Berita Terkini

Ketua KPU Jatim Ajak Mahasiswa Berperan Aktif Dalam Pemilu

Surabaya, jatim.kpu.go.id- Pagi ini (15/6),  jam 9 sampai selesai, Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim), Choirul Anam berkesempatan menjadi narasumber pada kegiatan Webinar Diskusi Literasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sosial Universitas Negeri Malang. Pada moment ini, ia mengajak para mahasiswa untuk berperan aktif dalam perhelatan pemilu 2024. Kegiatan webinar dengan tema “Pemilihan Umum 2024: Menelisik Persiapan Pemilu di Tengah Pemulihan Ekonomi” ini, dilaksanakan melalui media dalam jaringan atau daring dengan aplikasi zoom meeting. Sementara peserta kegiatan terdiri dari mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang, mahasiswa Universitas Negeri Malang, serta masyarakat umum. Ketua KPU Jatim, Choirul Anam menjelaskan bahwa pemilu sangat penting untuk dilaksanakan. “Karena pelaksanaan pemilu sebagai salah satu pengungkit bangkitnya ekonomi. Dengan terselenggaranya pemilu secara luber jurdil, akan semakin meningkatkan kepercayaan pelaku ekonomi atau investor untuk melakukan investasi ke negara kita, Indonesia,” terang Anam. Dalam hal ini, menurut Anam peran aktif para pemuda dalam menyukseskan perhelatan demokrasi ini sangat diperlukan. “Adik-adik mahasiswa semuanya, peran aktifnya sangat dibutuhkan. Jangan sekedar menjadi penonton dalam pemilu nanti. Tapi harus pula ikut terlibat aktif sebagai penyelenggara pemilu, relawan demokrasi, pengawas atau pemantau. Jangan sampai demokrasi yang kita perjuangkan ini dirampok oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Jadi, mari kita berpartisipasi aktif dalam pemilu demi masa depan bangsa ini,” pungkasnya. (AA)

