatan tersebut sebagai sarana sosialisasi penyelenggaraan Pemilu Tahun 2024. “Di sisi lain juga untuk memperkenalkan peserta Pemilu 2024, kolaborasi multipihak dalam sosialisasi dan pendidikan pemilih, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta sebagai sarana integrasi bangsa,” jelas pria kelahiran Magetan ini. Lebih lanjut menurutnya, dalam konsep Kirab Pemilu, KPU Kabupaten/Kota akan membawa delapan belas (18) bendera Partai Politik Peserta Pemilu 2024, dari satu KPU Kabupaten/Kota diantar ke KPU Kabupaten/Kota yang lain sesuai rute yang telah ditentukan dengan seremoni serah terima. “Setelah itu, di masing-masing titik kabupaten/kota di Jawa Timur akan dilakukan kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih. Titik akhir Kirab adalah kantor KPU, jalan Imam Bonjol Nomor 29 Jakarta pada tanggal 25 November 2023,” katanya. Berkaitan dengan pelaksanaan Kirab, Gogot menyampaikan KPU Kabupaten/Kota pun bertanggung jawab memfasilitasi pelaksanaan kegiatan, menyiapkan media dan alat peraga sosialisasi, mempublikasikan, serta menyusun laporan pelaksanaan kegiatan Kirab Pemilu 2024. Peserta kegiatan terdiri dari Divisi Sosialisasi; Pendidikan Pemilih; Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih; Parmas dan SDM) serta Sekretaris dari 27 KPU Kabupaten/Kota. Sementara hadir dari KPU Jatim, Ketua, Choirul Anam; Divisi Sosdiklih dan Parmas, Gogot Cahyo Baskoro, Sekretaris, Nanik Karsini, Kabag Teknis Penyelenggaraan Pemilu; Partisipasi dan Hubungan Masyarakat (Tekmas), Popong Anjarseno, Kasubbag Partisipasi dan Hubungan Masyarakat (Parmas), Prahastiwi dan staf yang membidangi.*** (AA/Fto.Sekti)