Berita Terkini

KPU Jatim Ajak Media Bersinergi Sosialisasikan Tahapan Pengelolaan Logistik Pilkada Serentak 2024

Surabaya, jatim.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) menggelar Media Gathering dengan tema 'Sinergitas Peran Media dalam Tahapan Logistik Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota di Jawa Timur Tahun 2024.' Media gathering dilaksanakan di Wyndam Hotel, Jalan Basuki Rahmat nomor 67-73, Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya, Jumat, 4 Oktober 2024. Anggota KPU Jatim Divisi Perencanaan dan Logistik, Miftahur Rozaq mengatakan, jika tidak ada hambatan, pada 11 atau 12 Oktober 2024 surat suara untuk Pilgub Jatim mulai bisa dicetak. Namun demikian, kata Rozaq, semuanya masih menunggu finalisasi hasil koordinasi dengan pihak terkait, utamanya perusahaan percetakan yang ditunjuk. Rozaq memastikan, dalam proses pencetakan surat suara, pihaknya telah melakukan lelang melalui e-Katalog, sesuai aturan yang ada. Ia mengungkapkan kebutuhan surat suara untuk Pilgub Jatim 2024 yakni sekitar 32 juta surat suara dan ditambah 2,5 persen cadangan untuk setiap TPS dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang sudah ditetapkan sebanyak 31.280.014 pemilih. "Ada dua penyedia surat suara untuk Pilgub dan surat suara untuk pemilihan bupati maupun wali kota," kata Rozaq. Rozaq melanjutkan, saat ini, tahapan logistik sudah pada tahap pendistribusian untuk logistik yang diproduksi di tahap pertama. Yakni meliputi kotak suara, bilik suara, kabel ties, segel, tinta dan sebagainya.  "Hari ini sudah terdistribusi  96,47 persen atau kurang 3 persen saja untuk kotak suara," ujar Rozaq. Rozaq menjelaskan kekurangan 3 persen tersebut karena kondisi kotak suara rusak, kurang kirim, dan tidak sesuai dengan spek. Adapun untuk bilik suara sudah terdistribusi  55,73 persen, kabel ties sudah terdistribusi  94,3 persen, segel 20 persen, dan tinta 75,80 persen. Anggota KPU Jatim Divisi SDM dan Litbang, Eka Wisnu Wardhana menekankan pentingnya logistik pada penyelenggaraan Pilkada serentak 2024. Sebab, kata dia, jika pemilihnya siap, anggarannya tersedia, pasangan calonnya ada, tetapi logistik terhambat, maka Pilkada tidak bisa digelar. "Jika pemilihnya ready, anggarannya ready, pasangan calonnya ada, tapi logistiknya nggak jalan, tentu akan buyar semua," ucap Wisnu. Dengan semangat keterbukaan, Wisnu mengajak media untuk bisa bersinergi menyebarluaskan informasi terkait tahapan pengelolaan logistik Pilgub Jatim 2024. Wisnu menegaskan, dalam tahapan logistik, KPU Jatim telah mengedepankan prinsip Tujuh Tepat.  "Tempat Produk, Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, Tepat Jenis, Tepat Kualitas, Tepat Waktu, dan Tepat Lokasi. Itu yang menjadi fokus kita," kata Wisnu. Wisnu melanjutkan, pada penyelenggaraan Pilkada serentak 2024, kotak suara yang tersedia hanya dua. Yakni kotak suara untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, serta kotak suara untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati atau Walikota dan Wakil Walikota. "Jadi tentu kebutuhan logistik Pilkada lebih sedikit daripada kebutuhan logistik Pemilu. Hal ini menjadikan kami semua di KPU Jatim dan kabupaten/ kota semakin optimistis dalam mengelola logistik semakin lebih baik," ujarnya. (AND)

KPU Jatim Gelar Rakor Persiapan Debat Publik Pilgub Jatim 2024 Bersama Pemred Stasiun TV