Resmi! Tahapan Pemilu 2024 Dimulai

Jakarta, jatim.kpu.go.id- Sirine telah dinyalakan bersama-sama oleh KPU, DPR, Pemerintah dengan disaksikan lembaga penyelenggara pemilu lainnya, peserta pemilu, serta seluruh masyarakat Indonesia pada malam Peluncuran Tahapan Pemilu 2024 yang digelar secara luring maupun daring (Selasa, 14/6). Hal ini menandakan bahwa mulai hari ini, Selasa, 14 Juni 2022 tahapan pemilu 2024 telah resmi dimulai. Ketua KPU Republik Indonesia, Hasyim Asy’ari dalam sambutannya mengajak seluruh eleman bangsa menjadikan pemilu sebagai sarana integrasi bangsa. Karena menurutnya meskipun pemilu arena kompetisi, arena konflik sah dan legal namun sebagai wujud dari kemajemukan dan Bhinneka Tunggal Ika maka sudah sepatutnya proses demokrasi lima tahunan ini menjadi sarana integrasi bangsa. “Apalagi desain kepemiluan saat ini mendukung untuk itu. Pemilu serentak yang digabungkan antara Pemilu Presiden, dimana calon presiden diusulkan atau dicalonkan oleh partai politik, dan pada waktu yang bersamaan partai politik juga berjuang untuk meraih suara dan kursi, akhirnya masing-masing partai politik yang sama-sama mengusung pasangan calon pasti akan menahan diri, walaupun sama-sama berebut suara dan berebut kursi. Menahan diri karena apa? karena ada titik temu yaitu punya pasangan calon presiden yang sama,” papar Hasyim (14/6/2022). Lalu setelah setelah berkompetisi untuk memperoleh suara dan kursi, dalam waktu yang tidak terlalu lama partai politik-partai politik akan berangkulan kembali, akan berkoalisi, akan bergabung kembali dalam mendukung atau mencalonkan pasangan calon kepala daerah yang akan diusung pada pilkada 2024. “Nah desain kepemiluan semacam ini kami yakini meski dalam pemilu terjadi konflik, terjadi kompetisi tetapi akan menjadi sarana kita semua untuk mengendalikan diri untuk menjamin bahwa kompetisi itu berujung kepada integrasi,” tegasnya. Sejalan dengan Hasyim, Ketua DPR RI, Puan Maharani menghimbau kepada segenap elemen bangsa untuk mengembalikan hakikat dan jati diri pemilu sebagai instrumen demokrasi yang berorientasi pada persatuan dan kesatuan bangsa. “Pemilu adalah arena kompetisi, bukan pertempuran diantara anak bangsa. Jika boleh diperumpakan sejatinya hasil pemilihan legislatif untuk menentukan ketua kelas, wakil ketua 1, wakil ketua 2, dan seterusnya di dalam gedung parlemen. Selanjutnya para ketua dan wakil ketua akan menjadi satu kesatuan teamwork untuk memusyawarahkan berbagai hal dan memutuskan apa yang terbaik untuk bangsa dan negara ini,” tutur Puan. Berikutnya, pada kesempatan ini, mewakili Presiden Joko Widodo, Menteri dalam Negeri, Tito Karnavian kembali menegaskan dukungan penuh pemerintah pada setiap proses Pemilu dan Pemilihan 2024. Komitmen ini menurut hematnya kerap disampaikan Presiden baik pada rapat kabinet internal maupun pada pertemuan langsung dengan KPU RI pada proses audiensi. Dukungan dan apresiasi atas kerja keras KPU sehingga mampu tepat waktu menjalankan amanat Undang-undang, memulai tahapan Pemilu 2024, 20 bulan sebelum dilakukannya pemungutan suara juga disampaikan oleh Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono yang turut menyampaikan sambutan pada Peluncuran Tahapan Pemilu 2024. Sementara itu, dengan dimulainya tahapan pemilu 2024 ini, Ketua KPU Jatim, Choirul Anam menegaskan ia beserta seluruh jajarannya berkomitmen siap menyukseskan penyelenggaraan Pemilu 2024. “Kami tentu akan siap menyukseskan penyelenggaraan Pemilu 2024. Dan karena karakter lembaga KPU adalah layanan, kami juga berkomitmen siap melayani dan berintegritas 24 jam dalam menjalankan pemilu ini,” pungkas Anam. Pada malam peluncuran ini Ketua, Anggota dan Sekretaris KPU Jatim mengikuti secara langsung di Jakarta, sedangkan jajaran pejabat struktural, pejabat fungsional serta staf sekretariat mengikuti secara daring dari aula lantai 2 kantor KPU Jatim, di jalan Raya Tenggilis Nomor 1-3 Surabaya. (AA)

Rochani: Pelatihan Dasar TKP, Wujud Kepedulian Lembaga Terhadap Peningkatan Kapasitas PNS