Surabaya, jatim.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Persiapan Pelaksanaan Debat Publik Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Tahun 2024 bersama pimpinan redaksi stasiun TV. Rakor dilaksanakan di Aula Kantor KPU Jatim, Jalan Raya Tenggilis nomor 1-3, Kendangsari, Surabaya, Jumat, 4 Oktober 2024. Anggota KPU Jatim Nur Salam menjelaskan, debat publik merupakan bagian penting dari tahapan kampanye yang pelaksanaannya difasilitasi oleh KPU. Maka dari itu, pihaknya menyelenggarakan Rakor untuk menyamakan persepsi dan memastikan semua pihak, termasuk media penyiaran, berperan optimal dalam penyelenggaraan debat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2024. Salam berharap, debat publik yang digelar mampu menghadirkan diskusi yang lebih mendalam dan berkualitas. Ia mengungkapkan, debat publik perdana yang rencananya dilaksanakan 18 Oktober 2024, terdiri dari enam segmen dengan durasi antara 120 hingga 180 menit. "Dua segmen akan memberi kesempatan bagi pasangan calon untuk menyanggah pernyataan satu sama lain," kata Salam. Salam melanjutkan, dalam rangka meningkatkan efektivitas penyampaian visi-misi, calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2024 nantinya juga akan mempresentasikan program mereka melalui format video. Format video, kata Salam, diharapkan mampu membantu publik memahami visi-misi dengan lebih baik. "Sementara debat langsung akan mengedepankan argumentasi serta respons pasangan calon terhadap isu-isu yang relevan," ujarnya. Salam mengatakan, untuk lokasi debat perdana, masih dalam pembahasan. Memang telah muncul beberapa opsi seperti Grand City, Islamic Center, dan DBL Arena, namun sifatnya belum final. Adapun, untuk jumlah pendukung yang diizinkan hadir di lokasi debat diperkirakan sekitar 100 orang per pasangan calon, tergantung kapasitas venue yang dipilih. Salam menambahkan, debat publik nantinya akan digelar tiga kali. Debat pertama dijadwalkan pada 18 Oktober 2024. Adapun debat kedua dilaksanakan pada 3 November 2024, dan debat terakhir pada 16 November 2024. Seluruhnya akan disiarkan langsung melalui stasiun televisi.  "Debat pertama sudah dipastikan akan digelar pada 18 Oktober dan akan disiarkan oleh JTV serta Kompas TV. Keduanya telah mengonfirmasi kesiapan penuh," ucap Salam. Salam melanjutkan, beberapa stasiun televisi lain juga sedang dalam proses konfirmasi mengenai keterlibatan mereka dalam penyiaran langsung debat. Selain hal teknis, KPU Jatim juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana kondusif selama debat berlangsung. "Yel-yel atau sorakan dari pendukung tidak diperbolehkan. Kami ingin memastikan acara ini berjalan tertib dan fokus pada gagasan yang disampaikan pasangan calon," kata Salam. Salam menambahkan, KPU Jatim terus berkoordinasi dengan pasangan calon dan media untuk memastikan kelancaran pelaksanaan debat publik ini. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang baik agar tidak ada kendala dalam pelaksanaan debat publik tersebut. (FIT)

Anggota KPU Jatim Eka Wisnu Wardhana Ajak Masyarakat Mojokerto Jadi Pemilih Cerdas

Mojokerto, jatim.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) menghadiri serah terima Kirab Maskot Pilkada Serentak 2024 dari KPU Kabupaten Jombang ke KPU Kabupaten Mojokerto. Serah terima kirab maskot dilaksanakan di Lapangan Paseban Agung, Trawas, Kabupaten Mojokerto, pada Rabu, 2 Oktober 2024. Anggota KPU Jatim Eka Wisnu Wardana menjelaskan, kirab maskot yang digelar tidak hanya bertujuan untuk menyosialisasikan Pilkada serentak 2024, tetapi juga sebagai ajang persatuan dan pengenalan keragaman budaya. Wisnu mengatakan, Pilkada merupakan pesta demokrasi lima tahunan yang harusnya bisa disambut dengan suka ria oleh seluruh masyarakat. "Pilkada adalah pesta demokrasi, pesta kita semua. Mari kita jadikan ajang ini sebagai momen untuk bersuka ria dan bersuka cita, sekaligus membangun Mojokerto," kata Wisnu Wisnu pun menekankan pentingnya pendidikan pemilih agar masyarakat bisa menjadi pemilih yang cerdas. Sesuai dengan slogan Pilkada Mojokerto yaitu ‘Pemilih Cerdas, Negara Waras.’ Wisnu juga mengajak segenap warga Mojokerto untuk menjadi pemilih yang bijak, yakni pemilih yang menggunakan hati nurani dan pemikiran logis. "Dengan menjadi pemilih cerdas, kita bisa menentukan nasib Mojokerto dan Jawa Timur untuk lima tahun ke depan," ujarnya. Eka juga menekankan pentingnya peran Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dalam mensosialisasikan Pilkada serentak 2024 hingga ke pelosok. Ia berharap dengan adanya kirab maskot ini, masyarakat Mojokerto semakin tergerak untuk datang ke TPS pada 27 November 2024. "Saya titip pesan kepada PPK dan PPS, ajak masyarakat untuk datang dan menggunakan hak suaranya dengan baik," ucapnya. PJs Bupati Mojokerto, Ahmad Jazuli mengapresiasi KPU Jawa Timur atas inovasinya menyelenggarakan kirab maskot yang diyakininya mampu meningkatkan antusiasme masyarakat pada Pilkada serentak 2025. Jazuli juga menyoroti pentingnya memaknai Pilkada sebagai pesta demokrasi yang riang dan gembira. "Pesta demokrasi ini harus dimaknai dengan penuh suka cita. Oleh karena itu, hari ini kita juga menghadirkan kesenian lokal seperti Bantengan, Tari Mayang Rontek, serta penampilan Gus dan Yuk. Semua ini adalah bagian dari semangat demokrasi yang menggembirakan," kata dia. Jazuli kemudian mengajak seluruh masyarakat Mojokerto untuk mendukung kelancaran Pilkada dan menjaga suasana kondusif. Dengan semangat kebersamaan yang tercermin dari acara kirab maskot ini, harapannya adalah masyarakat Mojokerto semakin sadar akan pentingnya Pemilu dan berpartisipasi aktif dalam Pilkada serentak 2024. "Demokrasi kita wujudkan dengan semangat persaudaraan. Jangan ada dusta di antara kita. Mari kita dukung bersama Pilkada ini agar berjalan dengan damai dan penuh kebahagiaan," pungkasnya. (FIT)

KPU Jatim Hadiri Ingatkan PPK di Kabupaten Bondowoso untuk Menjalankan Tugas dengan Penuh Integritas dan Profesional

Bondowoso, jatim.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Kerawanan Pelanggaran Hukum dan Etik dalam Penyelenggaraan Pemilihan Serentak Tahun 2024 yang diselenggarakan KPU Kabupaten Bondowoso. Rakor dilaksanakan di Ijen View Hotel Bondowoso, Jalan Kis Mangunsarkoro nomor 888, Tegalelo, Tamansari, Bondowoso pada 2-3 Oktober 2024. Anggota KPU Jatim, Habib M. Rohan mengapresiasi Rakor yang diselenggarakan KPU Bondowoso tersebut. Rakor yang digelar, kata Rohan, sangat penting untuk memberikan penyuluhan dan pemahaman kepada jajaran Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dalam menjalankan tupoksinya, sehingga bisa menjalankan tugas dengan penuh integritas dan profesional. "Mulai dari ketua, anggota, hingga jajaran sekretariatnya semua harus bekerja sama melaksanakan tahapan Pilkada dengan baik dan lancar," kata Rohan. Rohan melanjutkan, ketika semua elemen telah menjalankan tugas sebagaimana tupoksinya, maka dapat meminimalisir permasalahan hukum dan pelanggaran administrasi pada pelaksanaan Pilkada tahun 2024. Rohan juga mengingatkan PPK untuk menjaga netralitas sebagai penyelenggara.  "Saat ini adalah tahapan kampanye, maka sebagai penyelenggara tidak perlu ikut ramai mengomentari, harus menjaga sikap dan ucapan, termasuk kesekretariatan yang ASN," ujar Rohan. Sekretaris KPU Jatim, Nanik Karsini menekankan, soliditas, kekompakan, serta koordinasi antara ketua dan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dengan kesekretariatan menjadi kunci sukses penyelenggaraan Pilkada serentak 2024. Tanpa soliditas, kata Nanik, maka tidak bisa menyelenggarakan Pilkada dengan baik dan lancar. "Soliditas, kekompakan, serta koordinasi antara ketua, anggota PPK dengan kesekretariatan menjadi kata kunci. Tanpa soliditas maka tidak bisa menyelenggarakan Pilkada dengan baik dan lancar," ucapnya. Nanik pun menegaskan dukungan penuh dari Sekretariat Badan Adhoc terhadap seluruh tahapan Pilkada serentak 2024. Nanik menjelaskan, bentuk dukungan sekretariat yang dimaksud adalah dukungan teknis dan dukungan administrasi. (AND)

Berikan Pendidikan Pemilih Gen-Z, KPU Jatim Gelar KPU Goes to Campus Universitas Jember