Surabaya, jatim.kpu.go.id- Divisi SDM dan Litbang Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim), Rochani mengungkapkan jika Pelatihan Dasar TKP merupakan bentuk kepedulian lembaga terhadap peningkatan kapasitas personal Pegawai Negeri Sipil (PNS). Demikian disampaikan pada moment penutupan kegiatan Pelatihan Dasar Tata Kelola Pemilu (TKP) Tahap 2 pada sore hari ini (Kamis, 9/6), di hotel Narita, jalan Barata Jaya XVII Nomor 57-59 Surabaya. Sebelumnya Ketua KPU Jatim, Choirul Anam mengapresiasi peserta yang sudah mengikuti pelatihan dengan serius selama sehari penuh ini. “Sekali lagi kegiatan ini untuk peningkatan skill dan pengetahuan jelang tahapan Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024. Apa yang sudah disampaikan narasumber tidak cukup selesai di sini, tapi bisa dipelajari lagi lebih lanjut ketika sampai di daerah masing-masing. Harapannya kedepan pasca pelatihan tingkat dasar ini, akan ada pelatihan tingkat lanjut,” terang Anam dalam arahannya (9/6/2022). Masih senada, Divisi SDM dan Litbang KPU Jatim, Rochani mengatakan bahwa melalui peningkatan kapasitas personal PNS KPU yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilu, merupakan salah satu wujud dukungan lembaga ini terhadap penyelenggaran Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024. “Kegiatan ini memang untuk meningkatkan kemampuan, skill, attitude, etos kerja. Etos kerja salah satunya integritas itu tadi. Integritas ini harus dikelola karena memang naik turun, tergantung pada situasi, keyakinan, dan keberanian moral. Keberanian moral itu satu keputusan mental yang harus didukung oleh kepercayaan diri sebelum mengambil keputusan, dimana teman-teman dihadapkan pada konsekuensi masalah etik,” jelasnya. Ia juga menyampaikan bahwa persoalan integritas memang bukan suatu hal yang mudah, tapi bisa dilakukan bila personalnya memiliki keyakinan dan daya nalar. “Daya nalar ini harus didukung oleh pengetahuan yang cukup, dan kewajiban kami untuk bisa mendampingi dan memberikan contoh yang baik terhadap penegakan integritas ini,” tegas Rochani. Selanjutnya, pada kesempatan ini, Ketua KPU Jatim juga memberikan apresiasinya dan ucapan selamat pada lima orang PNS yang bisa meraih nilai tertinggi pada post-test hari ini. Terdapat 2 orang PNS yakni terdiri 1 PNS dari KPU Kabupaten Mojokerto dan 1 PNS Kota Surabaya yang berhasil meraih nilai 98. Lalu ada 3 orang PNS yang berhasil meraih nilai 96. Yakni, 2 PNS berasal dari KPU Kabupaten Lumajang dan 1 PNS dari KPU Kabupaten Sumenep. (AA/ Fto. AA)

Sekjen KPU RI: PNS KPU Harus Kompeten, Berintegritas, dan Berwibawa

Surabaya, jatim.kpu.go.id- Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPU Republik Indonesia, Bernad Dermawan Sutrisno menekankan bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan sekretariat jenderal KPU harus menjadi sumber daya manusia yang berkompeten, berintegritas, dan berwibawa. Demikian disampaikan dalam arahannya pada pembukaan Pelatihan Dasar Tata Kelola Pemilu Bagi PNS di lingkungan Sekretariat KPU Provinsi dan Kabupaten/ Kota se-Jawa Timur tahap 2 hari ini, Kamis (9/6). Menurutnya, berkompeten memiliki arti bahwa setiap PNS sekretariat jenderal KPU harus memiliki kecakapan dan ketrampilan untuk memecahkan pekerjaan secara baik, profesional dan terukur. “Lalu, berintegritas memiliki arti bahwa masing-masing kita memiliki kemantapan pribadi untuk bekerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan mematuhi asas-asas, prinsip-prinsip, dan peraturan etika yang berlaku dengan baik. Sementara berwibawa, memiliki arti bahwa setiap PNS sekretariat jenderal KPU memiliki citra diri yang baik dan nilai-nilai yang tinggi untuk dihormati oleh orang lain,” jelas Sekjen KPU Republik Indonesia kepada seluruh peserta pelatihan (9/6/2022). Ia melanjutkan, “Saudara akan memiliki kewibawaan apabila saudara berintegritas, dan saudara akan dapat berintegritas apabila saudara memiliki kompetensi yang tinggi untuk melaksanakan pekerjaan saudara”.   Terakhir, dengan karakter PNS sekretariat jenderal KPU yang berkompeten, berwibawa dan berintegritas tersebut menurut Bernad, akan menjadi modal sosial yang penting untuk membentuk jajaran lembaga sekretariat jenderal KPU yang berkontribusi positif bagi terciptanya penyelenggaraan pemilu yang berkualitas. Untuk itu, pada pelatihan dasar TKP ini peserta mendapatkan materi terkait Dasar-Dasar Pemilu dan Demokrasi, Kesekretariatan Penyelenggaraan Pemilu Independen, Pembelajaran Pengalaman dan Studi Kasus, dari Koordinator Tim Pakar KPU Republik Indonesia, Nur Hidayat Sardini. Sedangkan bertindak sebagai moderator Indoyanu Muhamad yang merupakan Tenaga Ahli Sekjen KPU  Republik Indonesia. Di akhir sesi, juga akan ada Post Test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta. Sedangkan Pre Test sudah dilaksanakan sebelumnya, yakni pada 3 Juni 2022 yang lalu. (AA/ Fto. AA)

Siapkan Penyelenggaraan Pemilu 2024 yang Berkualitas, KPU Bekali PNS Pelatihan Tata Kelola Pemilu

Surabaya, jatim.kpu.go.id- Guna mempersiapkan penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024 yang berkualitas, Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) memberikan pembekalan Pelatihan Dasar Tata Kelola Pemilu (TKP) untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungannya. Di Jawa Timur, pelatihan ini dilaksanakan secara bertahap selama dua hari, Rabu-Kamis, 8-9 Juni 2022 bertempat di Hotel Narita, jalan Barata Jaya XVII Nomor 57-59 Surabaya. Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPU RI, Bernad Dermawan Sutrisno mengatakan kegiatan pelatihan dasar TKP ini merupakan kegiatan yang maha penting. Pasalnya ini bagian dari upaya bersama membangun kesatuan organisasi dan institusi kesekretariatan KPU RI yang profesional, berintegritas, dan modern. “Kegiatan pemantapan dasar-dasar kepemiluan bagi PNS sekretariat jenderal KPU RI ini kita laksanakan dengan maksud agar masing-masing dari kita menguasai pengetahuan dan pemahaman dasar yang benar tentang urusan kepemiluan yang merupakan core bisnis dari organisasi kita. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kita untuk membentuk sumber daya manusia sekretariat jenderal KPU yang kompeten, berintegritas dan berwibawa. Karakter tersebut akan menjadi modal sosial yang penting bagi kita untuk membentuk jajaran lembaga sekretariat jenderal KPU yang berkontribusi positif bagi terciptanya penyelenggaraan pemilu yang berkualitas,” tandas Bernad dalam arahannya (9/6/2022). Bernad menyampaikan juga agar kegiatan ini diikuti peserta dengan sungguh-sungguh dan sebaik-baiknya. “Saya bersama tim khusus sekretariat jenderal KPU RI akan memantau khusus saudara-saudara dalam mengikuti jalannya proses kegiatan ini. Kepada tim pakar yang akan memandu kegiatan ini, saya mohon bantuannya agar kita dapat mencapai target konsolidasi organisasi sesuai yang kita harapkan, maka jangan segan-segan untuk tidak meluluskan peserta yang tidak sungguh-sungguh, atau tidak tertib dalam mengikuti kegiatan ini meskipun pejabat sekalipun. Karena tidak akan ada organisasi yang dapat berjalan baik, efektif dan efisien dengan personil yang tidak taat aturan. Saya meyakini bahwa pemimpin yang baik adalah pengikut yang baik,” papar Sekjen KPU RI. Disisi lain, Ketua KPU Jatim, Choirul Anam berharap melalui kegiatan ini, peserta bisa memahami secara utuh dan komprehensif mengenai tugas, pokok dan fungsi sebagai penyelenggara pemilu. “Tidak hanya paham secara teknisnya, tapi tata kelola pemilunya juga memahami. Kawan-kawan setidaknya memahami regulasi kepemiluan, paham mengenai penyelenggara pemilu, paham terkait badan penyelenggara pemilu, dan memahami terkait permasalahan hukum (penegakan serta sengketa hukum). Selain memahami proses-proses tersebut, kita juga harus memahami masalah etik. Masalah etik ini tidak hanya berlaku untuk komisioner, tapi PNS juga,” pungkasnya. Turut hadir mengikuti kegiatan ini Ketua KPU Jatim, Choirul Anam, Anggota KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro, Muhammad Arbayanto, Rochani, Miftahur Rozaq, Nurul Amalia, serta Sekretaris, Nanik Karsini. (AA/ Fto. AA)  