Jember, jatim.kpu.go.id- Dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih dari Gen-Z, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih melalui giat KPU Goes to Campus Universitas Jember pada Kamis, 3 Oktober 2024. Bertempat di gedung ISBD lantai 6, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (FISIP-Unej), jalan Kalimantan Kabupaten Jember. KPU Goes to Campus dengan tema Pilkada dan Generasi-Z: Antara Kepedulian, Apatisme dan Harapan ini,  melibatkan 200 orang mahasiswa. Acara dihadiri langsung oleh Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Jatim. Habib M. Rohan dan Sekretaris KPU Jatim, Nanik Karsini. Membuka acara, Rohan menyampaikan kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih ini penting diadakan guna menyampaikan informasi dan memberikan pemahaman terkait dengan kepemiluan, demokrasi, Pilkada Serentak 2024 bagi generasi Z," tuturnya. Senada dengan Rohan, Wakil Dekan III Fisip, Edy Wahyudi mengatakan pilihan KPU Jatim menyasar mahasiswa yang merupakan gen-Z merupakan pilihan yang tepat. "Pasalnya, generasi Z ini jumlahnya besar. Selain itu, juga sangat akrab dengan perkembangan digital, yang bisa turut menyebarkan informasi pemilu dan pemilihan," paparnya. Mengingat pentingnya peran generasi z, narasumber yang dihadirkan pun orang-orang  yang ahli di bidangnya. Diantaranya yakni Ketua KPU Kabupaten Jember Periode 2019-2024 M. Syaiin, Dosen Politik Prodi Hubungan Internasional FISIP-Unej Agung Purwanto, serta Dosen Psikologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Unej, Erdi Istiaji. Peserta pun selain mendapatkan materi, juga aktif melontarkan pertanyaan, serta mendapatkan pendalaman materi pasca sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai bahan sosialisasi dibagikan kepada peserta sebagai doorprize. Peserta pun mendapatkan sajian hiburan tarian dan lagu-lagu dari paduan suara FISIP-Unej.*** (AA)

KPU Jatim Gelar FGD Persiapan Debat Publik Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Tahun 2024

Surabaya, jatim.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) menggelar Focus Group Discussion (FGD) persiapan Debat Publik Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Tahun 2024. FGD dilangsungkan di Hotel Movenpick, Jalan Ahmad Yani nomor 71, Margorejo, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Rabu, 2 Oktober 2024. Anggota KPU Jatim, Nur Salam mengatakan, debat publik merupakan bagian dari kampanye yang difasilitasi KPU, termasuk seluruh pembiayaan yang sepenuhnya berasal dari anggaran KPU. Salam menjelaskan, tujuan debat publik adalah untuk menyebarluaskan profil, visi, misi, serta program kerja para pasangan calon, serta memberikan informasi secara menyeluruh kepada masyarakat sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan pilihannya. "Debat merupakan bagian dari kampanye yang difasilitasi oleh KPU, termasuk pembiayaan murni dari KPU," kata Salam. Ia menekankan pentingnya menciptakan debat yang menarik dan sehat, serta memastikan agar debat berlangsung tanpa memicu konflik. Salam mengingatkan agar debat publik tersebut dilakukan dengan penuh etika dan tidak boleh diwarnai dengan amarah. "Bagaimana debat ini menjadi menarik, debat yang sehat itu tidak memantik konflik," ujarnya. Salam menegaskan pentingnya perumusan desain dan format debat yang menarik, termasuk penyusunan pertanyaan yang komunikatif. Moderator akan diberi pengarahan untuk menjaga netralitas dan memastikan setiap pasangan calon diperlakukan secara adil, termasuk dalam pengambilan gambar.  Terkait tema debat, pihaknya menginginkan isu-isu yang dibahas bersifat sederhana agar mudah dipahami masyarakat, meskipun dirumuskan oleh akademisi. Standarnya disesuaikan layaknya penulisan berita, sehingga lebih ringan dan dapat diterima publik, mengingat debat ini ditujukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat, bukan menguji pasangan calon. "Terkait perumusan desain dan format debat bagaimana pertanyaan ini tersampaikan dengan menarik," ucapnya. Salam menambahkan, sejauh ini telah disepakati debat publik akan dilaksanakan sebanyak tiga kali, sesuai dengan regulasi yang ada. Tim pasangan calon juga menyetujui untuk mengikuti tiga kali debat. "Debat publik disepakati sesuai regulasi yaitu tiga kali," kata dia. (AND)