Pelatihan Dasar Tata Kelola Pemilu di Jawa Timur Tahap 1

Surabaya, jatim.kpu.go.id- Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim), Choirul Anam meminta kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan sekretariat KPU se-Jawa Timur untuk terus meningkatkan kapasitas diri dalam rangka menyelenggarakan Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024. Hal tersebut disampaikannya saat membuka secara langsung Pelatihan Dasar Tata Kelola Pemilu Tahap I di lingkungan Sekretariat KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/ Kota se-Jawa Timur hari ini, Rabu (8/6) di Hotel Narita Surabaya. Ia mengatakan, sudah semestinya sebagai penyelenggara pemilu, KPU harus memahami betul dan terus melakukan berbagai penyesuaian terhadap perkembangan kepemiluan. “Selama dua tahun ini, KPU Jatim juga telah melakukan kegiatan peningkatan kapasitas untuk Komisioner dan Kasubbag, mulai dari program kelas teknis, knowledge sharing, dan lainnya,” jelas Anam (8/6/2022). Hal ini tidak lain untuk persiapan menyongsong Pemilu Serentak Tahun 2024. Maka masih dikatakan Anam, pelatihan ini merupakan puncaknya, karena sebagaimana dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, jika pemilu serentak dilakukan pada 14 Februari 2024, maka tahapan pemilu dimulai pada 14 Juni 2022, sehingga momennya tepat sebagai persiapan sebelum pemilu digelar. Ia berharap peserta dapat fokus dalam menyimak materi pelatihan sehingga memiliki pemahaman kepemiluan yang sama, holistik, dan komprehensif. Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris KPU Jatim, Nanik Karsini menyampaikan secara teknis tujuan pelaksanaan pelatihan dasar hari ini. “Pelatihan hari ini diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas/ kompetensi dasar PNS dalam tata kelola pemilu yang meliputi aspek pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skills), dan sikap/ etos kerja (attitude) bagi PNS di lingkungan KPU se-Jatim," papar Nanik. Selain sebagai peningkatan kompetensi, pelatihan ini juga sebagai sarana untuk mengkonsolidasikan organisasi yang bersifat hierarkis dalam satu kesatuan manajemen kepegawaian dalam rangka persiapan Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024. Senada dengan Ketua, Nanik berpesan kepada seluruh peserta untuk membaca dan melaksanakan tata tertib pelatihan dengan cermat. “Pahami semua materi yang disampaikan fasilitator sehingga kawan-kawan juga akan mudah mengerjakan Post-tes yang akan disampaikan di akhir pelatihan,” pungkas Nanik. Untuk diketahui, kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan Sekretariat Jenderal (Setjen) KPU Republik Indonesia secara bertahap mulai tanggal 2 sampai 21 Juni 2022 di seluruh wilayah Indnesia. Adapun di Jawa Timur akan dilaksanakan selama dua hari, mulai 8 hingga 9 Juni 2022. Turut hadir dalam pelatihan, Bernad Darmawan Sutrisno yang juga berkesempatan menyampaikan pengantar secara daring, Anggota KPU Jatim, Miftahur Rozaq, Nurul Amalia, Rochani, dan Insan Qoriawan. Adapun peserta pelatihan sebanyak 256 orang PNS, terdiri dari 12 orang PNS di lingkungan Sekretariat KPU Jatim, 1 orang PNS dari KPU Kalimantan Timur, dan 242 orang PNS dari 20 Satker KPU Kabupaten/ Kota di Jawa Timur. Serta tidak hadir 2 orang dikarenakan tugas belajar di New York University dan satu lainnya sedang menjalani cuti melahirkan. (AFN/ ed. Red/ Fto. AFN)